Minggu, 19 Oktober 2014

FF Training [EXO Series] - Part 2

PART 2
“Wah,daebak!” seseorang masuk dan langsung memuji Richan. Tapi,milik siapa suara itu? Ya dia Eunhyuk,”besok evaluasi dan jangan katakan kau sedang membuat lagu untuk evaluasi esok.”
“Baiklah,aku tidak akan menjawabnya!”
“Benarkah?” Eunhyuk terkejut,”apa saja yang kau lakukan sampai saat ini,Richan? Kau bahkan belum membuat lagu satupun?”
“Aku sudah membuatnya dan seharusnya hari ini selesai,namun sayangnya… sebuah insiden terjadi dan laguku rusak oleh ulah yang kuperbuat diriku sendiri!” Richan mempercepat nada bicaranya. “Dan jika kau tidak keberatan,bisakah kau pergi dari ruang ini dan membiarkan aku untuk membuat lagu? Karena otak benar-benar tidak bekerja saat ini!” Richan memberikan penekanan di akhir kalimatnya.
“Aku hanya ingin membantumu…” Eunhyuk terdiam sejenak, “Jika kau tidak tahu apa yang ingin kau tulis,tulis saja beberapa kisah keadaan dirimu melewati masa training ini. Dan…” Hyukjae menggantung kalimatnya, “Kau tak usah menyuruhku pergi karena aku bisa pergi sendiri!” Eunhyuk menutup pintu dengan keras.
Richan mengulang beberapa kali kalimat yang Eunhyuk ucapkan. Ia kemudian menuliskan beberapa kalimat yang ia rasakan sampai saat ini ketika menjadi seorang Trainee.
Waktu yang tersisa 15 jam lagi karena ini sudah sore.
Lirik lagu akhirnya sudah di buat,Richan hanya perlu membuat beberapa irama agar lirik itu terdengar indah.
*
Lee Taepyeonim berkunjung ke ruang latihan dimana Kai berada. “Kai,bulan depan kau tahu best artist of the year,kan? Kau masuk nominasi bersama dengan Eunhyuk,Kyuhyun,Jungkook dan donghae. Dan voting bukan hanya berasal dari poling fans,namun 50% di ambil dari 1500 trainee disini.” Ia mengingatkan. Kai diam sejenak.
“Ne,Taepyeonim. Aku akan melakukan yang terbaik.” Kai menjawab dengan penuh kepercayaan diri. Mereka semua adalah lawan yang cukup sulit,namun bagi Kai,Eunhyuk adalah lawan abadinya. Hm,sejak mereka pertama kali bertemu saat sekolah pendidikan dasar.
“Aku cukup berharap padamu,Kai.” Ucap Lee Jeongsuk sebelum pergi.
Kai menatap dirinya dari pantulan cermin,jiwa kompetisinya bangkit kembali. Oh,sungguh! Dia benar-benar menyeramkan saat ini. Kai duduk dan mengirim pesan pada supir bus agar tidak usah menunggunya. Dan kebetulan Richan juga melakukan hal yang sama beberapa menit yang lalu.
Tepat jam sembilan malam.
Para Trainee pergi bergiliran. Ya,Trainee menginjak debut lebih cepat masa pelatihannya daripada Trainee baru.
*
Richan terus menerus menekan keyboardnya,nada menurutnya adalah faktor utama. Benar bukan? Seindah apapun lirik belum begitu maksimal tanpa nada yang indah. Rambutnya berantakan seperti orang yang baru saja putus kerja,terkadang ia kesal sampai menekan dengan kasar keyboardnya.
Kali ini jam sudah berada di angka 10 malam,sepi sekali. Tak ada orang satupun selain beberapa petugas malam,ini sudah saatnya bagi Kai untuk pulang dan beristirahat. Besok toh ia juga akan menjadi juri untuk evaluasi.
Richan menjernihkan fikirannya,membuka kembali otaknya yang sempat rusak. Ia bernyanyi sambil terus mencoba mencari nada,walau tak sampai satu menit ia sudah merusak rambutnya karena salah lagi. Tapi setidaknya ia tak mau menyerah sampai titik darah penghabisan.
Kai kebetulan melewati ruang latihan Richan,Suara indah yang dengan cepat menjadai suara kasar nan mengganggu telinga itu mengalihkan perhatiaanya. Kai melihatnya,Richan sudang bekerja keras.
Kai tentu saja mengenali siapa pemilik wajah itu,orang baru yang baru di kenalnya dan telah membuatnya marah. Tunggu kenal? Nama saja Kai tidak tahu siapa. Tangan Kai terangkat keudara lalu ia hempaskan lagi ke bawah. Kai berniat untuk mengetuk pintu transparent itu dan memberitahunya kalau sekarang sudah larut malam,tapi tampaknya ia sangat bersungguh-sungguh dan tidak mempedulika apa yang terjadi saat ini.
Kai akhirnya memutuskan untuk pulang ke asrama dan Richan masih bekerja pada kerjaanya.
***
7.30 pagi.
Richan baru saja menyelesaikan lagunya,Ia bisa bernafas lega. Matanya sudah sangat berat,Ia tak sempat untuk melihat jam berapa sekarang dan memutuskan untuk tidur di kursinya. Ia sangat lelah sekarang.
Para Trainee sudah datang,beberapa dari mereka juga masih ada yang berlatih agar bisa tampil maksimal di hadapan Sunbaenya… Kai,Eunhyuk dan Kyuhyun.
Eunhyuk teringat dengan Richan,ia memutuskan untuk ke ruangannya dan benar,Richan tetidur di tempat ini. Eunhyuk berjalan dengan perlahan. DORR! Ia membangunkan Richan dengan cara yang mengagetkan.
Richan sontak bangun dan membuka matanya walau dalam keadaan berat. Richan memfokuskan matanya dan melihat siapa pengganggunya saat ini. “Ah,Waeyo??!!” Richan berteriak dengan kasar.
“YA! Kau meneriakiku! Itu melanggar norma sebagai Trainee!” Eunhyuk tak kalah berteriak.
“YA! Kau membangunkanku hanya untuk ini? Eunhyuk-ssi,aku baru saja tidur 10 menit yang lalu…jadi biarkan aku tidur setidaknya 20 menit lagi,Okay?” Richan membuat kesepakatan dan kembali menaruh kepalanya di atas tangannya.
“YA! 10 menit lagi jam 8 pagi! Kau harus evaluasi!” Eunhyuk berteriak dengan kencang.
Richan berdiri tegak sampai membuat beberapa kertas di atas keyboard terjatuh dan bercampur dengan kertas yang lainnya. Teriakan itu ibarat terompet sangkakalanya. “MWO? Pagi? Aku berada disini selama satu hari penuh? Dan sekarang sudah jam 8.00 pagi? Aku bahkan belum sempat makan sejak kemarin…” Richan histeris dengan dirinya sendiri.
Toktok..
“Eunhyuk-ssi,kau harus ke ruang evaluasi sekarang. Para Trainee sudah siap!” teriak salah satu staff perempuan.
“Oke,baiklah.” Jawab Eunhyuk dengan tersenyum,Ia kembali menatap Richan setelah staff itu pergi. “Kau bisa makan nanti,bagaimana dengan lagumu?” tanyanya.
“Lagu? Aku sudah membuatnya disini!” jawabnya dengan semangat mengangkat salah satu kertas yang ia ambil asal.
“Itu? Itu hanya kertas kosong!”
“MWO?” Richan memeriksa kembali dan benar! Itu kertas putih kosong,ia melihat keadaan di sekelilingnya. Penuh dengan sampah,bahkan kertas baru dengan kertas lagunya berantakan dimana-mana. LAGUNYA! LAGU YANG SUDAH DI BUATNYA!
“YA! Kau ini bagaimana! Kau nomor urut 20 kan? Cepat cari kertasmu dan ke ruangan! Lagumu pasti berada di sekitar sini…” Eunhyuk menenanginya. “Aku pergi dulu!” ucapnya acuh dan meninggalkan Richan begitu saja.
Richan mengacak-acak rambutnya. Memang benar lagunya berada di sekitar daerah ini,disekitar tumpukan kertas-kertas. “AAAA!” Richan berteriak frustasi. Ia duduk di lantai dan memisahkan kertas bola dan kertas datar. Mana mungkinkan lagunya ia buat menjadi kertas bola sampah,ya jika itu bukan lagu yang sebenarnya.
Detak jantungnya berdetak cepat,ia sangat takut. Ia memeriksa di bawah kursi dan di tumpukan kertas berserakan miliknya,oh bantulah dia! Sudah beberapa menit berlalu. Richan kembali mengacak rambutnya frustasi.
Seperti di berikan sebuah keajaiban yang luar biasa. Richan mengangkat salah satu kertas ke udara. Itu lagunya! Lirik lagu dengan not angka dan not balok miliknya yang sudah 100% selesai akhirnya bisa ia temukan.
Tanpa aba-aba,Ia langsung berlari ke lift dengan keadaannya seperti itu. Lupakan tentang makan,mandi dan sejenisnya. Lift berjalan cukup lambat,Ia menggunakan waktu itu dengan melihat liriknya sekilas dan menghafalnya kilat. Itu memang lagu buatannya,tapi dengan otak yang penuh itu,mana mungkin ia bisa hafal. Untungnya semalam ia terus mengulang nada dan masih ada beberapa yang tersimpan di otaknya.
Pintu lift terbuka,Richan segera keluar dengan mata berfokus pada lirik di depannya. Para Trainee lain yang menunggu giliran tentu saja menatapnya dan bagus! Ia menjadi pusat perhatian.
“Richan! Cepat masuk! Sekarang giliranmu!” teriak staff yang sudah membukakan pintu untuknya. Richan berlari beberapa langkah dan masuk ke ruangan itu. Pintu di tutup oleh staff. Staff itu mengisyaratkan dengan bahasa tubuhnya, “Matilah anak itu…” gumamnya.
“Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa jurinya adalah Kai Sunbae!” celetos Bora yang menunggu di kursinya dengan trainee yang lain.
*
Richan langsung membungkukan tubuhnya,”Jeosonghamnida,aku terlambat.” Ucapnya. Ketiga staff memasang muka aneh,Eunhyukpun juga. Lihat saja dirinya! Rambut lurusnya berubah menjadi rambut nenek sihir,matanya hitam,bibirnya pucat,pakaiannya juga berantakan.
Kyuhyun melihat daftar nama di listnya,”Richan,rambutmu…” ucapnya mengingatkan.
“Oh!” Richan teringat dan langsung merapikan rambutnynya,Ia bahkan membiarkan kertas perantara hidup dan matinya itu jatuh. Rambut tidak penting,Richan membungkuk dan mengambil kertasnya dan kembali meminta maaf,”Jeosonghamnida, aku—“
“YA! Cepat saja nyanyikan lagumu,Trainee yang lain sudah lama menunggu!” teriak Kai membuat dua orang di sampingnya bingung.
Richan menelan ludahnya,Ia berjalan kedepan dan memberikan kertasnya pada Eunhyuk yang kebetulan ia duduk di bagian tengah. Richan kembali ke tengah,ia duduk di kursi dan tangan sudah siap di atas keyboard. “Baiklah,aku akan memulai sekarang…”
Richan mulai memainkan beberapa nada dan mulai bernyanyi,suaranya cukup serak terdengar. Satu hari penuh tak minum dan ia bernyanyi sepanjang malam,tak mustahilkan.
Richan POV.
“Oh,matilah aku! Apa kelanjutannya…” Batinku dalam hati. Aku benar-benar lupa bait dan nada terakhir. aku berhenti beberapa detik,ketiga juri di depanku pastinya menatapku lebih dalam. AYOLAH!
Otakku bekerja dengan cepat tuntutan dariku,masa bodo dengan nada dan lirik di kertas itu.
Tak peduli ribuan orang menghinaku,
Aku adalah si bisu yang bisa berbicara dalam kesunyian,
Tertawa dalam hati,menangis dengan semua kekacauan,
Apakah aku salah memasuki dunia?
Tak--- satupun menjawabnya,
Dunia ini sangat kejam…
I don’t care~
Entah darimana keberuntunganku berasal. Aku hanya mengikuti apa yang Eunhyuk katakan,lagu tentang keadaanku. Untungnya aku bisa menyesuaikan nada keyboard dengan nada lirik yang aku nyanyikan.
Author POV.
Ketika orang itu terdiam beberapa saat.
Kai mulai membuka mulutnya untuk berkomentar,”Lirik yang kau buat terlalu berlebihan. seolah kau menyindir banyak orang di sekitarmu dan menyalahkan dirimu sendiri. Kau lupa nada di bagian akhir! Suaramu sungguh,uh…”Kai berhenti beberapa saat dan menggelengkan kepala,”aku sungguh tidak mengerti kenapa kau bisa lolos audisi. Seorang penulis lagu harus mendalami perasaan lagunya,tapi tidak sadar bahwa lagu yang kau buat bisa menyindir seseorang dengan terlalu jelas! Apakah lagu itu bisa terjual laku? Siapa yang berani menyanyikannya? Dan kau—“ Kai berhenti,gadis itu dengan berani memotong ucapannya.
“YA! Siapa kau sebenarnya? Apa kau penulis lagu? Hah? Apa menurutmu seseorang pemula sepertiku bisa membuat lagu dalam satu hari penuh?” Amarah Richan sudah tidak bisa tertahan lagi. Tapi setidaknya ia harus tahu diri dengan siapa dan dengan keadaan apa ia sedang berbicara. Bahkan beberapa orang di luar ruangan kaget mendengar ini,suara pertengkaran mereka terdengar jelas!.
“YA!” Kai berteriak tak kalah kencangnya.
“Ekhem,Ekhem!” keduanya berhenti saat Kyuhyun menyindir mereka dengan mengecek suaranya. “Richan-ssi,sebenarnya Kai adalah seorang Penyanyi solo dan penulis lagu.” Lanjut Kyuhyun sambil menundukan kepalanya berkomentar.
Richan membeku di tempat,Richan menunduk dan menutup matanya sebentar,”MATILAH AKU!” batinya. Ia menaikan kepalanya dan tersenyum,”Aku bahkan tidak tahu. Maaf,Kai-ssi, mungkin lagu dan suaranya asing di telingaku.”
“Lagu terakhirnya berhasil mendapat Daesang dua bulan yang lalu…” Kyuhyun membela.
“D-daesang?” Richan mati kutu.
“Aish,lupakan!” Kai sudah terlalu kesal,”Kau mengatakan kau hanya membuatnya dalam satu hari,benar?” Richan mengangguk,”Kau sudah berada disini 3 minggu,kenapa kau menyia-nyiakan 20 harimu dengan tidak menulis lagu?”
“Aku sudah menulisnya,namun di hari ke 19 sebuah insiden terjadi dan laguku hancur begitu saja…” Richan menjawab dengan santai.
“Insiden apa itu?” Jiwa penasaran Kai muncul.
“Ya,sudah kukatakan sebelumnya bahwa itu sebuah insiden yang terjadi begitu saja.”
“Mengapa insiden itu bisa terjadi?”
“Aku bahkan sudah mengatakan dua kali,insiden itu terjadi begitu saja!”
“Insiden itukan—“
“YA! YA! YA! Kai-ssi,Mianh. Sudah saatnya aku berkomentar.” Eunhyuk menjadi pihak ketiga,untunglah ia segera melerainya. Jika tidak,entah sampai kapan percecokan itu usai. Kai mengalah akhirnya. “Aku terkesan dengan lagumu!”
DERP! Kai,Kyuhyun bahkan Richanpun kaget mendengar hal ini. “Pada saat bagian I’m so lonely~ kau berhenti sekitar tak sampai tiga detik. Namun,dengan refleks kau membuat nada dan lirik dengan cepat. Aku sangat terkesan. “ Eunhyuk membenarkan.
“Tapi bagaimana kau bisa—“
“Sebelumnya saat kau berhenti di bagian itu,aku hanya melihat lirik terakhir yang seharusnya Even I escape from this world,nobody can hold me. Aku salut padamu! Kau membuat sebuah lagu dalam satu hari,itu sebuah keajaiban bagi seorang pemula.” Eunhyuk tersenyum.
Kyuhyun angkat bicara,“Sebenarnya itu lagu yang dapat mencuri perhatianku dari beberapa Trainee sebelumnya. Terlebih dengan penjelasan Eunhyuk-ssi,aku juga bangga padamu. Lagu itu benar-benar menyedihkan,walau di bait terakhir terakhir terlalu menyindir.” Kyuhyun tersenyum,”Dua banding satu! Selamat atas kerja kerasmu,kau lolos evaluasi kali ini. Dan hm,sebaiknya kau pergi sekarang karena Trainee lain sudah menunggu.”
Richan akhirnya bisa bernafas dengan sangat lega,”Terima kasih Eunhyuk-ssi dan—“Richan menatap Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya.
“Dan Cho Kyuhyun!” Richan menunduk kemudian pergi. Ia langsung membeku di luar sementara Trainee lain sudah masuk.
“Apa kau lolos?” Tanya Staff sebelumnya.
Richan memegang kedua bahu staff itu,”Aku tidak tahu siapa kau,tapi… aku lolos!” Richan menjawab dengan senang. Staff dan Trainee lain terkejut dengan hanya mengungkapkan, “Jinjja?” Richan menganggukan kepala lalu tersenyum dan pergi dari sini. Toh tugasnya sudah berakhir,saatnya dia untuk….makan dan membersihkan diri.
6 jam berlalu. Semua Trainee sudah di seleksi satu persatu,Richanpun juga sudah membaik keadaannya. Walaupun sebelumnya ia harus membersihkan sampah kertasnya oleh petugas lain.
Suara mikrofon mulai terdengar,”Annyeong hasseyo! Lee Taepyeonim imnida! Aku ingin mengucapkan selamat kepada beberapa Trainee yang sudah lolos dalam evaluasi kali ini. Dan bagi Trainee yang belum lolos akan ada evaluasi dua minggu lagi,dan jika kalian gagal dengan terpaksa kalian harus meninggalkan agensi ini. Dan selamat kepada Traine Bora,Kim Jiwon,Yura,Minho,Jisung dan Gikwang yang akan memulai debutnya sebentar lagi. Panggilan pribadi untuk Park Richan. Sekali lagi,panggilan pribadi untuk Park Richan,terima kasih.” Ucapnya. Ya,semua kejadian pasti ada dampak postif dan negatifnya. Tunggu Richan? Tidak biasanya Lee Taepyeonim memanggil Richan secara terbuka.
Tanpa BaBiBu,Richan segera pergi ke ruangan CEO SWE.
*
“MWO?” Richan membeku di kursinya. Apa ia tidak salah mendengar apa yang baru saja orang itu ucapkan?

=== TBC ===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar