Minggu, 05 Oktober 2014

Story Universe - Part 1



Our Cast :
·        Han Taesun
·        John Cameroon
·        Sam Adams Will
·        Halle Phantomhive River
·        Azmy Lavigne Walker
·        Hanna Lizzie Mizuki
·        Quella Shefa Mozert
·        Vaselive Jackson
·        Han Jaekyung
·        Aslyn Nicole Horan
·        Annaryn Keiko
·        Brelia Malvine



PART 1 
Three,Two,One…
Udara mulai terasa sangat panas. Sebagian Negara sudah terkena gempa bumi dan tsunami,beberapa Negara lainnya juga sudah menghilang dari pandangan mata karena ambles kedalam bawah tanah. 20.002 roket sudah siap untuk sebuah peluncuran,detik berikutnya…
Sebuah peluncuran sebuah roket di mulai,detik berikutnya,roket-roket lain juga turun mengikutinya untuk memulai sebuah penerbangan. Roket-roket dengan penerbangan Air Force 001-20.002,sudah terbang di atas langit.
20.002 Roket yang berisi jutaan umat manusia yang selamat mulai mencari kehidupan baru. Sebuah kehidupan baru di mulai di Galaxy lain.

--o0 Universe 0o--

30 hari sebelum insiden terjadi…
1 November,2089.
“Presiden Cameroon,anda mendapat sebuah panggilan dari salah satu Anggota NASA. Ini menyangkut masalah Gempa Bumi di Afrika, Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Australia. Ini menyangkut masalah tentang Bumi kita.” Teriak seorang Pembantu Presiden yang bernama Azmy Lavigne Walker.
Gadis berumur 29 tahun yang sudah mendapat gelar ‘Propesor’. Memiliki postur tubuh yang bagus,dengan wajah menawan ,tinggi tubuhnya 174 cm dan tentunya… angka  IQ yang jauh di atas normal,153.
Presiden John Cameroon adalah Presiden yang sekarang memimpin di Amerika serikt tahun ini. Ia berdiri dari tempat duduknya lalu menerima sebuah Telefon genggam dari Sam. “Apa yang terjadi?” Tanya John tanpa memberikan sapaan terlebih dahulu.
“Presiden,Saya mendapat berita penting! Bumi ini- Bumi kita akan mengalami Gempa bumi dahsyat dan Tsunami selama 29 hari kedepan,dan puncaknya terjadi sekitar tanggal 31 November,2089. Sekitar tanggal 1 atau 2 Desember akan terjadi hujan matahari di sebagian daerah bumi kita. Kita harus mengambil keputusan secara cepat,Presiden!” Jawab Seorang Gadis di suatu tempat.
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
“Hari ini kita harus mengadakan Diskusi! Presiden harus segera memanggil Anggota Presiden di seluruh Negara agar berkumpul di suatu tempat!”
“Baiklah, Pukul 22.00 malam di White House. Datanglah kesini,aku akan segera menghubungi Anggota Presiden!” Tut tutt—
John Cameroon menutup sambungan telefon lebih dahulu,ia memberika telefon genggam itu pada Assistantnya. “Sam,cepat hubungi seluruh anggota Presiden! Suruh mereka menggunakan Jet Pribadi mereka atau Pesawat Presiden untuk berkumpul disini sebelum pukul 10 malam! Bilang saja ini menyangkut masalah Bumi kita!” Suruhnya.
John Cameroon duduk di kursinya,Ia memijit dahinya yang tiba-tiba saja terasa sedikit pusing.
Sam segera mengambil langkah cepat lalu pergi. Ia segera menghubungi Seluruh Presiden agar berkumpul seperti waktu dan tempat yang telah di janjikan.
***
Seluruh Presiden Dunia telah duduk rapih pada kursi yang mengitari meja coklat panjang ini. Indonesia,Singapura,Korea,Jepang,Rusia,Cina, semua orang terpandang di seluh Negara benar-benar hadir disini.
Beberapa menit sebelumnya,John Cameroon bertemu dengan Hanna dan Halle. Hanna orang yang bicara sebelumnya dengan John di telefon,dan Halle adalah Profesor yang memiliki jalan pintas dari masalag ini.
Presiden Cameroon di damping dengan Halle dan Hanna yang berada di belakangnya masuk ke ruangan ini. Acara di mulai. 10 menit kemudian.
Halle sudah menyalakan layar proyektornya. “Cara satu-satunyaa adalah Kita membawa seluruh umat manusia meninggalkan bumi dan memulai kehidupan baru di Planet Hameroon.” Ucap Halle dengan menunjukan foto planet itu dari layar Proyektor.
Presiden Rusia mengangkat tangannya, “Tapi,dimana letak Planet itu? apakah disana sudah ada kehidupan?” Tanyanya.
Hanna-Anggota NASA bangkit dari kursinya. “Beberapa anggota tim kami,NASA telah mengunjungi planet Hameroon. Perjalanannya memakan waktu 10 tahun untuk sampai dan kembali ke Bumi. Seceara keseluruhan Planet ini sama dengan Bumi,memiliki oksigen,laut serta beberapa pepohonan. Anggota tim kami beberapa tahun lalu membuka baju Astonotnya dan ia bisa bernafas dengan nyaman. Kami juga telah menanam beberapa pepohonan dan beberapa hewan ternak yang dapat berkembang biak dengan baik. Planet Hameroon berada di Galaxy Supernova.” Jawabnya.
Presiden Jepang lalu mengangkat tangannya, “Bukankah Galaxy Supernova tidak ada?” Tanyanya.
“Memang sebelumnya sudah sempat di kabarkan bahwa Galaxy Supernova itu tidak ada. Tapi,tahun 2078 dua orang tim kami meneliti lebih lanjut dan telah di buktikan bahwa Galaxy Supernova itu benar-benar ada. Dan ada 7 Planet disana,salah satunya adalah Planet Hameroon. “ Jawab Hanna kemudian kembali duduk di tempatnya.
“Besok aku dan Hanna akan menemui Seorang Ilmuan yang bernama Vaselive Jackson. Kami akan mendiskusikan masalah ini,dan membuat Ribuan Roket agar seluruh umat segera meninggalkan Bumi ini. “             Lanjut Halle menerangkan metode ini. Beberapa menit kemudian acara ini selesai,Anggota Presiden satu persatu meninggalkan tempat ini.
Presiden John tepat berdiri di depan Halle dan Hanna. Mereka saling berjabat tangan, “Aku percayakan ini padamu,dana pembuatan roket akan aku ambil dari uang Negara. Seluruh Negara juga ikut bergabung untuk dana pembuatan Roket ini.” Ucapnya memberi kapercayaan pada kedua orang itu. Presiden John lalu pergi keluar.
***
29 hari sebebelum insiden terjadi…
Halle dan Hanna telah membuat perjanjian dengan Vaselive Jackson. Mereka bertemu di salah satu daerah di Amerika,hanya ada beberapa bangunan dan sisanya adalah jalanan yang sudah di aspal. Tapi bisa di bilang tempat ini sangat gersang.
“Vaselive,200 orang pekerja akan membantu untuk pembuatan Roket ini. 20.002 Roket dengan fasilitas menampung 5000 orang dan tempat penyimpanan makanan. Bisakan? Roket-roket itu harus jadi sebelum 25 November!” Ucap Halle pada Vaselive.
“Hanya tinggal beberapa hari. Tambahlah pekerja lagi! Setidaknya aku membutuhkan sekitar 500 pekerja. Ambil merekadari orang-orang terlatih di seluruh Negara. Dan aku butuh bahan-bahan terbaik,serta siapkan 100 kg Aftur untuk satu Roket. Aku akan membuat penerbangan ini menjadi satu tahun.” Suruh Vaselive dengan kegigihannya.
“Lalu apa lagi yang kau butuhkan? Kau bisa menghubungiku segera!” Ucap Halle lalu pergi bersama Hanna meninggalkannya.
28 hari sebebelum insiden terjadi…
Vaselive terus berusaha keras membantu dalam proyek besar-besaran ini. Semua orang sangat berkerja keras,sampai kata lelahpun bisa di hapus. Vaselive yang menjadi kapten saat ini.
Otaknya sangat pintar,bahkan katanya IQnya 5 angka di atas Albert Einsteins. Jelas saja, Roket menuju Hameroon yang seharusnya lama perjalanan sekitar 10 tahun di ubah menjadi satu tahun. Hebat bukan?
Hari ini baru untuk membuat kerangka-kerangka roket. Semua orang disini bekerja siang,malam,hingga siang lagi. Bahkan jumlah pekerja di tambah 200 orang sehingga saat ini jumlahnya mencapai 700 orang pekerja.
Disisi lain,Hanna berada di tempat kerjanya. National Aeronautics and Space Administration atau NASA. Ia bekerja disana, ia terdiam sesaat sambil menatap layar monitornya.
Ia berfikir,apakah ini bukan sebuah kesalahan? Umat manusia belum mengetahui tentang peristiwa ini,mereka akan sangat terkejut bila tahu mereka semua akan di pindahkan ke planet lain. apakah ini bukan sebuah kebohongan? Ah,bukan! Kata halusnya adalah mereka menutupi ini dari umat manusia.
Drrtt… Drrtt…
Telefon genggamnya berbunyi. Hanna segera menggeser ikon hijau ke kanan dan segera meletakan telefonnya di dekat telinga.
“Ada apa?” Tanya Hanna.
“………………..”
“Benarkah?”
“………………..”
“Baiklah,aku akan segera menghubunginya.” Tutt tutt— Hanna menutup telefonnya lalu segera mengirimkan pesan singkat pada Vaselive.  Quella Shefa- dia adalah orang yang di ajak bicara Hanna di telefon. Seorang yang ahli dalam bidang Bumi dan Bencana.
Berita buruk apa lagikah yang terjadi?
Apakah Bumi ini sudah sangat hina di mata Tuhan? Apakah seluruh umat manusia dianggap keji sehingga setiap hari Gempa bumi terus terjadi di setiap Negara,walau hanya dalam hitungan detik dan skala yang kecil.
Vaselive menerima pesan dari Hanna. Ia segera berlari ke ruang kendali dan menyalakan Microphone yang berada disana.
“Jepang mengalami gempa bumi selama 31 detik dengan 3,4 SR. tidak ada waktu lagi bagi kita untuk bersantai-santai!” Ucap Hanna. Suaranya terdengar keseluruh tempat dengan beberapa pengeras suara yang tersedia disini.
Seluruh pekerja yang mendengar itu lalu kembali pada pekerjaannya dan melakukan yang terbaik yang mereka miliki. Merek bekerja dengan cepat namun dengan ketelitian yang tinggi tentunya. Salah sedikit saja untuk satu roket,lebih dari 5000 orang bisa mati.
27 hari sebebelum insiden terjadi…
Halle kini datang sendiri untuk mengunjungi salah Bandar Udara di Rusia-RALAT! Bekas Bandar Udara di Rusia. Sekarang tempat ini sudah menjadi sebuah tempat yang menjadi saksi pembuatan 20.002 Roket dalam waktu yang sama.
“Vaselive,bagaimana keadaan disini?” Tanya Halle yang berada di samping Vaselive.
Vaselive berdiri sambil menatap beberapa pekerja yang sedang melakukan pekerjaannya, “Tidak ada masalah sampai saat ini. Diameternya 50 meter dengan panjang 1000 meter di setiap Roket. Aku rasa ini lebih dari sekedar menampung 5000 orang.” Jawab Vaselive dengan santai.
“Berapa lantai setiap roket?”
“20 lantai,akan aku usahakan untuk membuat lift di setiap bagian. Tapi kita kekurangan beberapa bahan seperti baut,perekat,baja,alumunium,besi dan masih banyak lagi.”
“Aku akan segera mengirimkannya kesini dalam waktu dekat.”
“Karena jumlah penumpang yang banyak,akan sulit untuk membuat menjadi Roket. Jadi aku akan membuatnya menjadi pesawat roket. Siapkan juga 40.000 Pilot dan 20.002 Astronot.”
“Tentu saja,hal itu bisa di atur. Bagaimana dengan makanan? Tanggal berapa makanan harus sudah siap disini?”
“Keberangkatan tanggal 31. Pesawat ini harus jadi sekitar tanggal 25, usahakan pasokan makanan datang tanggal 26.”Ucap Vaselive. Handphone yang berada di sakunya bergetar,ia segera mengambilnya dan melihat siapa orang yang telah menelfonnya. “Maaf,Halle. Aku harus segera kembali bekerja.” Halle menganggukan kepalanya seolah berkata ‘tidak apa-apa’. Vaselive lalu berjalan pergi sambil mengangkat panggilannya.
***
26 hari sebebelum insiden terjadi…
Halle,Hanna dan Quella sudah membuat perjanjian untuk saling bertemu di salah satu Restoran keluarga di Rusia. Mereka saling berbincang bersama,tak lama seorang pelayan membawakan beberapa pesanan minuman yang telah di pesan Halle lebih dahulu.
“Apa Presiden Cameroon belum mengumumkan ini pada seluruh orang?” Tanya Quella bodoh. Tentu saja belum! Jikapun sudah,pasti media,tv,internet,radio semuanya,berita ini sudah tersebar. Dan pasti seluruh orang sudah panik harus mempersiapkan keberangkatannya. Bukan hanya keberangkatannya,tapi juga makanan,keluarga dan lain sebagainya.
“Belum. Sam mengatakan padaku bahwa hal ini masih rahasia.” Jawab Halle lalu meneguk secangkir Americano di depannya.
Di saat yang sama. Seorang Gadis muda,mungkin masih menginjak sekolah menengah. Ia duduk bersama adik kecilnya yang berumur sekitar 7 tahun asyik menikmati makanannya berdua.
Jika di lihat dari wajah,warna kulit,dan postur tubuh,dia pasti bukan Penduduk asli Rusia atau Amerika. Mungkin ia seorang pendatang.
“Lihat di sekelilingmu. Semua orang masih bisa menikmati hidupnya dengan bersenang-senang seolah tidak terjadi apa-apa. Bagaimana bisa seorang Presiden seperti dirinya menutupi ini pada seluruh orang?” Gumam Hanna yang sedikit kesal. Ya,hanya sebagian orang saja yang terlibat dalam proyek ini yang tahu tentang masalah ini.
“Kau benar!” Quella memegang cangkir minumannya dengan kedua tangannya. Ia seolah-olah sedang menghangatkan dirinya dengan secangkir kopi panas di depannya. BENAR! Sekarang,Rusia sedang mengalami musim salju.
“Peneliti di Kutub Utara memberitahuku bahwa sedikit demi sedikit salju disana sudah mulai mencair.” Sahut Hanna.
Halle melihat sekelilingnya, Kakek-Nenek,Kakak-Adik, Ibu-Ayah sampai sepasang kekasih terlihat bahagia menikmati hidupnya. Mungkin beberapa dari mereka menikmati sisa hidupnya.
Ada milyaran atau bahkan Triliunan orang yang hidup di dunia ini. Tapi, hanya sebagian saja yang bisa selamat. Sekitar 100 juta orang yang selamat,sedikit bukan? Tentu saja.
“Presiden Cameroon akan mengumumkan ini tanggal 15 November. Cepat atau lambat Dunia akan tahu bahwa Bumi yang di pijaknya akan hilang begitu saja. Hilang bagaikan gelembung. Mereka akan di pindahkan ke Planet yang lainnya,yang benar saja!” Pekik Halle.
“Uhuk! Uhuk!” Gadis tadi terbatuk-batuk menguping pembicaraan mereka. RALAT! Tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Beberapa orang disini termasuk Halle,Hanna dan Quella menatapnya. Adik yang berada di depannya segera memberikan minuman pada Sang Kakak. Ia meminumnya,batuknya hilang.
Quella menyadari sesuatu. “Cepat pergi dari tempat ini! Kita salah membicarakan ini disini,Gadis itu pasti mendengar pembicaraan kita!” Bisik Quella pada Halle dan Hanna. Mereka segera membayar minuman lalu pergi.
Gadis itu menghapus sisa minumannya yang menempel di dekat bibirnya dengan punggung tangannya. “Bumi ini akan menghilang? Seluruh orang akan di pindahkan ke Planet lain?” Gumamnya.
***
25 hari sebebelum insiden terjadi…
Seorang Gadis masih sibuk dengan beberapa Baju serta uang yang tergeletak di atas kasurnya. Han Taesun,Gadis berumur 14 tahun berasal dari Korea Selatan yang baru saja mendapat gelar Ilmuan cilik. Ia di kirim ke Rusia untuk mengikuti sebuah lomba tempo hari bersama puluhan anak dari seluruh Negara. Alena Peter Han adalah nama baratnya,
Tak memiliki Ibu ataupun Ayah,Gadis itu hanya hidup bersama Adik semata wayangnya. Soal biaya hidup,itu Ia dapatkan dari Negara. Bahkan terkadang Ia dapatkan dari pekerjaannya atau dari Beasiswa yang Ia dapatkan.
Untuk satu bulan ke depan Ia dan Adiknya akan tinggal di salah satu Hotel ternama di Rusia. Tentunya itu sebuah penghargaan dari Presiden Rusia karena ia berhasil menemukan teleskop yang mampu melihat sampai sejauh Saturnus. Hebat bukan?
Ia juga menguasai beberapa bahasa seperti Inggris,Rusia,Indonesia,Cina dan Jepang. Gadis itu sibuk dengan tas mana yang harus ia bawa sekarang. “Jaekyung-ah! cepat bereskan bajumu dan tas yang akan kita bawa!” Teriaknya.
Han Jaekyung,anak usia tujuh tahun itu menghampiri Kakaknya sekarang. “Noona,memangnya kita akan pergi kemana?” Tanyanya begitu polos.
“Dengarkan Noona,Jaekyung-ah. Bumi ini akan segera lenyap,mungkin karena sering terjadinya gempa bumi. Jadi Noona mendapat kabar bahwa kita semua akan di pindahkan ke planet lain.” Jawabnya sambil memegang  kedua bahu Adiknya.
“Planet lain? benarkah? Wah,itu pasti akan mengasyikan!”
Mengasyikan? Apanya yang mengasyikan? Oh,mungkin karena itu nanti adalah pengalaman pertamanya menyurusi alam semesta ini. Kita lihat saja,apakah perjalanan ini akan mengasyikan seperti apa yang ada di fikirannya atau tidak?
“Bawa saja beberapa pakaian. Noona akan pergi ke Supermarket untuk membeli makanan,kau mau makanan apa?” Tanyanya.
“Hmmm,permen! Hanya ingin permen! Bahkan jika aku tidak memakan nasi,aku akan kenyang jika hanya harus memakan sebutir permen! Noona belikan aku yang banyak ya?”
“Eoh,Noona pergi dulu. Kau tunggu disini!” Ucapnya lalu pergi ke Supermarket terdekat. Tak lama Taesun pergi ke Supermarket,Ia membeli  banyak makanan ringan dengan angka kadaluarsa yang masih dua tahun lagi. Ia juga pergi ke toko ponsel sebelum Ia kembali ke Hotelnya.
***
24 hari sebebelum insiden terjadi…
Halle masih berada di Rusia,sedangkan Quella dan Hanna sudah kembali ke Amerika. Seperti biasanya,Ia bertemu dengan Vaselive. “Bagaimana? Sejauh mana penyelesaian pesawat-pesawatnya?” Tanya Halle seperti  biasanya.
“Ini baru 35% selesai. Tenang saja,sebelum hari H,ini semua akan selesai.” Jawab Vaselive dengan santai.
“Kau perlu tidur,setidaknya 2-3 jam setiap hari. Kau bisa sakit jika memaksakan ini semua,jika kau sakit mereka juga akan terbengkalai.” Ucap Halle sembari menatap Pesawat roket yang sudah terbentuk sebagian itu.
“Aku tahu. Baiklah,aku akan tidur malam ini…”
***
22 hari sebebelum insiden terjadi…
Sam bangun dari tidurnya. RALAT! Lebih tepatnya di bangunkan dari tidurnya. Bukan gadis,kekasih,kakak,ataupun orang tua. Semuanya bergetar dengan hebatnya. Bahkan gelas kaca yang berada di atas meja kecilnyapun jatuh begitu saja sehingga air tumpah.
Sam terjatuh dari tempat tidurnya,ia segera membuka pintunya lalu berlari turun dengan tangga darurat. Gempa. Getaran bumi dahsyat itulah yang telah membangunkan tidurnya.
Semua orang berebutan untuk segera turun kebawah. Sampai akhirnya, Sam bisa turun dan segera berlali keluar dari Hotel itu. kerumunan orang juga memadati tempat ini. Tak lama,amukan bumipun menghilang begitu saja. Namun detak jantung yang berdetak cepat dengan angka kepanikan yang tinggi masih di alami Sam.
Semua media kini Ramai karena Washington DC telah mengalami Gempa bumi di pagi hari dengan 3,3 SR.  selang beberapa jam kini Sam kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian rapihnya menjadi seorang Assistant Presiden Amerika.
Sam turun dan segera mengemudikan mobilnya, Ia mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ke bangunan dimana Presiden John Cameroon bekerja. Sam bertemu dengan Presiden Cameroon, “Presiden Cameroon,apa tidak secepatnya kita memberitahukan rahasia ini? Mungkin beberapa orang menganggap ini hanyalah gempa bumi biasa,tapi beberapa hari ke depan?”
Presiden Cameroon mengusap wajahnya kasar. FRUSTASI. Itu yang di alaminya,ia sangat merasa buruk menjadi panutan Negara ini yang terus menyembunyikan sebuah rahasia besar. 
“Tidak! Hanya tunggu beberapa hari lagi,biarkan rakyat-rakyatku menikmati hidupnya tanpa ada beban tentang masalah ini. Biarkan mereka bersenang-senang dulu…” Ucap John Cameroon menolak ajakan Sam.
“Baiklah,aku hargai keputusan itu Presiden.”
15 hari sebebelum insiden terjadi…
Presiden Amerika serikat-John Cameroon duduk di salah satu kursi besar berwarna coklat di depan meja yang tertata rapih. Di belakangnya terdapat bendera biru-merah-putih dengan 50 bintang yang melambangkan jumlah Negara Amerika.
Di atas meja sudah tertata rapih beberapa Mic dari segala lebel acara berita di Amerika. Kilatan kamera serta alat perekam suara juga berada di dekatnya. Tak jauh di depannya berada beberapa kameramen dan wartawan yang sangat siap untuk mendokumentasikan beberapa kalimat yang Presiden John Cameroon ucapkan.
Kamera sudah mulai merekamnya. Beberapa monitor yang terpampang di gedung jalanan juga sudah mulai menayangkan berita mengerikan ini secara live. Semua orang yang melakukan aktivitas berhenti sesaat untuk melihat acara ini. Dunia seakan-akan berhenti kecuali untuk menatap monitor besar yang terpampang di salah sebuah Gedung disini.
“Saya Pemimpin rakyat Amerika,John Cameroon. Saya sekarang berada di hadapan kalian bukan sebagai Presiden Amerika serikat,melainkan Pemimpin umat manusia. Mengingat banyak bencana yang terjadi di sebagian Negara di Dunia initermasuk Amerika Serikat. beberapa Ilmuan,Profesor serta Anggota NASA mengabarkan bahwa Bumi kita tercinta ini akan hancur dalam waktu dekat. Untuk itu berita ini segera di publikasikan ke seluruh Negara. Para anggota Presiden di seluruh Negara sudah melakukan penggalangan untuk membuat 20.002 roket dengan kapasitas lebih dari 100 juta orang. Tanggal 30 November di harapkan bagi seluruh rakyat untuk datang ke Bandar Udara di Rusia sebelum pukul 6 pagi. Di harapkan membawa beberapa pakaian pribadi serta makanan yang cukup. Seluruh umat manusia akan di pindahkan ke Planet Mahameroon yang berada di Galaxy Supernova. Perjalanan di perkirakan sekitar satu tahun atau lebih. Seluruh penerbangan dari seluruh Negara ke Rusia adalah Gratis. Penerbangan akan di mulai dari hari ini. Sekali lagi,Saya Pemimpin rakyat Amerika dan Pemimpin umat manusia meminta maaf karena hal ini. Terima kasih.”
Presiden Cameroon segera pergi sebelum para wartawan kehausan info segera mengejarnya. Namun ada beberapa wartawan nakal yang mencoba mengejarnya dengan mulut komat-kamit yang terus mengucapkan segelintir pertanyaa. Para Penjaga Kepresidenan segera menghadang watawan itu dengan tubuh kekarnya.
Seluruh orang yang mendengar ini menjadi panic,RALAT! Sangat panic lebih tepatnya. Mereka yang berada di sekitar jalan raya besar itu berlari dengan kencangnya,ada yang segera mencari sanak keluarganya,menelfon seseorang untuk mengabarkan berita ini,mencari bahan makanan untuk bekal,bahkan ada juga yang mengabaikan berita ini.
Terserah bagi mereka mau percaya atau tidak. Tidak ada batasan bagi umat manusia untuk mempercayai atau tidak mempercayai berita ini. Sudahlah.
***
10 hari sebebelum insiden terjadi…
Halle,Quella serta Hanna datang mengunjungi Vaselive yang masih setia untuk memimpin proyek besar-besaran ini.
“Bagaimana kondisi saat ini?” tanya Halle. Pertanyaan ini,pertanyaan yang terus di tanyakannya setiap kali bertemu dengan Vaselive.
“80% hampir selesai. Aku tidak yakin apakah Proyek ini akan selesai tepat waktu atau tidak,jumlah pekerja disini menjadi 1000 pekerja. Jumlah roket di tambah menjadi 20.002, dua pesawat roket tambahan itu di gunakan untuk membuat hutan buatan. Dimana akan di gunakan taktik Coalescenceplane. Dimana itu adalah taktik persatuan pesawat. Jadi dari hasil hutan buatan itu kami akan mengelolah hutn buatan itu menjadi sebuah makanan yang siap di sajikan.” Jawab Vaselive dengan mantap.
Waw! Hebat bukan? Sudahlah akui saja,ini adalah metode baru. Lagipula,bodoh saja. Bagaimana bisa makanan bisa bertahan selama satu tahun? Berapa ton makanan yang harus di sajikan? Ini ide yang bagus!
“Itu sebuah ide yang bagus!” Hanna.
***
9 hari sebebelum insiden terjadi…
“Jaekyung-ah,kau sudah siap?” Tanya Taesun pada adik kecilnya.
“Tentu saja,makanan kita sudah membawa seluruhnya! Kita juga sudah berada di Rusia,kita hanya tinggal menaiki angkutan atau berjalan untuk kesana.” Jawab Jaekyung. Ya ampun,anak polos seperti dirinya. Apakah Tuhan akan menyelamatkannya dari bencana dahsyat yang akan melenyapkan bumi ini?
“Mulai malam ini,kau harus tidur bersama Noona! Arraseo (Mengerti)?”
“Wae? Akukan sudah 7 tahun,aku sudah besar! Lagipula,aku juga berani untuk tidur sendirian.”
“Kau mau tidak melihat Noona lagi?” Tanya Taesun sedikit ketus,Jaekyung menggelengkan kepalanya dengan cepat.Gadis itu segera memeluk adiknya.
***
8 hari sebebelum insiden terjadi…
Halle,Quella dan Hanna kembali ke Amerika. Mereka membawa beberapa peralatan yang ia butuhkan untuk di taruh di dalam tas mereka. Mereka sudah sangat bersiap,begitu juga dengan umat manusia lainnya. Bahkan ada beberapa yang sudah bersiap di Bandar Udara itu. Padahal,pesawat itu saja baru selesai 90%. Tapi ada sebuah masalah,apakah pesawat itu akan rterbang sempurna? Tidakkah mereka melakukan testdrive?
***
7 hari sebebelum insiden terjadi…
Semua pasokan makanan sudah tersedia. Beberapa tanah dan bibit pepohonan sudah siap di dekat Bandar udara. Anoa,Gajah putih,macan,singa,kelinci,ayam seluruh hewan yang di budidayakan sampai hewan ternak juga sudah berada disini.
Mereka gila! Mereka benar-benar akan membuat sebuah hutan buatan? Itu sangat gila? Belum di tambah dengan membuatnya di dalam sebuah pesawat roket? Oh Gosh!
Sebenarnya tak hanya itu. Vaselive,Profesor gila itu juga membuat sebuah laut buatan! Di dalam pesawat! Memang tidak ada alasan akankah laut buatan itu akan gagal,hancur atau apa. Vaselive sudah memperhitungkan ini dengan baik.
Tidak semua hewan di dunia ini akan di masukan  kedalam laut buatan di dalam pesawat itu. dari setiap jenis hewan,hanya ada setidaknya 6 hewan dengan jenis yang sama. Terkecuali ayam,sapi dan babi. Vaselive menambahkan jumlahnya menjadi 100. dKarena tidak mungkinkan,seluruh umat manusia harus memakan makanan instant atau sayuran setiap hari.
***
6 hari sebebelum insiden terjadi…
20.002 pesawat roket sudah di siapkan. 99,9% pesawat itu sudah utuh secara keseluruhan dan siap untuk meluncur terbang. Jangan di bayangkan berapa besar untuk satu pesawat roket ini,sudah pasti sangat besar bukan?
GAWAT!
Berita kali ini di kejutkan dengan Negara Thailand yang hilang. Negara asal Gajah putih itu menghilang di akibatkan karena gempa dan tsunami dahsyat yang berpusat disana.
Walaupun tidak semua,setidaknya 50% rakyat di Thailand selamat akibat bencana maut tersebut. Seluruh umat manusia sudah tak bisa untuk duduk dan berdiam diri tenang saja.  
Sungguh malang Bumi ini.
***
5 hari sebebelum insiden terjadi…
Beberapa hewan sudah di masukan ke dalam laut dan hutan buatan. Beberapa bibit pepohonan sudah di tanamkan di hutan buatan itu juga. GILA! Ini sangat gila! Beruntung sekali bahwa hutan buatan dan laut buatan itu berfungsi dengan baik.
Pesawat ini juga di lengkapi dengan listrik! Pembangkit tenaga listrik ini di ambil dari angin. Gila bukan? Hebat! Beberapa orang sudah memenuhi tempat ini,lebih banyak dari sebelumnya.
***
Hari pertama setelah kejadian…
5.30 Bandar Udara,Ibu kota Rusia,1 Desember 2089.
Ratusan,jutaan,ribuan,bahkan mungkin ratusan juta orang berkumpul disini. Mereka berkumpul untuk memulai sebuah kehidupan yang baru.
Sebuah pesawat kepresidenan Air Force one, sudah tiba di Bandar Udara. Ya,itu adalah pesawat yang membawa Presiden John Cameroon serta keluarganya. Dan disertai Azmy,Halle,Quella dan orang penting lainnya.
Semua orang memberikan jalan bagi Sang Presiden untuk berjalan. Dari ratusan Presiden di dunia ini,entah kenapa Presiden Cameroon seperti di beri jabatan lebih dari pada seorang Presiden. Hebat bukan?
Presiden Cameroon sudah berada di anak tangga tertinggi pesawat roket Air Force 001. Beliau terdiam sejenak,lalu berbalik kearah seluruh orang yang berada di bawahnya.
“Hari ini,kita akan memulai sebuah perjalanan menuju kehidupan yang baru. Tidak perlu takut karena tidak dapat tempat,turuti saja semua petugas disini agar perjalanan ini menjadi lancar.” Ucapnya sesaat sebelum melangkah masuk lagi.
Beliau menundukan kepala 90⁰ kepada semua rakyat di depannya,Beliau lalu melanjutkan perjalanannya masuk ke dalam pesawat itu. HEBAT! Percayalah! Ini adalah pesawat terbaik di dunia ini!
Salah seorang Pramugari menghampirinya,ia menunjukan jalan menuju lift. Presiden serta orang-orang di belakangnya mengikutinya. Mereka menuju lantai tertinggi,lantai 20 yang juga tersambung dengan pusat kendali pesawat ini.
Presiden di seluruh Negara menyambut mereka. Ya,mereka semua adalah orang-orang berpengaruh di tempat ini.
Orang pertama yang di jabat tangan oleh Presiden Cameroon adalah Hanna. Salah satu orang yang berperan penting dalam proyek besar ini. “Aku serahkan padamu,Hanna. Lakukanlah yang terbaik!” Ucap Presiden pada Hanna.
Satu persatu setiap orang masuk dengan perlahan. Pesawat Air Force 001 telah pas di penuhi dengan 5000 orang. Umat manusia lainnya akhirnya harus masuk ke dalam pesawat Air Force 002 dan seterusnya.
Di lain tempat…
Kringggg… Kringggg…
“Oh My God! Aku kesiangan!” Teriak Taesun bangkit dari tempat tidurnya. “Jaekyung-ah! Jaekyung-ah,Palli Irreona! ( cepat bangun!)” lanjutnya. Taesun segera mencari tasnya dan tas adiknya yang telah di siapkan jauh-jauh hari.
Jaekyung terbangun. “Noona,kita kesiangan!” teriak Jaekyung. “Ambil selimut itu dan aku menggendong tasku di depan,cepat naik pakai tas ini!” Teriak Taesun lagi. Jaekyung yang masih panik segera menggendong tasnya di punggungnya.
Taesun membantu menyelimuti tubuh Adiknya dengan selimut,ini masih pagi. Jika tidak seperti ini,ia akan kedinginan nanti! Taesun dengan cepat memakai jaketnya dan membawa jaket adiknya di taruh di tas yang berada di dadanya. Taesun kemudian menggendong adiknya lalu berlari dan turun dengan lift.
KOSONG. Tidak ada siapapun disini,Taesun tidak mempedulikan itu.Toh,ia tahu apa penyebab ini semua. Taesun berlari dengan tergesa-gesa,jarak dari sini ke Bandara itu cukup jauh.
Beberapa mobil terparkirankan di jalanan ini dengan asal,Taesun tetap berlari untuk sampai ketujuannya. Itu,sepedah itu! Ia selamat karena menemukan sepedah milik orang lain yang  terparkir disini.
Taesun segera mendudukan adiknya di kursi belakang dan mengayuh sepedah ini. Ia mengayuh dengan sangat cepat seperti dalam sebuah perlombaan.
STOPPPPP! Taesun mengerem paksa sepedah yang ia kayuh. Matanya tertuju pada seorang Pria,Nenek, dan Cucunya yang sedang terpimpa musibah. Mobil yang di kendarainya terbalik. Ia segera memarkirkan sepedah itu.
“Jaekyung,cepat turun dari sepedah itu dan ikut Noona!” Teriaknya. Taesun berlari kearah Nenek itu. Pria yang kemungkinan anaknya itu terus berusaha mengeluarkan Neneknya dari tempat itu. Cucunya yang berumur sekitar satu tahun sudah berhasil di keluarkan dari mobil itu. “Jaekyung-ah,Kau jaga adik kecil ini!” Perintahnya, Jaekyung segera menggeser tas bayi dan bayi itu sedikit menjauh.
“Tuan,dalam hitungan ketiga kita harus segera mengangkatnya!” Teriak Taesun dalam bahasa yang bisa di mengerti Pria itu, “1,2,3!” Lanjutnya. Ia dan Pria itu segera mengangkatnya,dan Nenek itu bisa menggerakan tubuhnya agar keluar dari tempat itu.
Berhasil! Nenek itu dapat keluar sekarang! Nafas Taesun dan Pria itu terengah-engah. “Tuan,disana! Ada mobil,kau bisa menyetirkan? Kita harus segera bergegas!” teriak Taesun,Pria itu berlari kea rah mobil yang di tuju. Sang Nenek membawa tas bayi dan menggendong cucunya,Taesun juga turun menggendong adiknya.
Mobil sudah siap untuk berangkat! Mungkin sang pemiliknya turun dari mobil dam berlari akibat Gempa di fajar ini,sehingga ia terpaksa meninggalkan mobilnya. Semua orang masuk kedalam,Pria itu segera menyetir dengan laju di atas normal.
Beberapa menit kemudian,mereka sampai. Semuanya berlari menuju salah satu pesawat itu,yaitu pesawat Air Force 001. Tampak sudah cukup sepi disini,pintu di setiap pesawat sudah tertutup rapih. 
Hanya tinggal pintu di pesawat itu,yang hampir tertutup. Pria itu berlari lebih kencang dari sebelumnya.
BRUKKKK…
Jaekyung terjatuh,”Nenek,cepatlah berlari! Aku akan menggendong adikku!” Teriak Taesun. Nenek yang sempat menghentikan langkahnya itu lalu berlari lagi, “Jaekyung,tahanlah sedikit rasa sakitnya!” Ucap Taesun pada Jaekyung. Jaekyung segera naik ke punggung Kakaknya lalu mereka berlari pergi.
Taesun, Nenek dan Pria tadi belum bisa di izinkan masuk. “Maaf,Tuan. Tapi kapasitas tempat ini sudah penuh! Anda harus mencari pesawat yang lain!” teriak salah seorang gadis penjaga dengan ketus.
“Tapi semuanya sudah tertutup! Bagaimana bisa kalian selamat dengan meninggalkan kami ?” Marah Pria itu sudah di atas normal. Apa Ia tidak memiliki hati? Mungkin saja.
“Coba carilah yang lain!” Teriaknya dengan ketus. Brelia Malvine Kim,gadis tak memiliki hati itu tetap kokoh pada penderiannya untuk tidak mengizinkan mereka masuk.
Disisi lain.
Presiden John Cameroon melihat ini dari dalam pesawat melalui jendela. Ia sangat geram melihat ini, Ia berusaha pergi kebawah namun sebuah tangan sudah menghentikannya.
“Presiden,Anda ingin pergi kemana? Pesawat akan segera meluncur!” Sial! Azmy,Assistant nya melarang untuk mengizinkannya pergi kesana. Tapi orang yang sedang di halanginya adalah seorang Presiden! Bagaimana bisa ia melihat beberapa rakyatnya mati begitu saja.
“Azmy! Apa kau tidak lihat? Mereka tak di izinkan masuk!” Teriak Presiden Cameroon cukup keras. Beberapa Presiden dan tamu Negara disana seketika menatap mereka.
“Presiden John Cameroon,pesawat ini mungkin sudah memenuhi kapasitas.jika di tambah lagi,apakau ingin melihat 5000 orang mati dengan sia-sia?” Tanya Azmy dengan sedikit beremosi. Benar juga! Jika pesawat ini tetap menampung mereka,bahaya besar mungkin terjadi. “Mereka hanya segelintir rakyat rendahan Rusia dan rakyat jelata dari Korea selatan,Presiden!” lanjutnya.
“Aku tidak peduli apa status dan darimana mereka berasal! Cepat carikan pesawat untuk menampung mereka,SEKARANG! Aku seorang Presiden! Bagaimana bisa kau menyuruhku melihat mereka mati begitu saja?” Teriaknya semakin kencang. Halle dan Quella datang lalu mencoba meleraikan mereka.
Azmy terdiam sesaat, “Tapi,Presiden bagaimana—“
“Jika kaau tidak menyuruh petugas itu untuk membukakan pintu,lebih baik kau dan seluruh orang disini melihatku mati bersama rakyat rendahan itu. melihat jutaan orang bisa hidup, namun harus menerima nasib melihat Bumi ini akan musnah.” Potong Presiden dengan tegas. Presiden John Cameroon menggerakan tangannya menyentuh bet yang terpasang di bahu kirinya. “Aku akan menyerahkan kedudukan dan semua jabatanku. Tolong—“
“Presiden Cameroon,tolong jangan lakukan hal ini!” Cegat Quella.
“A-aku akan segera menghubungi petugas itu,agar mereka mendapat tempat!” Sahut Azmy kemudian berjalan pergi. Ia mengambil telefonnya lalu menaruhnya di dekat telinganya.
Presiden Cameroon menenangkan dirinya lalu duduk di tempatnya kembali. Semua orang yang tadi menatapnya kini melakukan aktivitasnya kembali.
*
Brellia masih tetap kokoh untuk tidak membiarkan mereka masuk. Taesun tak tinggal diam melihat ini semua,”Tapi bisakah adikku dan bayi berumur satu tahun ini kau selamatkan? Aku yakin mereka tidak akan menyulitkan kalian. Setidaknya biarkan mereka melihat masa depannya. Tidak bisakah?” Tanyanya. Matanya memerah seketika.
“Sudah ku bilang tidak, Ya ti—“ Brellia berhenti sebentar dan mengambil handphone dari sakunya, “Yes,Of Cuorse.” Lanjutnya menutup sambungan telefonnya. Gadis itu kembali menatap mereka. Terlihat sekali mereka seperti mengingikan iba dari petugas itu,padahal mereka sama-sama rendahan.
“Presiden John Cameroon,Ia berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan kalian. Kalian harus berterima kasih padanya suatu hari nantin,disana….” Brellia kemudian menunjuk kepada sebuah pesawat tak jauh dari sini, “Disana mungkin masih muat,aku akan menghubungi mereka agar mereka membukakan pintu. Tapi—“
“Terima kasih atas kebaikanmu!” Ucap Taesun lalu menundudukan tubuhnya. Ia menggendong adiknya lagi kemudian mengajak beberapa orang disampingnya agar berlari menuju sebuah pintu pesawat yang baru terbuka itu.
Mereka semua menaiki tangga lalu masuk ke dalam pesawat itu,seorang penjaga kemudian menutup pintu automatis dan pintu segera tertutup.
Aroma tidak enak tercium sangat menyengat ketika baru beberapa langkah memasuki tempat ini. Semua orang menutup hidungnya dan terus mengoceh berkomentar tentang tempat ini.
Sungguh tidak layak.
Jelas saja,ini adalah pesawat untuk hutan buatan. Semua hewan tersimpan disini,jelas saja aroma tidak sedap tercium sampai sudut terpencil tempat ini. Alena menemukan sebuah tangga,ia menaiki tangga itu lalu beberapa orang di belakangnya mengikuti.
Mereka menaiki anak tangga itu satu persatu. Ayolah,ini hanya pesawat! Bukan sebuah gedung bertingkatkan? Mereka sudah cukup lelah sampai disini. Di lantai 15 di dekat pintu,setidaknya mereka cukup layak untuk beristirahat disini.
Hanya ada beberapa pepohonan,tidak! Ratusan pepohonan! Setidaknya hanya udara segar yang mampu masuk ke dalam hidungnya.
Semua orang duduk di lantai,sebuah monitor kecil yang tertempel di dinding pesawat tiba-tiba menyala dan menunjukan sebuah gambar. Kelima orang itu mendekat.
Ding Dong Ding…
“Kepada semua orang penumpang Air Force 001-20002 di harapkan bersiap-siap,karena pesawat akan meluncur di awali dengan Air Force 001.”
Suara yang terdengar dari monitor kecil tersebut. Setiap pesawat memiliki 20 lantai dengan ratusan ruang(pembatas),untuk satu lantai sekitar 20 monitor tertempel di dinding-dindingnya. Hebat bukan?
Semua orang saling berpegangan. tak ada permusuhan,tak ada kedamaian. Tak peduli apa warna kulit mereka,bentuk mata,kedudukan,dari mana mereka berasal,bahasa atau apapun itu. mereka semua saling berpegangan tanpa memandang satu sama lain.
@ Air Force-001.
Seorang Pilot sudah duduk rapih di tempat duduknya. Tunggu-tunggu,dia adalah seorang Pilot wanita! Pesawat ini adalah pesawat roket Kepresidenan,pastinya Pilot terlatihlah yang harus mengemudikan pesawat nan megah ini.
Tingginya sekitar 178 cm,warna kulitnya putih bersih berkebangsaan asli Amerika,wajahnya cantik,umurnya… belum menginjak kepala tiga pastinya. Aslyn Nicole Horan. Pilot wanita yang beruntung bisa menerbangkan pesawat roket menuju Galaxy yang lain.
Three,Two,One…
Udara mulai terasa sangat panas. Sebagian Negara sudah terkena gempa bumi dan tsunami,beberapa Negara lainnya juga sudah menghilang dari pandangan mata karena ambles kedalam bawah tanah. 20.002 roket sudah siap untuk sebuah peluncuran,detik berikutnya…
Sebuah peluncuran sebuah roket di mulai,detik berikutnya,roket-roket lain juga turut mengikutinya untuk memulai sebuah penerbangan. Roket-roket dengan penerbangan Air Force 001-20.002,sudah terbang di atas langit.
20.002 Roket yang berisi jutaan umat manusia yang selamat mulai mencari kehidupan baru. Sebuah kehidupan baru di mulai di Galaxy lain.
Sempurna. Semua pesawat roket berhasil di terbangkan,bahkan dalam hitungan detik pesawat terakhirpun sudah berada di atas langit tertinggi. Mereka semua sudah berada jauh di atas Bumi hanya dalam hitungan menit,RALAT! Dalam hitungan detik tepatnya.
Bagaimana tidak?
Kecepatan pesawat roket ini melebihi kecepatan cahaya. Jika kecepatan cahaya sekitr 300.000/sekon, kecepatan pesawat ini adalah 600.000/sekon. Hebat bukan? Pantas saja mereka sudah berada di jauh ketinggian Bumi dalam hitungan detik.
Pesawat ini lebih cepat dari cahaya,bahkan belum ada yang mampu menandingi pesawat ini,belum ada. Sebuah mahakarya dari Vaselive Jackson mampu membuat pesawat ini sangat istimewah dari apapun,dengan kecepatan 2x lipat dari kecepatan cahaya.
Disisi lain..
Jaekyung,anak yang berumur tujuh tahun itu melihat pemandangan indah-RALAT! Pemandangan mengerikan. Itu,bukankah itu Benua Eropa?
“Noona,bukankah itu Benua Eropa?” Tanya Jaekyung pada Kakaknya.
Taesun mendekat kea rah adiknya,tiba tiba—
Ding Dong Ding…
“Kepada seluruh penumpang,baru saja sebagian daerah utara Eropa telah hilang terkena Tsunami beberapa menit yang lalu…”
Mengharukan. Tempat pemakaman umum terendam air,bahkan beberapa Negarapun hilang begitu saja. Bumi tempat mereka berpijak dulu sekarang adalah tempat pemakaman mendadak. Dalam hitungan menit bahkan detik,jutaan orang terkubur begitu saja. Entah beruntung atau tidak,setidaknya mereka bisa menutup mata dengan tenang di Planet tempat mereka di lahirkan.
“Benar. Kau pasti senang karena bisa pergi ke luar angkasa,bukan?”
“Tentu saja,aku senang!”
“Excuse me?”sahut seseorang. Jaekyung dan Taesun membalikan tubuhnya,wanita paruh baya itu berjalan kea rah mereka berdua dengan anak dan cucunya. “Aku Yamashita Michiko,dan mereka adalah kedua cucuku Yakagami L dan Takeshi Minah.” Lanjutnya. Oh,jadi Pria itu bukan anaknya! Melainkan cucunya. Yakagami L umurnya baru menginjak 16 tahun.
“Kalian orang jepang? Aku Han Taesun dan adikku Han Jaekyung,aku berasal dari Korea.” Taesun memperkenalkan dirinya dan adiknya. Mereka membungkukan tubuhnya bergantian.
Tak begitu mengecewakan. Walaupun kelima orang itu harus tidur dan bermain bersama para hewan dan pepohonan,tapi itu tidak buruk. Mereka bisa memakan buah-buahan langsung dari pohonnya,pengalaman itu jarang sekali mereka lakukan saat di Bumi.
Setiap hari mereka melakukan aktivitas seperti itu. terkadang bermain bersama beberapa hewan,cukup menyenangkan.
***
Hari kedua setelah kejadian…
@ Air Force-001.
“Presiden Cameroon,jarak ratusan km dari sini. Itu adalah Matahari,bintang besar itutidak bekerja sebagaimana semestinya. Untung saja kita telah mengungsikan seluruh umat manusia,jika tidak…mungkin Bumi sudah di banjiri Sunrain.” Sahut Aslyn menunjuk pada kaca pesawatnya.
Sungguh terlihat jelas,walaupun dari kejauhan yang teramat jauh… Matahari terus memuntahkan Granula yang panasnya tak tertandingi itu. Granula merupakan semburan api yang menggumpal pada lapisan fotosfer,kadang-kadang sangat besar dan dahsyat sehingga terlihat dari Bumi. Melalui teleskop,granula Nampak seperti butiran padi yang cerah dengan diameter sampai 1.600 km.
“Sangat beruntung! Tapi berapa jauh lagi jarak menuju Galaksi Supernova?”
Aslyn terdiam sejenak. Dia bukan ahli astronomi ataupun bagian dari NASA. Dia hanya seorang Pilot yang bekerja di Amerika,bagaimana bisa ia menjawabnya? Walaupun sekarang ia harus menerbangkan sebuah pesawat menuju tempat itu,sebenarnya ia tidak tahu apa-apa tentang hal itu.
“Ermm,Aku sangat menyesal. Tapi aku tidak tahu mengenai astronomi,”Jawabnya. Aslyn memutar kursi putarnya,tangan kanannya dinaikan keatas. “Hanna! Kemarilah!” teriaknya.
Hanna mendekat kea rah Presiden Cameroon dan Aslyn. “Ada apa? apa yang bisa saya bantu?”
“Hanna,dimana letak Galaksi Supernova? Kita sudah berjalan cukup jauh.” Tanyanya.
Hanna melihat ke depan kaca yang nan megah ini,belum terlihat apapun. Samar-samar,hanya ada beberapa planet,asteroid,meteor,komet,bintang dan masih banyak lagi benda langit dengan bermacam ukuran. “Kita sudah berjalan sejauh mana?”
“Dari Bumi sudah 8.736.800.000 km.”
“Teruslah bergerak ke depan,akan terlihat Galaksi NG 8735v. Setelah itu berbelok kea rah timur laut,dan dari kejauhan sudah terlihat. Galaksi yang cukup besar berwarna merah.” Ucap Hanna dengan santainya. Apakah peta alam semesta ini berada di otaknya,huh?
“Baiklah,Aslyn terus bergerak seperti apa yang di suruh Hanna.” Ujar Presiden Cameroon lalu merapihkan posisi pakaiannya.
Azmy berjalan mendekat kea rah Presiden,“Presiden Cameroon,Presiden Hillary ingin berbicara…” Bisiknya. Presiden Cameroon mengerti,ia segera berpamit lalu menemui Presiden Hillary. Presiden wanita yang sekarang menjabat di Australia.
***
Hari ke-25 setelah kejadian…
Taesun atau Alena melihat pesawat Air Force-001 dari salah satu jendela lingkaran disana,pesawat itu sedang berjejer dengannya. Terkadang matanya juga menatap ke arah pesawat yang lainnya.
“4990,5031,5040,5100…” Gumam Alena.
Ding Dong Ding…
“Perhatian kepada semua penumpang. Beberapa saat lagi akan di lakukan Coalescenceplane dengan pesawat 20002 dimulai dari pesawat 001,002 dan seterusnya. Pembagian makanan akan di berikan 1 jam lagi di setiap lantai,terima kasih…”
BINGO.
Otak pintar Alena bekerja dengan sangat baik,dalam hitungan detik semua ide besar tergambar dalam fikirannya. “L,kau bawa tas bukan? Ambil beberapa buah dan segera masukan ke dalam tasmu. Semua orang tolong bersiap!” teriak Alena dengan sedikit panik.
“Apa yang terjadi?” Tanya Nenek Yamashita.
Coalescenceplane ,Adalah persatuan pesawat. Beberapa pintu ini dengan pintu pesawat 001 akan di gabungkan,kita bisa menyelinap kesana.”  Jawabnya. Alena segera mencari tasnya dan merapihkan beberapa peralatannya.
“Tapi bukankah pesawat itu sudah penuh?”
“Belum! Mereka berbohong! Bahkan bisa lebih dari 10 orang untuk masuk ke dalam pesawat itu.Nek,selama satu tahun,kita tidak akan memungkin terus berdiam diri disini.”
Nenek Yamashita juga Nampak setuju dengan ide Alena. Ia segera merapihkan tasnya dan menggendong cucunya,Minah. L kembali setelah mengambil beberapa buah dari pohonnya. Alena menggendong adiknya di punggungnya. Mereka semua sudah sangat siap.
Tut tut—
Sepertinya beberapa orang akan keluar dari lantai 20.  Mereka berlima segera bersembunyi,agar tidak terlihat.
Kedua pesawat semakin mendekat,dan… KRIKK. Pesawt sudah menyatu,beberapa pintu sudah di gabungkan dan terbuka. Ini terlalu hebat! Ternyata sudah di buat jalan seperti terowongan automatis saat kedua pintu saling terbuka.
Beberapa orang dari pesawat sedang mendorong setumpuk keranjang yang berisikan buah-buahan dan makanan siap saji.
Beberapa pengawas mendorong setumpuk keranjang itu kepesawat lainnya. “Aku punya ide! Pengawas itu akan kembali kesini lalu mengambil beberapa makanan lalu kembali ke mengantarkan pesawat. Pada saat itu kita semua harus segera mengendap-endap berjalan…” bisik Alena. Semua orang mengerti.

=== TBC ===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar