Kamis, 16 Oktober 2014

FF Training [EXO Series] -Part 1


Judul : Training
Genre : Musical,Romance,Little sad,drama,AU,Friendzone.
Rating : T
Cast :
·         Kim Jongin
·         Park Richan (OC)
·         Eunhyuk
Support cast :
·         Lee Jeongsuk
·         Cho Kyuhyun
Length : 5 Part-END. (ON GOING)
Author : Dwiarti Rahma Utami a.k.a HTS
NOTE!!! NO RECHECK,SO MANY MUCH TYPO. Pemain utamanya adalah Kai atau Kim Jongin EXO,ini pertama kalinya aku membuat fanfiction dengan pemain member EXO,jadi mohon maaf apabila feel kurang dapat. Dan untuk Riri,hope you like it!
PART 1
Hari pertama training.
Ya,mungkin ini kebahagian awal sebelum debut. Park Richan,tugasku selama pelatihan adalah berfikir dan menuangkan semua ideku dalam bentuk sebuah lagu. Tidak seperti kebanyakan Trainee yang lainnya,aku hanya ingin debut dan bekerja di belakang kamera.
Dua minggu yang lalu aku resmi di terima sebagai Trainee di SW Entertaiment. Lee Jeongsik Taepyeonim,siapa yang tidak mengenal actor berbakat yang juga CEO di salah satu agensi dunia hiburan korea ini? Hanya itu tujuanku. Muda,tinggi,ahli berbahasa,multitalenta dan juga,hmm… Kaya. Ah! Aku begitu mengidolakannya.
Penulis lagu adalah alibi dari tujuanku. Ya,siapa sangka? Kami bertemu setiap hari dan aku berharap bisa dekat dengannya,Lee Taepyeonim juga belum pernah di kabarkan dekat dengan seorang gadis,keuntungan besar bukan untukku?
Huh,aku membuang nafasku. Benar kata orang,masa pelatihan adalah masa paling sulit. Bahkan katanya ini lebih sulit dari pada kami di lolos audisi. Entahlah,kita lihat saja ke depannya.
Dua minggu kemudian.
Cukup mudah cara untuk dekat dengan Lee Taepyeonim,tapi mungkin ini adalah bencana terbesar dalam hidupku. Sudah dua minggu aku berada di gedung ini,dan aku tidak bisa berbaur dengan Trainee yang lainnya. Mereka membenciku,kedekatanku dengan Lee Taepyeonim membuat para Trainee wanita membenciku. Namun ini juga berdampak baik,saat mereka berbaur dan membicarakan hal lain saat istirahat aku bisa mengobrol dengan Lee Taepyeonim. Satu-satunya orang yang bisa berbicara denganku, bahkan staff saja hanya mengucapkan beberapa kata jika bertemu denganku,itupun juga sebuah perintah melakukan ini dan itu.
Menjadi Penulis lagu menurutku tidak terlalu sulit dengan perbekalan kedua orang tuaku yang juga seorang penulis lagu dulunya. Lihat keadaan mereka semua… di paksa menurunkan berat badan, mencapai target tinggi, berlatih,berlatih dan berlatih. Bukankah itu menyiksa diri mereka? Beruntung aku hanya bekerja di belakang kamera,jadi keadaan tubuhku bukan factor utama.
Author POV.
Tiga minggu kemudian.
Richan membuka pintu darurat dan duduk di anak tangga kelima lantai 13. Suara keributan mengganggu pendengarannya,itu bersumber dari teras lantai atap sepertinya. Rasa pensaran muncul dalam dirinya,perlahan demi perlahan Richan menaiki satu persatu anak tangga tanpa suara,bahkan suara sepatupun takada.
Richan menaruh daun telingannya pada pintu putih,suara semakin terdengar jelas. Ia menarik gagang pintu perlahan dan membukanya sedikit,ia menatap kedua orang itu sedang bertengkar hebat.
GAWAT! Salah satu dari mereka sepertinya akan pergi! Richan segera menuruni anak tangga dengan cepat,tak ada waktu untuk melarikan diri. Otaknya bekerja cepat,iya duduk di salah satu anak tangga di lantai dua belas dan bersandar pada pintu dengan menaruh earphone seolah mendengarkan lagu.
Kai. Pencetak uang tercepat di agensi ini selain rekannya,Eunhyuk. Kai turun dengan amarah dan keluar di pintu darurat lantai 13,Ia menutup pintu dengan keras. Eunhyuk menuruni tangga dengan lemas,walaupun rasa amarah juga terpendam dalam dirinya.
Tunggu,salah satu menjadi perhatian di mata Eunhyuk. Tangan kanannya menepuk bahu seorang gadis,Richan sontak saja kaget dan langsung melepas earphonenya. Bagus! Ia mulai berakting.
“Ya?” Tanya Richan lugu memutar arah kepalanya 90 derajat menghadap Eunhyuk.
“Kau sedang mendengarkan lagu?” Tanya Eunhyuk mencurigai.
“Eoh,” Richan menganggukan kepalanya. Setelah tiga minggu berada disini,dia orang pertama yang mau berbicara dengannya. Setelah Lee Taepyeonim tentunya. “Ada yang bisa saya bantu?”
“Ani. Aku hanya ingin bertanya,tidakkah kau mendengar keributan sebelumnya?”
“Keributan?” Richan berdiri  “Apa terjadi pertengkaran? Aku sama sekali tidak mendengarnya!” jawabnya dengan yakin. Sudah jelas dia satu-satunya orang yang menguping pertengkaran kedua bintang Hallyu tersebut.
“Kau bahkan tidak mendengar pintu yang di banting dengan keras?” Richan menggelengkan kepalanya,”Tidak usah di fikirkan. Aku baru melihatmu,kau Trainee baru?”
Richan mengangguk,”Ne,Park Richan imnida. Lalu siapa kau?” Bodoh! Tujuh miliyar manusia,lima benua, satu galaksipun nampaknya hanya dia yang tidak tahu dengan siapa dia berbicara. Kali ini tak ada reka sedikitpun. Jujur saja,Richan adalah antisosial baik di lingkungan rumah,masyarakat,sekolahnya dulu maupun disini. Bahkan orang yang ia kenal selama hiduppun bisa di hitung menggunakan jari. Kurang berani apa lagi? Gadis yang tak berbekal dunia hiburan mencoba masuk ke dalam dunia kejam tersebut. Ya,satu-satunya orang yang di kenal hanya Lee Jeongsuk sang CEO. Bahkan setiap lawan mainnya pun sama sekali tidak di pedulikan dan taka da titik kecilpun bagi Richan untuk mengetahui siapa orang itu. Oh,tolonglah hidupnya.
“Kau bertanya siapa aku?” Eunhyuk menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya,ia membuang nafasnya kasar meremehkan. Ia harus bersabar rupanya. Ia tersenyum,”Kau sudah resmi menjadi Trainee disini,seharusnya kau mengetahui bagaimana SWE itu! Atau setidaknya menghafal dua atau tiga artis di SWE! Eunhyuk,kau bisa mencarinya di internet jika kau ingin tahu diriku lebih dalam!” jawabnya kasar. Eunhyuk menatap kasar,lalu membalik arahnya agar ia bisa pergi.
“Chamkan!” Richan menahannya,Eunhyuk diam dan menatapnya kembali. “Terima kasih! Kau sudah mau berbicara denganku! Kau orang pertama setelah Lee Taepyeonim,Eunhyuk-ssi.” Ucapnya sedikit berteriak.
Batin Eunhyuk terkejut mendengar ucapan itu. Tahun ini ada 500 peserta audisi yang lolos menjadi Trainee dan benarkah tak ada satupun yang berbicara dengannya? Kasihan sekali.
Eunhyuk tidak tahu harus berkata apa,ia mengabaikannya dan pergi meninggalkan Richan.
Richan juga tidak akan selamanya berdiri di tangga,ia keluar dari pintu darurat dan berjalan kearah dispenser dekat ruang latihan.Ia mengambil gelas kertas dan menekan tombol Hot Latte.
Richan mengangkatnya dan uh…uap panas berasal dari gelas itu. Tidak mungkin ia meminumnya sekarang,ia membawanya dengan tangan kanan. kini sudah jam 18.30. Richan mengambil buku lagunya. Para Trainee lain sudah di evaluasi minggu lalu,dan Richan belum menunjukan kerjanya selama ini.
Lagu yang Ia buat baru setengah selesai. Ia mengambil buku itu dari ruang latihan dan berjalan keluar berniat mengambil udara segar. Richan terus mendentumkan lirik lagunya dalam hati.
BRUKKK!
“Awwh! Panas,panas!” Seorang pria berteriak dengan cukup kencang. Richan terjatuh,dan buku lagunya entah sudah bagaimana. Richan sontak berdiri dan mengambil kain lap di dekat dispenser.
Pria itu terus berteriak kepanasan,Richan membersihkan Latte panasnya di kaos Pria itu. Namun Pria itu justu membuang tangan Richan dengan kasar. Para Trainee lain di ruang latihan keluar dan memandangi keributan ini.
Richan menundukan kepalanya berulang kali meminta maaf,”Jeosonghamnida,Ahjussi. Aku tidak sengaja—“
“Ahjussi? Tidak sengaja?” Pria itu mengulang kalimat Richan,habis sudah kesabarannya. “YA! Aku baru 23 tahun dan kau—“ Kai,Pria itu membuang nafasnya kasar.
“Jeosonghamnida,aku tidak tahu harus memanggilmu apa.”
“Kau Trainee baru bukan? Hidup di zaman berapa kau ini sampai tidak mengetahui siapa aku.” Marah Kai,”Oh sudahlah,aku malas berbicara dengan orang sepertimu!” Teriaknya lalu pergi meninggalkan Richan.
Salah satu Trainee berhasil mengabadikan kejadian ini dan mereka upload ke SWE network. Sejenis social media untuk Idol,Trainee,Staff,dan pihak lainnya yang bekerja di SWE.
Para Trainee bubar ketika Kai berjalan kearah mereka dan melanjutkan kegiatan pribadi mereka. Richan mengambil buku miliknya dan menatap iba dirinya sendiri. Lagu itu sudah ia buat sejak hari kedua ia berada disini,hanya beberapa kata saja yang masih bisa terbaca.
Tiga gadis menghampirinya dengan penuh kemarahan,“YA! Gadis bodoh! Berani sekali kau menumpahkan Latte panas pada Kai sunbaenim. Apa kau tidak tahu siapa dia?” Tanya Jiwon kasar.
“Apa kau hidup di zaman batu yang tidak memiliki teknologi? Lee Taepyeonim,Kai Sunbaenim dan Eunhyuk Sunbaenim! Sebagai Trainee kau seharus tahu siapa mereka!” Gadis yang bernam Bora itu berteriak tak kalah kencangnya sambil menjambak rambutnya.
“Meskipun Kai Sunbae bukan pemilik SWE,tapi dia adalah penghasil 35% saham SWE! Dia adalah orang penting,semua orang menghormatinya. Ingat siapa dirimu dan sebaiknya berjaulah dari tiga nama itu!” Kemarahan Uee sudah memuncak. Takut menjadi pusat perhatian Trainee senior itupun mau tak mau harus pergi.
Richan menghela nafasnya berat. Ia pergi ke lokernya dan mengambil pakaian cadangan dan segera ke kamar kecil.
*
Ia telah mengganti pakainya,dan menatap dirinya di pantulan cermin.Richan mengangkat bagian bawah bajunya sedikit,perut ratanya luka memerah. Kasihan sekali. “Pasti akan meninggalkan bekas…” gumamnya.
Ia lebih kasihan lagi saat melihat keadaan bukunya. Ia mengambil bagian kertas yang tidak terkena Latte dan mengambil pulpen yang di kaitkan ke buku itu. Ia menyalin kembali kalimat puitis berharganya yang masih bisa ia salin,namun percuma! Itu hanya kata-kata yang tidak bisa dinyanyikan.
Ini sudah jam 21.00 para Trainee dan Idol yang belum menginjak satu tahun harus kembali ke asrama. Sisa satu Bus yang masih menunggu dua kursi kosong itu di tempati. Richan memasuki bus dengan di sambut tatapan sinis dari Trainee lainnya,ia duduk.
Oh,baguslah! Kai datang dan hanya tersisa kursi di samping orang yang membuatnya seperti sekarang. “Apa tak ada kursi lain?” Tanya Kai yang membuat semua orang diam.
“Kai,cepatlah duduk! Jika tidak mau kau harus berdiri! Ini sudah larut malam!” Ucap Sopir bus ini,Ia juga sudah lelas harus mengantar para Trainee dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Kai berjalan perlahan dan memperhatikan Gadis penumpah Latte itu,”Pantas saja tidak ada yang mau duduk denganmu,Gadis penumpah latte!” ia berironi. Richan yang merasa tersendir menundukan kepalanya.
Tak seperti biasanya,Bus ini sangat sepi seperti tak berpenghuni.
*
Mereka semua sampai di asrama dan turun satu persatu dari bus. Richan yang terbelakang. Mulai hari ini dan seterusnya mungkin hari terberat dalam hidupnya.
Oh,Good! Keberuntungan apa lagi yang memihak Kai? Kamar di sebelahnya adalah milik Richan,Ia juga baru menyadari bahwa kamar kosong itu berpenghuni. Biasanya kamar itu kosong setiap kali Richan melihat,mungkin ia tak tahu bagaimana jadwal Kai.
Kai membanting pintunya di depan Richan. Richanpun masuk ke kamarnya dengan lesu. Ia duduk di kursinya dan menyalakan lampu dari meja belajarnya. Ia membuka akun SWE membernya dan betapa sakitnya saat melihat seluruh isinya adalah hujaman untuknya.
Air matanya berjatuhan,evaluasi dua hari lagi, tapi lagu untuk di presentasikan sudah seperti itu keadaanya. Richan menekan dial call nomor satu dan tersambung dengan Lee Taepyeonim.
“Taepyeonim…” panggilnya lesu.
“Kau tak apa? Aku sudah melihat beritanya di akun sosial.” Tanya Lee Taepyeonim. Satu-satunya pendukungnya dari sekian banyak orang.
“Hm,aku tidak apa. Tapi bagaimana jika aku membatalkan kontrak? Masa Trainee ini seperti neraka bagiku.”
“Semua Trainee juga beranggapan seperti itu. Setidaknya masih ada aku yang mendukungmu,kau harus tetap bertahan,Richan!” Lee Taepyeonim memberi dukungannya.
“Hm,ini sudah malam. Maaf merepotkanmu.” Richan mematikan sambungan teleponnya dan menangis tanpa suara. Gadis berbakat seperti Richan mana mungkin akan di biarkan saja CEO Lee satu-satunya orang yang menyadi bakat miliknya akan selalu memberi dukungan untuk Richan. Walau terkadang ia kasihan karena ia menjadi Pembisu di ruang latihan.
Richan menangis terlalu lama sampai membuatnya tertidur.
*
Richan membuka matanya yang bengkak ia tersadar tinggal 20 menit lagi sebelum Bus berangkat dan Richan juga belum memiliki lagu untuk evaluasi esok hari. Ia mandi secepat kilat dan mengambil beberapa barang keperluannya dan memasukan ke tas. Sepertinya ia akan menginap di gedung agensinya.
Ia memakai sepatu dan berlari secepat kilat. Untunglah Sopirnya orang yang baik sehingga terlambat satu menitpun ia masih mau menunggunya.
Lagi. Richan mendapat tatapan sinis,bukan karena hal kemarin tetapi karena penampilannya. Muka lesu,pakaian berantakan dan mata yang membengkak. Mana mungkin ia tidak menjadi pusat perhatian. Beruntung ia kali ini duduk di dekat Eunhyuk.
“Kau baik-baik saja?” Eunhyuk bertanya.
“Ne,nan gwenchana.” Richan menjawab seperti orang yang ragu,takut atau sejenisnya. Sejujurnya ia belum bisa menerima keadaan bahwa masih ada orang yang mau berbicara padanya. Jadi setiap ia di ajak berbicara ia merasa aneh untuk merespon.
Mereka semua sampai. Eunhyuk di buat bingung oleh Richan,pasalnya gadis itu berlari sekuat tenaga untuk menjadi yang pertama sampai.
Richan ke ruang latihannya. Kosong,baguslah kalau begitu. Semuanya pasti sudah selesai membuat lagu jadi mereka bebas melakukan apapun,Richan duduk di kursi dekat keaboard,ia berfikir sejenak,tapi fikirannya entah kemana.
Richan mencoba menuliskan sesuatu di bukunya,namun setelah ia baca ulang untung di baca biasa saja aneh apalagi untuk dinyanyikan? Richan menyobek kertas itu dan membuangnya ke sembarang tempat menjadi bola kertas.
Sudah lebih dari lima bola kertas ia lemparkan begitu saja.
“Ayolah,Richan! Kau harus tenang! Tenang…tenang…” ucapnya sambil mengatur pernafasannya. “Pertama,tulis tema lagu yang kau buat!” Richan menulis beberapa kata lalu,”AAA! Aku sama sekali tidak bisa berfikir!”
3 jam kemudian.
Oh,tolonglah gadis ini. Sudah berapa kertas yang ia buang? Buku catatannyapun tinggal setengah. “Oh,oke Richan! Tidak usah membuat lagu! Masih ada 21 jam lagi waktu yang tersisa,bebaskan fikiranmu. Dan tulis—“ Richan berhenti.
“Wah,daebak!” seseorang masuk dan langsung memuji Richan. Tapi,milik siapa suara itu?

==TBC===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar