Rabu, 12 November 2014

FF Trainig [EXO SERIES] -Part 5A

PART 5A
Richan baru saja menyelesaikan pembuatan lagunya,cukup menarik. Sudah saatnya baginya untuk merekam hasil kerjanya,Richan bernyanyi di iringin oleh gitar. Rekaman selesai,Richan bernafas lega. Ia mengetik ‘Song for you’ dan mengirimkan pada Kai.
Di lain tempat,Kai baru saja melatih suaranya, ia duduk di kursi yang tersedia dan meneguk air dingin dalam botol kemasan. Kai mengambil handphone dan melihat sebuah pesan masuk dari Richan, ia membukanya dan mendengarkan rekaman yang telah di buat oleh Richan.
Lagu itu di putar,baru setengah dinyalakan,Kyuhyun terlonjak berdiri dan mendekati Kai. “Itu lagu yang akan kau nyanyikan?” Kyuhyun bertanya.
“Ne,menurutku ini cukup bagus. Aku menyukainya,bagaimana menurutmu?” Kai mengambil earphonenya dan memasangnya.
“Nada dan liriknya indah,aku menyukainya. Aku yakin kau akan menang!”
“Benarkah?” Kai terkejut,”Trainee baru penulis lagu itu yang membuatkan ini untukku.” Ia menjelaskan.
“Richan,aku ingat itu namanya!” Kyuhyun merubah raut wajahnya,”Kau berlatihlah,aku akan pergi kepadanya untuk membuatkan lagu untukku.” Kyuhyun pergi dari tempatnya.
Kai mendengarkan kembali lagu itu,kepalanya bergoyang menikmatinya. Liriknya mudah untuk di hafal.
Di lain tempat—
Richan dan Eunhyuk duduk bersama di ruang rehersal,Richan terus bertanya banyak hal. Beberapa lirik sudah di buatnya,Eunhyuk juga turut membantu Richan dalam membuat lagu. “Eunhyuk-ssi,aku punya ide bagus!” Eunhyuk menatapnya serius,”Hm,bagaimana jika aku masukan unsur beat dan rapp? Dan saat kau membawakan lagu ini,disajikan dengan tarian lalu kau melakukan rapping. Bagaimana? Aku mencari info tentangmu,kau bisa menari dan melakukan rapp.”
Eunhyuk berfikir sebentar,”itu ide yang bagus! Cepat buatkan lagu untukku,agar aku bisa berlatih untuk membuat gerakan.”Ia tersenyum.
Richan mengambil pulpennya dan menulis beberapa lirik lagu,jika ada yang menurutnya tidak pas. Ia selalu bertanya pada Eunhyuk,dan ia membantunya dengan sukarela. Menulis lagu kali ini lebih mudah dari pada menulis lagu untuk Kai.
Richan dan Eunhyuk pergi ke studio rekaman untuk membuat instrument yang pas,mereka berdua berlatih sampai tak ingat dengan waktu.
Kai memperhatikan mereka berdua di dekat pintu yang terbuka,mereka berdua tertawa bersama. Kai merasakan hal aneh pada dirinya,ia merasakan sesuatu yang hilang,ia merasa tidak suka jika Eunhyuk dekat dengan Richan. Kai semakin membenci Eunhyuk.
Kai menendang tempat sampah di depannya dan pergi,Keduanya membalikan kepalanya setelah mendengar suara itu. “Ah,apa-apaan ini!” Richan kesal. Eunhyuk menatap jam tangannya,”Eoh,Richan-ah. 15 menit lagi waktu pulang,bereskan barang-barangmu.” Eunhyuk memerintahkannya.
“Ah,bagaimana ini? Laguku belum selesai…”
Eunhyuk berdiri dari tempatnya,”Tidak apa,aku akan membantumu menyelesaikan lagi besok.”
Richan tersenyum dan berdiri,”Benarkah? Kalau begitu,ayo pulang!” Ia bersemangat. Keduanya pulang bersama.
*
Eunhyuk dan Richan duduk bersama di bus,Kai hanya memperhatikan mereka dengan kesal. Ingin sekali Kai menarik tangan Richan dan mengajaknya pergi darisini,namun rasanya itu tidak mungkin.
*
Keesokan harinya.
Richan menyelesaikan lagunya hari ini,dengan cepat Eunhyuk menghafalnya dan pergi ke Studio rehersal untuk membuat gerakan ini,”Aku berharap banyak padamu,Eunhyuk-ssi.” Richan duduk dan memperhatikan orang itu yang sibuk mencari gerakan.
Eunhyuk tersenyum,ia kembali berlatih. Kalah atau menang dari Kai itu bukanlah poin utama baginya,kalimat Richan yang terpenting. Ini pertama kalinya ada orang yang berharap banyak baginya.
Keesokan harinya juga sama seperti itu,keduanya menjadi dekat. Sudah saatnya mereka pulang. Semua Trainee masuk ke dalam kamarnya. Jam dinding menunjukan pukul 7.30 malam waktu setempat.
Kai sibuk menggigit jarinya sambil terus berjalan tanpa arah di dalam kamarnya,ia sedang memikirkan sesuatu. Ah,ia punya ide. Kai duduk di sofanya dan segera menyalakan handphonenya dan menelfon seseorang.
“K-kau sedang apa?” Entahlah,Kai merasa gugup kali ini.
Di lain tempat,Richan menaruh handphone di telinga dengan posisi tubuh terlentang di kasur,tubuhnya baru saja di selimuti dengan selimut. “Aku baru akan tidur.”
“YA!” Kai berteriak,”Ini baru jam segini! Pergilah ke kamarku,ada yang ingin aku tanyakan.” Ucapnya yang langsung mematikan sambungan telefon. Richan mengerti,ia bangkit dari kasurnya dan pergi ke kamar Kai.
Richan membuka pintu,”Waeyo?” tanyanya dengan malas.
Kai berdiri di tempatnya dengan kedua tangan di lipat di dada,”Ada beberapa lirik yang tidak aku mengerti bagaimana cara menyanyikannya.” Ucapnya dingin.
“Tidak mengerti? Lagu itu telah selesai beberapa hari yang lalu! Aku bahkan telah mengirimkanmu suaraku,jadi mudah bagimu untuk menghafal.” Richan segera duduk di lantai dengan kesal. Kenapa orang ini baru sekarang mengatakan? Mungkin Richan berfikir seperti itu. “Ambilkan gitarmu.” Suruhnya.
Kai tidak suka di suruh,namun jika ia tidak mau,pasti Richan akan marah dan lebih memilih pergi ke kamarnya. Kai memberikan gitar itu dan duduk di dekat Richan. “Bagian mana yang kau tidak mengerti?”
“Hm,” Kai berfikir,”Di bagian,can’t stop loving you~”Jawabnya dengan menyanyikan bait lagu itu.
Richan segera menatapnya tajam,”Kau tidak mengerti? Kau baru saja menyanyikannya,dan nadanya memang seperti itu…”
Kai di buat kikuk olehnya,otaknya berfikir cepat,”Maksudku,lirik sesudah itu. Aku bahkan lupa apa liriknya.” Kai berbohong.
Richan mengambil handphonenya dan membaca sebentar,terus seperti itu. Kai terus bertanya bagaimana cara menyanyikannya,padahal dia sendiri sudah tahu bagaimana seharusnya lirik itu di nyanyikan. Terlebih jika dia seorang penulis lagu,ia bisa membaca not balok yang telah Richan buatkan.
Waktu terus berlalu,Richan sudah sangat mengantuk,tapi Kai seolah berlatih tak kenal lelah. Walaupun hari-hari sebelumnya,ia sudah sangat maksimal. Tanpa sadar,Richan tertidur dengan kepalanya yang berada di atas meja.
Kai tersadar dan berhenti bernyanyi,”Maaf sudah membuatmu lelah…” Kai bergumam kecil.
Richan mengangkat kepalanya,”Apa kau tadi berbicara padaku?” Ia bertanya dengan bodohnya.
“Eoh,siapa yang aku kau pilih di acara nanti. Aku atau Eunhyuk?” Kai bertanya dengan serius.
“Geuresae(entahlah)”Richan berfikir ringan,”Aku bahkan tidak memikirkan hal itu. Ini sudah malam aku harus kembali.” Richan berdiri dan meregangkan ototnya yang kaku.

Kai ikut berdiri,”YA! Aku serius! Kau pilih aku atau Eunhyuk?” ia bertanya sekali lagi.
=== TBC ===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar