Minggu, 26 Oktober 2014

FF Training [EXO SERIES] - Part 4

PART4
“Kalau begitu tidurlah,aku hanya meminjam keyboardmu. Setelah aku selesai,aku akan kembali ke kamarku. Tidak usah khawatir…” sama seperti sebelumnya,Richan masih fokus pada pekerjaannya.
Kai berdiri dari tempatnya,”Aku akan masuk ke kamar,tutup saja pintunya jika kau sudah selesai. Aku akan memindahkan keyboardnya besok.” Kai berpesan. Kai berjalan menuju kamarnya yang tak begitu jauh.
“Arra,” Jawab Richan mengerti,”Jalja…” Kai berhenti dan berbalik menatap gadis itu? Apa kupingnya tidak bermasalah? Kai mendengar ucapan selamat tidur dari orang lain.
Kai membetulkan tenggorokannya,”Ekhem.” Bagaimanapun,ia harus tetap ingat dengan siapa dirinya sekarang,Kai harus memiliki jiwa idol dan tidak boleh di anggap rendah atau murahan hanya karena kalimat itu. Kai masuk ke kamarnya dan Richan kembali pada pekerjaanya…lagi.
Richan mengecek waktu pada layar ponselnya,sudah jam 10 malam. Richan menguap,”Hoaammm,” rasa kantuk akhirnya datang,”aku akan tidur dua puluh menit saja,setelah itu aku akan melanjutkannya lagi.” Janjinya pada diri sendiri.
Richan mereganggkan ototnya dan kedua tangannya membuat siku,ia tidur.
Waktu terus berganti.
Siapa sangka,matahari sudah terbit. Jam menunjukan pukul 6.30 pagi. Para Trainee sudah pergi meninggalkan mereka berdua. Kai keluar dari kamarnya,”Hoamm…” ia menguap. Kai bersandar di dekat pintu menatap Richan yang masih tertidur dengan samar-samar. Kai mengucek salah satu matanya. “AAAAA!” Ia berteriak.
Richan sontak bangun karena alert yang di buat oleh teriakan Kai di pagi hari. Richan terbangun setelah sadar ia bukan di kamarnya. Richan segera berdiri dan panik,Kai menatap jam dindingnya.
Kita terlambat, “Cepat ganti bajumu,aku akan menunggu dibawah. Kita pergi naik taksi!” suruhnya,Richan mengambil peralatannya dan pergi.
*
Keduanya memutuskan pergu dengan menggunakan taksi,semoga saja tidak aga yang melihat kedatangannya. Kai keluar lebih dahulu,setelah beberapa saat Richan keluar.
Ckrikk.. Cekrikk..
Kilatin blitz berasal dari salah satu ponsel di lantai 10. Keduanya berpisah,Richan pergi ke ruang latihannya,begitupun dengan Kai. Human Network,sejenis sosial media untuk SWE menjadi salah satu aplikasi yang banyak di gunakan saat ini.
Pasalnya,berita fakta bercampur hoax ada di dalamnya,kali ini yang menjadi pusat perhatian adalah Richan. Kasus tentang apa yang terjadi dengan dirinya dan Kai? Mengapa mereka bisa bersama?
Richan melanjutkan pekerjaanya,tiga orang gadis datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “YA!!” Bora berteriak,hal ini mengagetkan Richan dan membuatnya harus berdiri.
“Apa aku membuat kesalahan?” Richan bertanya dengan polosnya. Sungguh,ia tidak tahu hal yang sedang terjadi saat ini.
“Kau masih bertanya?” Bora meninggikan suaranya,PLAAKK! Semburat merah muncul di pipi kiri Richan karena tamparan Bora. Uee dan Jiwonpun kaget oleh tindakan Bora secara refleks tersebut. “Itu pantas untukmu!”
“YA! Ada apa denganmu? Berani sekali kau menganggap Trainee baru sepertiku rendah!” Richan memegang pipinya yang sakit.
“Kau sudah menggoda Lee Taepyeonim,lalu beberapa hari yang lalu Eunhyuk Sunbae,dan sekarang kau mencoba bermain-main dengan Kai Sunbaenim? Gadis macam apa kau ini!” kalimat kasar muncul dari mulutnya,itu cukup membuat hati Richan tergores. Namun ia belum mengerti apa yang terjadi.
Uee mengeluarkan handphonenya,ia memperlihatkan sebuah foto dimana Kai dan Richan keluar dari taksi yang sama beberapa saat yang lalu. “A-aku bisa menjelaskan foto itu.” Richan gelagapan di buatnya.
“Dasar gadis murahan!” Bora mendorongnya sehingga Richan terjatuh,Ia mengambil beberapa kertas di atas keyboard dan menyobeknya di depan mata Richan. Hal ini membuat Richan berkaca-kaca,kerja kerasnya selama ini. “Aku ingatkan kau untuk menjauh dari Kai Sunbaenim! Atau—“
Uee dan Jiwon memegangi kedua tangan Bora,”Bora,sudahlah hentikan. Kita akan dimarahi jika orang lain melihat hal ini,kurasa itu sudah cukup untuknya.”Rencana Bora untuk mencoba menampar lagi akhirnya gagal.
“Benar,kita akan segera debut! Kita harus menjaga sikap kita…”Uee berkomentar,kedua temanya akhirnya membawa Bora pergi dari tempat itu.
Richan menatap nanar sobekan kertas di depannya,rasa sakit dipipinya,lalu perkataan tentang gadis murahan yang membuat hatinya tergores, dan sekarang kerja kerasnya yang sama sekali tidak di hargai seolah itu adalah sampah.
Hanya karena hal ini Richan tidak mau di anggap lemah,ia memungut kertas tersebut dan membuangnya ketempat sampah dengan berat hati. Richan menulis ulang bait lagu di kertas baru. Lupakan tentang not balok,Richan akan memulainya dari awal. Setidaknya kerja kerasnya sebelumnya baru 65% selesai.
Masalah muncul dalam otaknya,apa yang harus ia katakan pada Kai nanti?
Berjam-jam ia lakukan hanya dengan hal sia-sia. Ia bukan memikirkan tentang nasib lagunya,tapi apa yang harus ia katakana pada Kai nanti. Sempurna sekali hidupnya,Park Richan!
Terlintas di benaknya dengan berbohong,ia tahu bahwa itu adalah perbuatan jahat. Tapi ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Kai,baginya ini adalah cara terakhir.
Kai menatap Richan di balik pintu,menurutnya sekarang Richan mungkin sedang berfikir untuk menentukan nada. Kyuhyun datang dan mengagetkan Kai. “Jongin-ah,aku ingin bermain Starcraftku. Kau sudah selesai meminjamnyakan?” Tanya Kyuhyun langsung pada intinya.
“Ah,kaset itu. Menurutku itu tidak seru dan hanya membuan waktuku saja.” Jawab Kai dengan santai.
“Tidak seru? Membuang waktumu?”Kyuhyun tak percaya,”Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu!” Kyuhyun memarahinya.
“Aish,Hyung. Jika aku menang aku akan comeback dengan single pertamaku,dan aku harus banyak berlatih…”
“YA! Aku berada di level jauh di atasmu,aku sudah berada di dunia hiburan selama delapan tahun,dengan banyak jadwal setiap harinya,namun aku masih bisa memainkannya kapan saja. Dan itu tidak membuang waktuku!” Kyuhyun menjadi kesal,’Mianhae’ satu kata yang di ucapkan Kai,”Kalau begitu kembalikan! Aku ingin bermain starcraftku hari ini.”
“Aku tidak membawanya,Hyung.” Gila saja,untuk apa kaset permain dibawa Kai saat sedang bekerja dan dia juga bukan penggemar Starcraft. “Jadi aku menaruhnya di meja dekat TV kamarku!” lanjutnya.
“Aish! Kau ini!” Kyuhyun berdecak kesal,”Kalau begitu bekerja keraslah!” Ucap Kyuhyun sebelum pergi. Kai kembali menyendiri,ia menatap Richan lagi. Menurutnya wajah dan postur tubuhnya tidak begitu buruk. Cukup sudah ilusinasi Kai tentang Richan,lebih baik ia pergi dari sini. Saatnya pulang.
*
Jam dinding sudah menunjukan pukul 18.10 Malam hari.
Richan duduk di lantai bersama dengan Kai yang sudah mempersiapkan air untuknya berdua. Terlihat sedikit keraguan di wajah Richan,ia hanya memantapkan hatinya untuk melakukan hal ini.
“Bagaimana,kau sudah selesai dengan lagumu?” Tanya Kai. OhTuhan,baru beberapa menit ia bertemu,kenapa opening harus di hiasi dengan pertanyaan laknat untuk Richan?
“Hmm,menurutku itu jelek,”Richan menjawabnya,lirik lagu sudah bagus dan hanya dengan sedikit perbaikan pada nada sudah membuat lagu itu sempurna. “Menurutku akan lebih baik jika dengan instrument gitar,bagaimana menurutmu?”
“Aish,itu hanya memperlambat pekerjaan!” Kai marah,”Katakan padaku hal sejujurnya!” Ia menuntutnya.
“Tidak ada yang kusembunyikan,instrument gitar menurutku jauh lebih baik.” Jawabnya santai. Kai menatapnya marah,Richan menundukan kepalanya. “Bora menyobek hasil kerjaku,Ia marah karena melihat kita pergi bersama tadi pagi. Kau puas?!”
Kai membuang nafasnya,”Kau sungguh tidak bisa di percaya!”
“Tunggu dulu! Aku sudah memfikirkan ini sejak tadi siang,jika kau bernyanyi lalu di iringi dengan gitar bukankah terdengar lebih bagus? Menurutku ini bagus untuk single albummu. Kim Jiyoung dan Sungha Jung saat berduet dengan That XX,tidakkah itu menarik? Jadi lagumu akan berpusat pada suaramu. Kau penyanyi solo,apalagi yang di nilai selain suaramu?” Oh,kalimat terakhir itu entah datangnya darimana. Richan hanya merangkainya dengan asal yang bisa meyakinkan Kai.
“Kau tidak tahu siapa-siapa,darimana kau tahu GDragon dan Sungha Jung?” Kai menyelidik.
“Tadi siang aku baru mencarinya di internet,” Jawab Richan dengan jujur,”Selain tentang pekerjaan,aku sarankan agar kita tidak saling mendekati satu sama lain. Itu akan menyulitkanku.”
“Baiklah,”Kai menyutujui dan berdiri,ia kembali dengan gitar di tangannya dan memberikan kepada Richan. “Itu gitar dari fansku,untuk itu kau harus hati-hati.” Kai berpesan,Ia merebahkan tubuhnya di sofa seperti biasa dan Richan dengan pekerjaannya.
Pukul 20.30 malam.
Kai mendengarkan permainan gitar Richan sedari tadi,tidak buruk. Malah ini berkesan lebih baik,nadanya santai dan tidak terlalu elegan. Richan telah menguasai gitar sejak sekolah menengah pertama,tidak buruk pengetahuannya dengan gitar,jadi mudah baginya menyusuaikan diri.
“Jongin-ah!!” Suara teriakan terdengar di luar pintu. Richan maupun Kai menghentikan aktifitasnya dan saling menatap satu sama lain.
“Kyuhyun sunbae,kita tidak bisa ketahuan dengan keadaan seperti ini. Kita harus bersembunyi!” Ucapnya panik.
Kai berdiri dengan refleks begitupun juga dengan Richan.”Masuk ke lemari pakaianku!” Idenya datang entah darimana. Kai memimpin sedikit berlari,Richan mengikuti di belakang. Tak sengaja kakinya menabrak gitar di lantai sehingga menimbulkan bunyi,namun tidak terlalu kencang.
Kai membukakan pintu lemarinya dan menyuruh Richan masuk,Kai ikut masuk dan segera menutup pintu lemarinya,keduanya saling berhadapan.
Kyuhyun dari luar mengetuk pintu,”Jongin-ah,aku masuk!” Ucapnya,Kyuhyun masuk dan memeriksa. Ia yakin bahwa ada suara sebelum ia masuk kesini,namun tidak ada orang satupun disini,Kyuhyun pergi ke kamar Kai namun tidak ada orang,kamar mandi terbuka dan dapur juga kosong.
“Mungkin aku salah dengar,”Gumam Kyuhyun dan kembali ke ruang utama,”Jongin-ah,aku mengambil kasetku!” Teriaknya,Kyuhyun berlari ketakutan. Jelas saja,jika ada suara dan tidak ada orang,apalagi kemungkinan yang di fikirkan Kyuhyun?
Di waktu sebelumnya,nafas Richan terengah-engah ketakutan. Ia hanya berfikir bahwa dirinya saja yang mengumpat,namun nyatanya Kai juga. “YA! Bagaimana kau bisa—“
“TSHHT!” Kai menutup mulut Richan dengan telapak tangannya agar gadis di depannya itu tidak bisa berteriak,”Apa menurutmu yang di fikirkan Kyuhyun jika kita seperti ini?” Kai memarahi.
Terdengar suara pintu,itu artinya Kyuhyun baru saja pergi. Richan menjadi kesal,Kai memegangi gagang pintu kecil dengan tangan kirinya,Richan mencoba membukanya tapi Kai menghalangi. “YA! Aku mau pergi! Disini tidak ada udara! Kita bisa berebutan oksigen di tempat sekecil ini!” Richan memarahi.
“Aku bisa memberimu nafas buatan.” Gumamnya. Oh,Tuhan! Dari mana asalnya itu berasal,apa yang yang salah dengan Kai?
Richan terdiam,matanya berkedip tak sempurna karena perasaannya yang bercampur aduk. “YA! Ini sudah hampir jam 10 mungkin,tidak ada cahaya dan tidak ada udara. Aku ingin keluar dan menyelesaikan pekerjaanku!” Ucapnya sedikit berteriak.
“Sebentar lagi…aku nyaman dengan keadaan seperti ini.” Kai sudah benar-benar sakit! Apa mungkin ia tertekan karena suatu hal? Richan menyerah,ia menunduk dan menatap hal lain. Kai menatap wajah Richan dari dekat.
Beberapa menit berlalu,dengan posisi yang sama. Tangan kanan Richan diatas tangan Kai dan menundukan wajahnya,begitupun dengan Kai. Terlintas ide di otak Richan,Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kai,tangan kirinya terangkat dan perlahan tangan kanannya melepas dan memposisikan sejajar dengan tangan kirinya. “Kai,mianhae…” Ucapnya samar.
Kai tidak bisa mendengar dengan baik,”Apa yang baru saja kau katakan?”
“Aku mengatakan,” Ia berhenti sesaat dan BRUKK! Kedua tangannya mendorong tubuh Kai sehingga pintu terbuka dan ia jatuh,Richan keluar dari lemari sempit itu dan bernafas sebanyak-banyaknya. “Tadi aku mengatakan MIANHAE!” Richan berdecak kesal dan meninggalkan Kai.
“YA! Kau mau pergi kemana?”Kai berteriak.
“Pulang!” Jawabnya santai,Richan mengambil barangnya dan pergi dari tempat ini.
*
Richan baru saja menyelesaikan pembuatan lagunya,cukup menarik. Sudah saatnya baginya untuk merekam hasil kerjanya,Richan bernyanyi di iringin oleh gitar. Rekaman selesai,Richan bernafas lega. Ia mengetik ‘Song for you’ dan mengirimkan pada Kai.

Di lain tempat,Kai baru saja melatih suaranya, ia duduk di kursi yang tersedia dan meneguk air dingin dalam botol kemasan. Kai mengambil handphone dan melihat sebuah pesan masuk dari Richan, ia membukanya dan…
===TBC===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar