Minggu, 05 Oktober 2014

El Dorado Time Travel [1D Series] -Part 8 END.

PART 8
“Ayah,aku menemukan kode rahasia ini!” Pekik Alena dengan bersemangat. Entah darimana ia menemukan itu,semoga saja dugaannya benar. “Ayah,aku berharap aku benar. Lizzie,Vaselive dan Ayah cepat pegangan pada tiang-tiang ini,aku takut terjadi sesuatu nanti.” Suruh Alena.
“Kak,kau tahu misteri kode ini?” Tanya Vaselive.
“Tidak tahu pasti,cepat pegangan yang kuat pada Ayah!” Suruh Alena lagi.
Lizzie,Vaselive dan Percy Jackson berpegangan kuat pada tiang di dekat sana. Mereka sampai harus menggunakan tali tambang untuk mengikat tubuhnya pada tiang besar itu.
“Lizzie,jika kau disana aku berpegangan dimana?” Hardik Alena pada Lizzie yang sudah siap berpegang erat pada tiang itu, “Mundurlah sedikit,aku akan lari kesana nanti.” Suruh Alena,Lizzie memundurkan tubuhnya sedikit.
Lizzie member celah dekat tiang itu,Vaselive di belakang Lizzie, dan Percy Jackson di belakang Vaselive. Tali tambang sudah siap berada di pinggang mereka yang sudah terkait pada tiang besar ini.
Baiklah,ini saatnya Alena mulai beraksi.
Ia mendorong kuat pada batu kuning di depannya itu,dan tak disangka… Batu kuning itu bersinar.ia lalu mendorong batu Red Diamond yang ukurannya cukup besar tepat di bagian lantai tempat ini,dan sama seperti sebelumnya… batu ini bersinar. Dan terakhir…ia memanjat menggunakan tiang di bagian kiri ini dan menekan batu yang lebih kecil dari batu seblumnya,kau tahu batu apa itu? itu adalah batu The Cullinan,dan batu itu bersinar lagi.
Ia segera berlari menyelip (?) di depan Lizzie dan berpegangan pada tiang di depannya,terdengar suara gemuruh di balik pintu besar emas itu.
Entahlah apa yang ada di dalamnya itu,terdengar seperti suara emas yang akan jatuh ke arahnya. Dan BINGO! Pintu itu perlahan terbuka,dan emas tumpah ruah di tempat ini.
Bagaikan sebuah pintu air di sebuah waduk yang di buka.emas mengalir bagaikan air yang keluar dari pintu air itu. emas itu bahkan menutupi sampai selutut Percy Jackson. Mereka baru saja terbanjiri emas sedalam lutut mereka.
Semua itu adalah emas murni. Mulai dari koin emas,cincin emas,gelang emas,mahkota,kalung,anting-anting dan masih banyak lagi. Itu semua murni terbuat dari emas! Dan masih ada yang lebih menarik lagi. Ada Batu mulia disana…mulai dari The Moussaieff Red Diamond, The Heart of Eternity, Hope Diamond, The Sancy, The Steinmetz Pink, De Beers Centenary Diamond , Koh-i-Noor, Wittelsbach Diamond, The Cullinan di temukan disana dengan berbagai ukuran.
Mulut mereka bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat tumpukan emas dan batu mulia itu. mereka mulai menggerakan kakinya,dan terasa sangat berat. Mereka berjalan di lautan emas!  
Mereka benar-benar bisa menguasai dunia jika membawa emas ini semua,tapi mereka belum mau berhenti sampai disni. Mereka masih ingin melihat apa yang berada di dalam sana.
Sangat berat? Tentunya. Berjalan di air yang berada dalam kolam saja sudah sangat berat,bagaimana dengan yang berada di sini?
HA!
Mereka sudah berada di dalam kerajaan kuno tersebut,tapi…. Bukan kerajaan kuno,melainkan kerajaan emas. Mata dan  mereka tak bisa menutup melihat apa yang berada disini.
Apa kalian pernah menonton film The Hobbit 2 ? Emas yang berada di kerajaan Smaug? Sebanyak itu ,bahkan emas yang berada di sini melebihi emas yang berada di kerajaan Smaug. Jarak dua meter ke atas bahkan mereka bisa memegang atap tempat ini. Tinggi bangunan 150 meter,dan panjang 1000 meter. Itu berarti 148x1000 = 148000meter² berisikan emas murni!
WAAAWWW!
Tunggu,tapi apa yang terjadi disini? Terdengar suara gemuruh,Alena dan Lizzie tidak bisa mengatur tubuh mereka. Bukan hanya beberapa orang yang ada disini,tapi emas yang berada disini terus terjadi goncangan.
Ini adalah gempa bumi!
Gempa yang cukup dahsyat,sekarang yang mereka takutkan adalah mereka takut bangunan ini akan runtuh. Tapi tidak! Gempa bumi itu hanya berlangsung sekitar 5 detik. Alena,Vaselive,dan Percy Jackson berdiri dan memposisikan tubuhnya dengan benar.
Tapi dimana Lizzie ?
“Ayah,dimana Lizzie?” Teriak Alena bertanya pada Ayahnya. Vaselive melihat kekiri dan kanannya namun Lizzie tidak terlihat.
“Lizzie! Lizzie!” Teriak Percy Jackson memanggil anak bungsunya yang hilang. Ia menggerakan tangannya di atas permukan emas seperti berenang dengan gerakan kodok (?) namun Lizzie belum di ketemukan juga.
Terdengar suara gemuruh yang tidak terlalu kencang, seperti sebuah anak gunung emas lahir di daratan emas.
Cuihhh…Cuihhh….
Lizzie mengeluarkan beberapa koin emas dari dalam mulutnya, mungkin saat gempa terjadi ia tak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan masuk di lalap dalam tumpukan emas tersebut.
“Ayah,aku disini…” Ucap Lizzie dengan nada pelan namun melegakan rasa khawatir kedua kakak dan Ayahnya.
“Syukurlah,kau selamat.”

“Vaselive,jika kau mendengar…Ikan aligator baru saja menyerang kami,panjangnya sampai 10 meter. Kau harus berhati-hati!” Cicit seseorang dalam arlogi Vaselive.
“Hallo..Hallo?”  Vaselive mengeraskan suaranya namun tak ada respon lagi dengan orang yang ia ajak bicara dalam arlogi tersebut.
“Ada apa?” Tanya Alena khawatir.
“Profesor Nick memberitahuku,bahwa ia baru saja di serang ikan aligator darat yang panjangnya mencapai 10 meter. Kita harus lebih berhati-hati.” Jawab Vaselive jujur.
Alena meneguk ludahnya, “10 Meter?” Cicitnya entah karena takjub atau takut.
“Ayah,Apa ini?” Tanya Lizzie. Ia melihat sesuatu yang aneh sepertinya. Di ketinggian 147 meter dari bawah,Lizzie melihat seperti jalan khusus yang berbentuk kotak 50x50 cm. sepertinya itu seperti jalan rahasia.
“Apakah itu berbentuk jalan ?” Tanya Percy Jackson yang berbalik menanyakan pada anaknya.
“Ya,di ujung jalan rahasia ini…. Sepertinya ada sesuatu yang terus bersinar disana,aku penasaran!” Jawab Lizzie.
“Baiklah,tak ada ruginya jika kita menyusuri tempat ini sebentar.” Saran Percy Jackson.
Alena,Vaselive serta Percy Jackson mendekat ke arah Lizzie. Tanpa aba-aba dari siapun langsung saja Lizzie merangkak masuk ke dalam jalanan rahasia itu. Alena,Vaselive serta Ayahnya berjalan membututinya dari belakang.
Panjang jalanan itu cukup pendek sekitar 5-7 meter saja,Lizzie hampir terjatuh! Matanya terpukau dengan apa yang di lihatnya. Ia segera saja turun dengan tangga yang menempel pada dinding emas tempat itu,Kakak dan Ayahnya mengikuti.
“Ini benar-benar El Dorado!” Batin Lizzie. Kakak dan Ayahnya sekarang sudah berada di belakangnya dan terpukau melihat apa yang di lihatnya itu. 
Belum selesai di sajikan dengan tumpukan emas tersebut,sekarang ia tahu apa itu El Dorado sebenarnya. Ini mungkin adalah sebuah ruangan rahasia,itu adalah Eldorado yang sebenarnya. Bukan pulau emas,kota emas,kerajaan emas,melainkan adalah sebuah patung berbentuk manusia seperti arca budha yang terbuat dari emas.
Itu adalah El Dorado yang sebenarnya,patung setinggi 140 meter dengan lebar sekitar 10 meter. Yang di arsir dengan berbagai jenis emas yang berada disini. Arsiran yang terdapat dalam patung itu tentu membuat keunikan patung itu. itu adalah El Dorado,The Golden Man.
Bulu kuduk mereka merinding menyaksikan sendiri apa yang mereka lihat, di bagian kaki patung itu terdapat beberapa batu seperti The Moussaieff Red Diamond, The Heart of Eternity, Hope Diamond, The Sancy, The Steinmetz Pink, De Beers Centenary Diamond , Koh-i-Noor, Wittelsbach Diamond, dan The Cullinan dengan jumlah yang bisa di bilang Waw itu menghiasi sekeliling patung itu.
***
Besaran air semakin meninggi dengan cepat, air di tempat ini sudah sampai semata kaki orang dewasa hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Untuk itu Aslyn dan yang lainnya tidak bisa hanya diam menunggu ajalnya.
Jack mengeluarkan pedang panjang dari tasnya,pedang itu masih di bungkus dengan penutupnya. Langsung saja Jack mengeluarkan pedang itu dan memotong batang pohon di bantu oleh Edmund,Edward dan Nick.
Cukup sulit untuk merobohkan batang berdiameter 1,5 meter ini,tapi pada akhirnya Jack berhasil untuk memisahkan batang itu dari akarnya. Jack di bantu Nick sekarang mengukur panjang batang ini sekitar 5 meter dan memotongnya lagi. Tapi ini untuk apa? Kenapa mereka membuang waktu hanya untuk ini?
Aslyn masih berdiam diri kebingunan melihat debit air yang terus bertambah. Edmund di bantu Edward mengeruk batang pohon itu di bagian dalamnya dengan pisau. Mereka bekerja sangat keras. Tapi  Edmund tidak mengeruk batang itu secara keseluruhan,ia juga membuang sebuah tiang dari ujung ke ujung sebagai pegangan.
Oh,sekarang sudah tergambar jelas apa yang mereka kerjakan. Mereka membuat sebuah perahu yang cukup terbilang besar. Itu sebuah ide yang bagus!
Perahu itu hampir selesai 85%.
“Vaselive,Vaselive! Apa kau mendengarku? Tempat ini akan tenggelam,cepat pergi dari sana! Ke dalaman air sudah berada di atas mata kaki.” Ucap Nick berbicara pada sebuah kamera yang sebenarnya hampir tidak terlihat itu.
***
Terdengar suara yang cukup kencang dari arlogi milik Vaselive,ia membesarkan volume suaranya agar terdengar oleh banyak orang.
“Vaselive,Vaselive! Apa kau mendengarku? Tempat ini akan tenggelam,cepat pergi dari sana! Ke dalaman air sudah berada di atas mata kaki.”
Vaselive membulatkan matanya, “Ayah,Profesor Nick berkata kita harus keluar dari tempat ini!” Serunya.
“Tidak ada waktu lagi,cepat keluarkan barang-barang yang tidak di butuhkan dari tas kalian! Bawa apa yang ingin kalian bawa dari sini!” Suruh Percy Jackson dengan raut yang khawatir.
Percy Jackson langsung saja mengambil beberapa batu The Cullinan dan memasukan ke dalam kantung bajunya. Tapi sayang,kantung baju milik Percy Jackson tak sebesar koper.
Mendengar perintah Ayahnya,Alena langsung saja membuang semua baju dengan sembarang dan mengambil beberapa batu dari sana dengan jenis yang bermacam-macam. Lizziepun nampaknya juga sama seperti yang  di lakukan Alena,ia mengeluarkan makanan yang tersisa dari tasnya.
“Ayah cepat makan dan minum ini.” Lizzie memberikan makanan dan sebotol air untuk Ayahnya, “Kakak,cepat habiskan!” Lizzie memberikan juga kepada kedua kakaknya.
Tapi apa yang di lakukan Vaselive? Kenapa ia hanya membuang isi dalam tasnya dan tidak memasukan apapun?
“Kau hanya ingin membawa pulang tas kosong?” Tanya Alena.
“Aku hanya ingin mengambil beberapa emas di luar sana.” Jawab Vaselive, ia menghabiskan makanan yang baru di berikan Lizzie.
“Ayo,cepat naik!” Perintah Percy Jackson yang langsung menyuruh anaknya untuk menaiki tangga tersebut.
Mereka keluar dari ruang rahasia itu,tanpa fikir panjang langsung saja Vaselive mengambil beberapa emas di hadapannya tersebut tanpa memilih. Ia juga tak lupa untuk mengalungkan di lehernya kalung yang menarik perhatiannya itu,dan lagi…ia memakaikan jarinya cicin di 10 jarinya bertumpuk-tumpuk secara asal tanpa memilih.
Alena dan Lizzie mengikuti cara Vaselive. Percy Jackson mengencangkan dengan erat ikat pinggangnya,ia memasukan secara acak beberapa emas kecil ke dalam kemejanya. Ia tak ingin pulang dengan tangan hampa.
Sudah puas dengan itu semua,Percy Jackson dan anaknya sudah berada di luar kerajaan ini. Sungguh berat tas yang di bawa ketiga anak Percy Jackson! Semoga saja tasnya tidak jebol (?) karena beban emas yang di bawanya.
Percy Jackson menepuk tangannya,dan seperti merasa terpanggil… dua Sotorch terbang ke arah mereka. Langsung saja Percy dan anaknya naik ke pundak kodok raksaksa itu.
Terjadi gempa susulan lagi,untung mereka sudah sampai di sebrang Kerajaan itu. tapi Percy Jackson tak bisa mengimbangi tubuhnya sehingga ia hampir terjatuh ke danau emas cair yang teramat panas tersebut.
Untung saja Alena dan Lizzie dengan cekatan memegang kedua tangan Ayahnya sehingga ia tak jatuh,namun sayang… bagian bawah kaki kirinya terkena emas itu dan waw,lukanya cukup parah.
“Ayah,kau tidak apa-apa?” Tanya Vaselive khawatir.
“Ayah tidak apa-apa,ayocepat pergi! Ayah masih meliki mesin waktu di rumah atap,mesin itu masih berfungsi.” Jawab Percy Jackson menuntun ketiga anaknya sambil menahan rasa sakit di kakinya itu. untung saja kakinya terendam emas panas hanya satu detik,tapi ini cukup menyakitkan. Kulit kaki Percy Jackson melepuh,daging kakinya terlihat dan terbakar. Tapi Percy Jackson tetap mengatakan tidak apa-apa karena takut membuat anaknya khawatir.
Mereka berlari dengan cepat untuk sampai ke rumah atapnya,namun air sudah terasa setinggi mata kaki. Padahal ini dataran tinggi,bagaimana dengan di wilayah Aslyn? Mungkin sudah di bawah lutut.
Mereka semakin cepat berlari dari sebelumnya,bisa saja mereka berlari lebih cepat melebihi ini. Tapi tas yang di bawa mereka memiliki beban yang cukup berat sehingga tak mampu untuk berlari dengan secepat kilat.
Mereka terus berlari dan berlari,air semakin bertambah tinggi. Sudah sekitar 10 cm.
“Lewat sini!” Teriak Percy Jackson memotong jalan agar lebih cepat sampai. Mereka tak mau membuang-buang waktu,jika sudah setinggi lutut pasti dengan perlahan kecepatan mereka akan melambat.
Waw,air semakin tinggi dalam hitungan detik. Sudah setinggi di bawah lutut,Alena memiliki ide cukup cemerlang. Ia melepas tasnya dan mendorongnya di air agar tidak terlalu berat yang di tanggungnya. Lizzie dan Vaselive pun begitu.
Percy Jackson semakin lambat  berjalan,ia yang tadinya berada di depan sekarang sudah di buntut anaknya. Ia ingin menjerit betapa hebatnya sakit yang di deritanya,tapi ia tidak ingin anaknya menjadi terfikirkan hanya karena masalah sepele ini.
Darah terus mengalir dari kakinya,tapi untunglah ketiga anaknya belum menyadari hal ini. Tubuhnya cukup terkuras lemas menahan sakitnya ini, “Lizzie ingat,kalian harus memasukan  kode 2014. Dan jika tidak berhasil bekerja,suruh saja Vaselive membongkar sebenar bagian mesin yang berada di mesin waktu tersebut.” Percy Jackson berpesan pada Anaknya,ia merasa bahwa ia tak akan bertahan lebih lama lagi.
”Aku pasti akan mengingatnya,sebentar lagi kita akan pulang. Kita akan membebaskan Ibu dari isu bohong yang tersebar di dunia.” Ucap Lizzie.
“Ayah,kita akan sampai!” Teriak Alena yang melihat rumah atap Ayahnya berjarak sekitar 20 meter lagi.
“Ayo,kita harus lebih cepat!” Percy Jackson melangkahkan kakinya dengan cepat meski harus menahan luka yang di deritanya.
Air sudah sepaha orang dewasa,entah mengapa ini bisa terjadi. Tapi,air sangat cepat datang. Sepertinya tempat ini benar-benar akan lenyap oleh air.
***
Perahu yang di buat sudah mengambang di atas permukaan air. Ketinggian sudah hampir sepinggang orang dewasa,99% perahu ini akan sepurna. Tapi tak ada waktu yang tersisa lagi,langsung saja Aslyn dan pengikutnya menaruh tas ke dalam perahu tersebut.
“Cepat naik!” Edward sudah berada di bagian depan perahu tersebut. Edmund berusaha naik di ke dalam perahu di bantu oleh Nick yang sekarang mereka sudah berada di atas perahu. Jack melihat sebentar jasad Anna,dan ia segera naik kesana.
“Ah,ayo! Aku harus bisa!” Cicit Aslyn mencoba menaiki perahu itu,namun ia belum bisa.
Jack menyadari hal ini, ia segera turun kembali dan membantu Aslyn agar ia mudah untuk menaiki perahu. Sekarang ketinggian air sudah berada sedadanya, debit air sangat cepat. Setelah membantu Aslyn,Jack sekarang berusaha menaiki perahu itu. tapi…................
“Jack,cepat naik! Ular itu akan datang ke arahmu!” Teriak Aslyn melihat ular yang berjalan ke arah Jack,tapi itu bukan ular biasa. Itu adalah ular berkepala dua yang sukses membuat Anna tewas karena racun mautnya.
Nick mendengar teriakan Aslyn, ia bersiap mengambil serbuk peledak di dalam tasnya untuk membunuh ular itu. Edmund dan Edward langsung saja berdiri dan membantu Jack untuk naik ke dalam,dan…
Akhirnya Jack selamat,nafasnya terengah-engah setelah peristiwa itu terjadi. Ular berkepala dua tersebut mendekat ke perahu ang di tumpangi Aslyn,ia berusaha naik tapi tidak bisa. Aslyn menjerit ketakutan,langsung saja Nick mengeluarkan botol peledak dari Vaselive. Tapi ia berfikir lagi,jika ia menggunakan itu,pasti akan terjadi ledakan yang menghancurkan perahu mereka. Akhirnya Nick menumpahkan sisa air keras ke tubuh panjang ular itu,dan… ular itu mati seketika.
Nafas mereka terengah-engah,mereka lalu membetulkan posisi duduk mereka dan berpegangan pada tiang yang berada di setiap tempat duduk itu. bentuk perahu itu memanjang sama seperti perahu biasanya,hanya saja ini melebar karena memang diameter pohon yang besar,dan sebelumnya Edmund membuat 5 tiang berpegangan di setiap tempat duduk… hal itu akan memudahkannya jika sewaktu-waktu terjadi pasang.
Aslyn terdiam menatap air yang berada di sekitarnya,ia merasa air terus menerus bertambah tinggi. Tapi apa itu? warnanya mengkilap dari kejauhan berwarna keemasan. “Jack,kau tahu apa itu?” Tanya Aslyn berbisik pada Jack.
Jack menyadari sesuatu, “Edward,cepat pindah posisi berjalan kesana! Sepertinya itu adalah emas!” Teriaknya.
Edward menurut dan mengayuhkan dayungnya di bantu dengan Nick yang Edmund yang berada di belakang,matanya berjolak melihat itu semua. Bukan hanya satu,tapi ada banyak! “Itu adalah koin emas!” Teriak Edward.
Mereka sampai,di sampingnya mengambang beberapa koin emas yang jumlahnya sangat banyak. Mungkin beberapa perhiasan juga ada,namun bisa saja perhiasan emas itu tenggelam berada di dasar.
Tanpa fikir panjang,langsung saja Edmund serta yang lainnya mengambil koin emas itu dan menaruhnya di dalam perahu.
***
Di mulai dari Lizzie,Vaselive dan Alena menaiki anak tanggan ini satu persatu. Percy Jackson bersendder pada tangga yang tertempel pada batang pohon rumahnya,ia meringis kesakitan. Ini lebih sakit dari sebelumnya,rasanya sangat pedih.
Percy Jackson memegangi lututnya,ia terus menahan rasa sakit yang di deritanya. Tanpa di sadari seekor ular kecil datang menghampirinya,hanya ular belang biasa. Panjangnya 15 cm dan hanya sebesar jari,tanpa di sadari ular itu menggigit kaki kanan Percy Jackson dan pergi begitu saja setelah menyalurkan racun ketubuhnya.
Percy Jackson terus meringis kesakitan dalam hatinya,Alena merasakan tidak ada suara dari Ayahnya. Ia terkejut melihat Ayahnya menahan rasa sakit.
“Ayah,kau kenapa?” Tanya Alena khawatir, “ Vaselive berikan ini pada Lizzie agar ia menaruhnya di atas!” suruh Alena melepaskan tas dan memberikan pada Vaselive.
Alena melompat, “Ayah,kau baik-baik saja?” Tanya Alena.
“Ayah baik-baik saja,cepat kau naik dan pergi dari sini! Tinggalkan Ayah!” Jawab Percy Jackson menghardik anaknya,padahal ia berniat baik.
“Tidak bisa,aku hanya akan pergi dengan Ayah! Aku hanya akan pulang dengan Ayah!”
“Racun ular baru saja mengalir ke darah Ayah,Ayah tak mungkin selamat sampai sana. Cepat pergi,Ayah mohon.” Percy Jackson kembali meringis menahan rasa sakit.
“Tidak mau,Ayah ayo… kita harus cepat! Setidaknya,kita harus bicarakan ini di atas,aku tidak mau kehilangan Ayah! Ayah.” Alena terisak melihat Ayahnya seperti ini,ia sudah kehilangan Ayahnya bertahun-tahun sebelumnya. Ia tak mau ini akan menjadi selamanya, “Ayah harus kuat!” Alena membantu Ayahnya untuk menaiki tangga itu.
“Cepat ulurkan tangan Ayah!” Perintah Vaselive, ia ikut membantu Ayahnya untuk naik. Dan berhasil,Ayahnya dan Alena sudah berada di atas.
“Ayah,kau harus bertahan!” mata Lizzie berkaca-kaca sambil memegangi tangan Ayahnya.
Vaselive sibuk mengatur mesin waktu ini,ia telah menekan tombolnya. Tapi kenapa tidak terbuka? Seharusnya,mesin ini bekerja. Mesin waktu ini lebih besar dua kali lipat dari sebelumnya,lebih bisa di bilang ini seperti pesawat mesin waktu.
“Ayah,mesin ini tidak mau terbuka!” Ucap Vaselive sedikit berteriak.
Lizzie melihat dari atas air semakin cepat naik ke atas. Alena terus berdoa dan menggenggam tangan Ayahnya.
“Coba buka bagasinya.” Ucap Percy Jackson.
Vaselive membuka bagasi mesin yang berada di belakang, ia melihat ada kabel yang terputus. Ia langsung saja menyatukan kabel itu dan mengikatnya dengan robekan bajunya. Dan ia mencoba untuk membuka mesin waktu itu lagi,dan mesin itu terbuka.
“Mana tas kalian?”Tanya Vaselive, ia melihat tiga tas dan segera menaruh di bagasi mesin waktu itu. hanya ada tiga kursi dan di belakangnya ada ruang kosong. “Kak,cepat bantu aku menggendong Ayah dan menaruhnya disitu.”
Alena,Lizzie dan Vaselive menggendong Ayahnya dan menaruh di ruang kosong tempat itu, salah satu tas di gunakan sebagai bantal untuk Ayahnya.
“Maaf,Ayah. Kau sementara harus tidur disana.” Ucap Alena.
“Tidak apa-apa.” Percy Jackson tersenyum,Vaselive segera menyalakan mesin waktu serta memasukan koordinat rumahnya. Dan mesin waktu itu berhasil bekerja dan terbang untuk membawa mereka ke 2014.
Di tengah perjalanan,Percy Jackson meringis kesakitan. Ini lebih sakit dari sebelumnya. Kulitnya memutih,suhu tubuhnya dingin.
“Alena…..” Panggil Percy Jackson.
“Ayah,kulitmu pucat!” Ucap Alena,Lizzie ikut membalikan tubuhnya melihat kondisi Ayahnya. Tapi Vaselive tetap teguh untuk mengendalikan mesin waktu ini.
“Kau harus menjadi Kakak yang baik,jagalah Adiknya jika Ayah sudah tak ada lagi. Jadilah anak yang baik,Ayah akan menemui Ibumu.” Ucap Percy Jackson menjatuhkan air matanya.
“Tidak! Ayah tidak boleh berkata seperti itu,Ayah harus bertahan! Tidak boleh seperti ini.” Ucap Alena. Ia sudah tak sanggup membendung air matanya, kristal cair perlahan jatuh kepipinya.
“Ayah,aku membenci Ayah jika Ayah harus mati!” Ujar Lizzie.
“Jangan membenci Ayah,nanti Ayah tidak akan pergi dengan tenang.” Percy Jackson memegangi tangan anaknya. “Vaselive,kau harus banggakan Ayah. Jadilah profesor!” Ucap Percy pada Vaselive.
Brukkkkk…..
Percy Jackson terbaring kaku. Matanya tertutup,ia telihat seperti mayat sekarang. Ia seperti ini karena racun ular yang menjalar ke tubuhnya dan karena luka bakar tersebut. Percy Jackson mengakhiri hidupnya.

“AYAAAHHHHHHH…………….”
***
Desember,2014.
Sejak kejadian beberapa bulan yang lalu,bukan kesedihan yang Anak Percy Jackson terima. Melainkan sebuah kebagiaan. Keluarganya sudah terbebas dari isu tentang Ibunya,Keluarga kecil mereka sudah damai.
Dunia percaya dengan cerita Percy Jackson dan Annabeth,Ketiga anak Percy berhasil membuktikan kebenaran itu semua. Rumah kecil mereka berubah menjadi sebuah istana.
Meski tak memiliki Ayah dan Ibu,Keluarga Jackson berada dalam keluarga terkaya di dunia di posisi pertama. Bukan karena emas dan batu mulia tersebut,tapi juga karena keberhasilan mereka.
Alena menjadi salah satu gadis termuda di klub FBI, ia adalah anggota termuda yang bisa memecahkan ratusan misteri kode di dunia. Ini adalah yang di impikan olehnya dulu,dan sekarang ia bisa mendapatkannya.
Vaselive beberapa detik yang lalu mendapatkan piagam dan juara satu olimpiade IPA dan meneruskan sekolah di jenjang perguruan tinggi tanpa harus ada Ijazah sekolah menengah. Ia mendapat beasiswa dan menjadi profesir termuda di dunia,dan baru saja ia menjabat tangan dengan Barack Obama.
Dan Lizzie, ia bergabung dalam klub penjelajah termuda di dunia. Ia adalah anggota termuda di sana,beberapa rekannya sudah menginjak kepala empat. Tapi ia tak mempedulikan itu,iajuga mendapat gelar astounot termuda di dunia yang pernah ke Bulan.
Begitulah akhir certta kerlaurga Percy Jackson. Tapi Bagaimana dengan Aslyn dan pengikutnya? Mereka semua tewas dengan cara mengenaskan. Terjadi ombak besar,perahu mereka terbalik. Seekor Hiu sepanjang 20 meter memakan mereka semua dalam satu gigitan dan begitulah akhir dari mereka.
Setelah 600 tahun berlalu,semua hewan dan tumbuhan mengalami perubahan karena bumi yang terus terusak oleh umat manusia. Kelinci laut berubah menjadi kelinci biasa,Ikan piranha se[anjag dua meter menyusut dan gajah laut tak bisa bernang lagi.  Dan masih banyak lagi.
Setelah Eldorado tenggelam,terjadi Tsunami yang sangat dahsayat. Karena belum ada bukti kuat yang membuktikannya,El Dorado hanya sebatas karangan biasa. Tapi ketiga anak Jackson telah membuktikan itu semua.
THE END.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar