Minggu, 05 Oktober 2014

El Dorado Time Travel [1D Series] - Part 6

PART 6
“Baiklah,kalau begitu. Ayo kita lanjutkan perjalanan.” Ucap Percy Jackson memimpin jalan lagi.
Mereka semua berjalan cukup jauh. Betapa terkejutnya mereka saat melihat danau emas? Tapi,bukan emas seperti itu. Apa kalian pernah melihat danau yang berisi air? Bayangkan jika air yang berada di danau itu adalah cairan lelehan emas? Menakjubkan bukan? Memang,tapi ini berbahaya! Suhunya adalah 200°. Jadi kalian mungkin tahu betapa panasnya lelehan emas ini,berwarna emas dan berkilau,tapi jika terkena tangan mungkin hanya akan tersisa tulangnya saja.
Tapi harus bagaimana lagi? Di tengah danau ini adalah Golden Mountain. Sebuah kerajaan yang panjangnya 1000 Km,dengan tinggi puncaknya 150meter. Bagaimana,cukup besar bukan kerajaan ini? Dengan sebuah pintu berbalut emas yang tingginya 5 meter berada di pusat danau ini.
Sebuah bangunan yang di sebut Golden Mountain itu salah! Itu bukan sebuah pegunungan. Melainkan kerajaan yang sangat panjang dan tinggi berada di tengah danau lelehan emas panas. Pantas saja semua orang tergiur dengan ini.
Hanya saja bangunan yang 100% terbuat dari emas murni itu sebagiannya tertutupi oleh tumbuhan,itu yang membuat beberapa orang mengira bahwa ini adalah sebuah pegunungan emas.
Tapi ada satu pertanyaan. Bagaimana cara mereka untuk sampai di depan pintu emas itu? jika mereka harus berenang di danau emas itu,artinya mereka harus mati terlebih dahulu sebelum mencicipi keindahan bangunan emas tersebut.
“Tunggu,tapi apa itu?” Tanya Alena. Ia melihat sesuatu yang aneh.
“Itu yang Ayah sebut dengan Shotorch.” Jawab Percy Jackson. Sekitar enam Shotorch berada disana. Bayangkan saja,itu adalah sebuah hewan menakjubkan yang sangat langka. Berbentuk kodok sebesar sepedah motor yang memiliki sepasang sayap besar seperti sayap burung pada umumnya. Tunggu,belum sampai situ! Kodok bersayap itu berwarna hijau dan putih.
Menakutkan,tapi ini cukup menakjubkan. “Baiklah,Shotorch adalah herbivora. Jangan khawatir.” Percy Jackson mendekati Shotorch tersebut,ia mengelus sayap Shotorch dengan perlahan. Tapi…
“Dimana,Luke?” Tanya Anna kaget. Jelas saja,tadi Luke berada di sampingnya. Namun sekarang tidak lagi.
“Ah,aku tahu!” Seru Edward,sepertinya ia tahu suatu hal. “Anna,kau tunggu disini. Aku akan pergi mencari Luke.” Edward pergi.
Drrrttt…Drrrttt…
Jam tangan Nick bergetar,ia menekan salah satu tombol sehingga Hologram keluar dari layar berukuran 2 inch tersebut.
--------------------
Message
From : Aslyn Nichole H.
            Aku sekarang dalam keberangkatan menuju Eldorado,lima menit lagi aku akan pergi. Ada yang ingin kalian butuhkan? Temui aku di suatu tempat yang bisa aku kunjungi.dimana kalian?
--------------------
“Waw,bagaimana cara membuat itu? Profesor Nick,tolong ajari aku!” Seru Vaselive terpukau dengan salah satu karya Nick. Tidak perlu di ragukan lagi,kemampuan Nick memang berstandar WorldClass. Pantas saja dunia memujinya.
“Ini,aku akan mengajarkanmu jika kita bertemu lagi. Kau lebih layak di sebut Little Profesor,Vaselive.” Ujar Nick. Ia cukup tersanjung dengan pujian Vaselive,iapun membalas pesan itu lagi. “Temui kami di pesisiran pantai El Dorado,ambil satu botol serum yang berada di labku. Warna tutupnya ungu,Anna sangat memerlukan itu. Aku pergi.”
“Tn.Percy Jackson. Salah satu teman kami akan berkunjung kesini,aku meminta maaf karena tidak bisa ikut ke GM. Kami harus pergi ke pesisiran pantai El Dorado.” Ucap Nick pada Percy Jackson.
“Nick,memangnya ada apa? Kenapa terburu-buru seperti itu?” Tanya Jack penasaran. Ia sepertinya belum mengerti tentang apa yang di lakukan Nick.
“Aslyn akan pergi kesini,kita harus menemuinya di pesisiran pantai. Aku menyuruhnya untuk membawa serum untuk Anna.” Jawab Nick.
“Baguslah jika begitu,tapi bagaimana dengan Luke dan Edward ?”Tanya Anna khawatir.
“Tidak perlu takut,aku yakin Edward akan membawa Luke. Mereka pasti akan kembali kesini.” Jawab Nick lagi,”Percy Jackson,jika kedua teman kami bertanya…tolong katakan temui kami di pesisiran pantai.”
“Baiklah,kami akan pergi dulu.” Ujar Jack,ia membungkukan badannya. “Anna,naiklah ke pundakku!” Suruhnya lagi. Anna menurut dan naik di pundak Jack.
Edward bersiap untuk memimpin perjalanan.baru beberapa langkah mereka bertiga berjalan,suara seorang gadis terdengar sehingga mereka menghentikan langkahnya.
“Profesor Nick!” Panggil Vaselive berteriak,ia mendekati Nick dan membuka tasnya.”Profesor,aku membuat ini. Aku berharap ini bisa berguna selama di perjalanan nanti,banyak hewan aneh disana. Kau mungkin bisa menggunakan ini.”
“Tapi,apa ini?”Tanya Nick penasaran. Nick menerima botol kecil berisikan seperti bubuk berwarna abu-abu.
“Ini sebuk bom peledak sebesar debu yang aku buat. Jika terjadi sesuatu,Profesor hanya tinggal melemparkan sebagian serbuk ini.dan hewan seperti monster itu akan meledak hanya dalam hitungan detik.” Jawab Vaselive menerangkan cara kerja serbuk peledak itu.
“Ini cukup menarik.”
“Ah,aku lupa.” Ucap Vaselive. Ia mengeluarkan satu kamera CCTV berwarna merah sebesar butiran debu dan menempelkan di dahi Nick,ia juga tak lupa menempelkan pada dahi Anna dan Jack. “Itu kamera CCTV sebesar butiran debu yang aku buat juga,jika terjadi masalah besar… aku akan datang,karena mulai sekarang aku bisa memantau Profesor.”
“Baiklah,aku cukup tersanjung dengan kemampuanmu.”Puji Nick pada Vaselive,”Seminggu lagi,di Columbia University di adakan olimpiade.kau bisa ikut,biayanya gratis.siapa saja bisa mengikuti olimpiade itu,aku pergi.” Nick membalikan badannya dan bersiap berjalan untuk menemui Aslyn.
***
“Botol serum yang memiliki tutup berwarna ungu...” Batin Aslyn di lab. Kerjanya. Ia masih berada di California dan bersiap untuk pergi,ia mencari botol serum yang Nick suruh tapi…ia berada dalam masalah besar!
Bayangkan saja. Sekarang ia sudah berada persis di dekat meja kerja Nick,dan ia sekarang harus mencari sebuah botol serum bertutup ungu. Tapi,di depan matanya terpampang jelas lebih dari 100 botol serum berbagai ukuran yang memiliki tutup berwarna ungu. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Nick tidak menjelaskan untuk apa botol serum itu.
“Ah,aku ingat! Serum untuk Anna.” Cicit Aslyn bergembira,ia berfikir sebentar lalu mengambil lima botol serum dan menaruhnya di tas. “Jika ini untuk Anna…itu tandanya aku perlu mengambil serum pemutih,serum anti bakar,serum anti matahari,serum pereda sakit dan serum berisikan alkohol 95%.” Bodoh! Bukan serum seperti itu yang Anna butuhkan. Anna hanya membutuhkan serum penetral racun ular.
Tapi harus bagaimana lagi? Sungguh malang nasib Anna. Luke hilang entah kemana,Edward pergi begitu saja,wajahnya terlihat pucat lagi,dan racun ular itu sekarang telah menjalar ke seluruh tubuhnya.semoga saja itu adalah penderitaan terakhirnya.
Kemana perginya Luke? Anna sangat membutuhkannya.
Setelah Aslyn mengambil serum dan memasukan ke dalam tasnya,ia pergi mendekati mesin waktu pertamanya.
Takut? Tentu saja! Tapi mau tak mau,ia harus menolong temannya yang sedang berada dalam kesulitan,Aslyn menaiki mesin waktu dan…
***
Terjadi goncangan yang cukup dahsyat. Ini adalah sebuah gempa bumi berskala 4.0SR,tidak terlalu besar. Tapi gempa ini lebih dahsyat dari gempa sebelumnya.
Sebuah air keluar semakin cepat. Apa anda mengingat dengan sumber air sebelumnya? Ya,benar! Besar sumber air itu yang tadinya hanya sebesar diameter pulpen,sekarang menjadi sebesar diameter ban sepedah motor.
Pantas saja air sangat cepat keluar dari sana! Terlebih lagi,suhu air itu cukup dingin. Dan yang lebih parah lagi,sejak tadi sumber mata air  belum berhenti mengeluarkan air. Sejak tadi air semakin deras keluar dari sana,dan masih ada yang lebih buruk lagi… Kelompok Percy Jackson dan kelompok Anna serta Luke dan Edward belum mengetahui hal ini.
Terbentuk sebuah kawah sungai di dekat sumber air itu,bentuknya seperti danau berdiameter 15m. bagaimana ini bisa terjadi? Sebelumnya ini tidak ada.
Gempa bumi terjadi berpusat di sumber air itu,terjadi pergesaran bumi dan longsor di sekitar daerah itu. itu mungkin yang membuat kawah itu terbentuk.
Kawah yang terbentuk itu memiliki kedalaman sekitar 20meter,dan sudah seperempatnya terendam air sejak insiden gempa itu terjadi beberapa detik yang lalu. Itu berarti air keluar dengan cepat bukan?
Luke menyusuri hutan rimba ini,apa kalian tahu penyebabnya?
Ia pergi tidak ada tujuan lain selain satu hal,sebelumnya Luke memiliki perasaan pada Anna lebih dari sekedar teman biasa. Serum penetral Anna habis,dan ia hanya bisa bertahan sekitar 6 jam untuk hidup.
Apa kalian sekarang tahu apa penyebabnya? Ya,benar! Luke pergi untuk mengambil sirip ikan piranha atau sirip ikan aligator darat yang berkeliaran di dekat sini. Hanya itu obat Anna satu-satunya.
Luke sekarang berada dalam kejauhan sekitar 100 meter dari kawanan ikan aligator dan piranha darat itu. Bayangkan saja,terbilang memang cukup sedikit. Hanya 5 ikan piranha darat dan 8 ikan aligator darat. Tapi ukurannya 2x lipatdari ikan pada umumnya.
Takut? Tentu saja! Dan terlebih lagi,ia tidak membawa perbekalan apapun. Hanya sebuah pisau dan senapan dengan 5 peluru. Itu artinya ia bisa mengatasi 5 ikan aligator itu dengan senapannya,tapi masih tersisa 3 ikan aligator dan 5 piranha lagi yang harus ia bunuh dengan pisau serta kekuatannya.
Luke mendekat dengan sangat-sangat perlahan mendekati kawanan ikan buas tersebut,ia sungguh hati-hati. Jika tidak,matilah dia!
Ketakutan luar biasa sudah menyatu pada setiap aliran darahnya,tapi…jikapun ia harus mati ia tidak mempedulikan itu! yang terpenting adalah ia mendapat sirip ikan yang bisa mengobati Anna. Hanya itu.
Luke mendekati kawanan ikan buas itu,berjarak sekitar 50 meter mungkin ia juga sampai.  Ia bersembunyi di balik pohon yang berbatang sangat besar. Tunggu,apa ini?
Detak jantung Luke berdetak sangat cepat,seperti ada sesuatu di bahunya. Luke tidak berani melihat,apa itu mulut ikan aligator? Oh,tamatlah riwatnya~
Oh,baiklah. Luke tidak ingin penasaran,ia memutar sedikit kepalanya dan……
“Ssstttt…..” Bisik Edward. Untunglah itu hanya tangan Edward saja,dan beruntung sekali kalau Luke belum sempat berteriak. “Kau harus diam! Kau memiliki berapa peluru?” Tanya Edward.
“Aku memiliki 5 peluru dan sebuah pisau!” Jawab Luke bercicit.
“Aku punya 5 peluru juga. Aku bunuh satu ikan aligator,dan kau bunuh 2 ikan piranha!” Ucap Edward. What? Ide ini cukup bagus,tapi bukankah ini sebuah ide gila?
Membunuh 3 ikan buas hanya dengan dua buah pisau? Oh,Ya ampun.  Beruntung jika dengan setiap peluru,satu ikan bisa mati begitu saja. Tapi,bagaimana ketebalan kulitnya? Ia tidak memikirkan itu?
Edward mengambil sebuah batu di dekatnya,”cepat naiklah ke atas pohon ini. Aku akan memanjatnya setelah kau sampai disana.” Perintah Edward.
Luke menurut dan memanjat pohon berbatang super besar itu,Edward memasukan batu ke dalam kantung bajunya. Ia memanjat pohon besar itu juga.
Yang mereka harapkan sekarang,semoga ikan itu tidak bisa memanjat. Luke dan Edward duduk di atas dahan pohon sekarang. Edward mengeluarkan batu dari kantungnya,dengan sigap edward melemparkan batu itu… tapi,
Gawat! Batu itu hanya terlempar sekitar tiga meter dari pohon yang Edward panjati,kenapa hanya terlempar sedekat itu?
Menyadari ada suatu suara,ikan buas itu mendekat ke arah sumber suara itu namun tidak melihat apapun. Salah satu ikan itu mengendus-endus seperti memiliki hidung anjing.
“Oh My God!” Pekik Luke ketakutan,awalnya ikan buas itu tidak menyadari apa-apa. Namun terdengar suara seseorang dari atas pohon.
“YA! Kenapa kau berbicara!” Hardik Edward marah,bodoh saja. Mereka sudah dalam keadaan seperti ini dan harus di tambah dengan kelakuaan Edward,padahal sebelumnya Ikan buas itu tidak menyadari kedatangan mereka.
“Edward,edward! Cepat lihat apa yang mereka lakukan…”
Beberapa ikan piranha mendekati batang pohon besar itu,mereka menggorogoti batang itu seperti layaknya makanan. Pohon ini berdiameter sekitar 1,5 meter tapi ikan itu memiliki taring setajam pisau belati.
Hampir setengah dari batang pohon itu sudah di gerogoti kawanan ikan buas itu,gawat! Mungkin inilah akhir dari perjalanan mereka.
Tak terbayangkan bukan,meraka lebih pintar! Piranha itu menggerogoti batang pohon agar menyebabkan pohon itu menjadi rubuh,sehingga automatis itu akan menjatuhkan Edward dan Luke yang masih berada di atas sana.
Terjadi kemiringan sebesar 45°,pohon ini akan benar-benar ambruk di buat ikan piranha ini. Beberapa kawanan ikan aligator juga sudah siap membuka mulutnya sebesar mungkin.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”
Luke dan Edward terjatuh dan sekarang duduk di atas tanah ini,kawanan ikan buas mendekati mereka. Tanpa fikir panjang Luke dan Edward berlari secepat mungkin yang ia bisa,namun ikan ini nampaknya juga bisa menyamai kecepatannya.
Beberapa ikan buas itu sudah membuka mulutnya lebar-lebar untuk memangsa mereka,Luke sesekali melihat kebelakang dan semakin berlari lebih cepat dari sebelumnya.
“Bagaimana? Jumlah mereka lebih dari 10!” Seru Luke sembari ia berlari berdampingan dengan Edward.
“Kita berhenti di pohon yang paling besar itu!” Edward menunjuk kearah pohon yang berjarak sekitar 20 meter darinya, “Aku akan mencoba menembaknya!”
Ikan itu semakin cepat,detak jantung Luke dan Edward semakin tak karuan! Mereka merasa seperti di kejar oleh ajalnya. Ya,jika mereka tidak berlari lebih cepat mungkin ajalnya akan memakan mereka.
Edward dan Luke berhenti di dekat pohon besar yang di perkirakan sebelumnya, Kawanan ikan buas itu cukup heran dan ikut berhenti. Edward menunjukan pistolnya di hadapan ikan-ikan itu,ini cukup membuat kawanan ikan menjadi bingung.
“Cepat pergi! Pistol ini akan membunuh kalian jika kalian tidak ingin pergi!” Seru Edward sambil terus menodongkan pistol ke arah ikan yang berjarak sekitar 2 meter dari hadapannya.
Tapi,ikankan tidak memiliki otak sepintar manusia. Bagaimana ia bisa mengerti apa yang baru di katakan Edward ?
Edward mengambil satu dahan pohon yang berada di atas tanah,ia melemparkan sejauh yang ia bisa dan semoga dengan ini ikan akan pergi. Namun,hal yang di lakukannya bertolak belakang dengan apa yang di harapkannya. Dahan pohon itu justru jatuh mengenai tubuh panjang menyeramkan salah satu ikan aligator itu,dan itu justru membuat ikan itu meruncingkan matanya.
“Tamatlah riwayat kami.” Cicit Luke. Kawanan ikan itu mendekat dengan perlahan,dan ini sangat mengancam mereka berdua. Luke dan Edward berjalan mundur dengan perlahan setelah menyadari ancaman ikan buas itu.
DORRR! DORR!!
Dua tembakan telah berbunyi menembus badan dua ikan aligator,darah sudah bercucuran keluar dari tubuh ikan ganas itu. namun ikan itu belum mati! Dua ikan yang terkena tembakan itu seperti ia memiliki kekebalan pada tubuhnya, ia justru meruncingkan matanya.
Masalah terjadi lagi, “Edward,nampaknya ikan itu tidak mempan dengan pistolmu!” Cicit Luke ketakukan.
DORR! DORR!
Terdengar lagi dua suara tembakan, DORR!
Tembakan terakhir dari pistol Edward berbunyi. Nampaknya ikan piranha tak memiliki kulit tebal seperti ikan aligator. Tuhan masih berpihak pada mereka,tiga ekor ikan piranha telah mati. 
DORR! DORR! DORR! DORR!
Empat tembakan sekarang bersumber dari pistol milik Luke. Dua peluru masuk ke dalam mulut dua ikan aligator saat mulutnya terbuka,dan seperti apa yang mereka harapkan… ikan itu tewas begitu saja,tapi ini belum selesai! Masih ada beberapa ikan buas lagi.
Edward mengambil dua botol dari kantung tasnya,beruntung botol itu berisi air keras. Dengan cepat Edward menumpahkan air keras secara asal ke arah ikan itu,dan beberapa ikan mati begitu saja. Edward membuka kenop dan bom asap keluar begitu saja.
“Luke,Ayo cepat kabur!” Seru Edward saat asap putih tebal mengganggu kawanan ikan buas itu sehingga tak bisa berbuat apa-apa.
“…………………….”
Luke merabah ditanah mencari ikan piranha yang telah mati,berhasil! Ia mendapatkan ikan piranha raksasa itu dan segera berlari. Secepat mungkin,karena asap itu tidak bertahan lama.
“Untuk apa kau mengambil ikan mati itu?” Tanya Edward sembari berlari.
“Hanya ini obat untuk Anna.” Jawab Luke sembari ia berlari membawa ikan mati itu.
Asap tebal menghilang, beberapa ikan masih hidup. Ikan itu melihat beberapa kawanannya terkapar di buat orang itu,Ikan itu mengejar Luke dan Edward lbih cepat dari sebelumnya.
BRRRUKKKKK!
Luke terjatuh karena tersandung oleh akar pohon,Edward membalikan tubuhnya.
“Cepat berdiri,cepat! Ikan itu semakin mendekat!” Seru Edward sembari ia menarik lengan Luke agar ia bisa berdiri lagi.
“Tak ada waktu lagi,cepat ambil ini!” Luke memberikan ikan mati itu pada Edward, “Cepat berlari,Anna membutuhkan itu! pistolku masih ada satu peluru..” Luke juga meberikan pistol padanya,ia sudah putus asa dengan apa yang terjadi sekarang. Bisa saja Luke bangun dan berlari lagi,namun kakinya berdarah karena terjatuh. Lukanya cukup besar.
“Apa kau gila? Berjarak 30 meter lagi,ikan itu akan memakan kita!” Hardik Edward,ia tak percaya dengan apa yang di katakan temannya.
“Cepat pergi! Kau harus tetap hidup! Katakan pada Anna,aku mencintainya!” Seru Luke meninggikan suaranya,berjarak 20meter lagi ikan itu sudah berada di depannya.
Edward bingung dengan apa yang harus ia lakukan, “Maafkan aku! Aku akan memberikan ini pada Anna,semoga kau beruntung!” Edward memeluk ikan mati itu dan berlari sambil memegang pistol itu.
“Maafkan aku,Anna.” Luke menitihkan air mata,Edward sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya. Dengan sekuat tenaga Luke mencoba berdiri menatap sekitar kurang dari lima ikan buas itu.
Darah semakin banyak keluar dari lutut Luke yang terluka, “Kalian lapar?” Tanya Luke berbicara pada kawanan ikan itu, “Baiklah,makan aku…tapi jangan teman-temanku.” Itulah kalimat terakhir Luke,dan….
Tak sampai satu menit Ikan buat itu memangsa Luke dengan ganas,hanya tersisa tas dan topi saja. Luke sudah melakukan hal gila dengan merelakan tubuhnya di makan ikan demi teman-temannya.
Luke tewas,begitulah akhir hidupnya. Ia belum sempat menyatakan dengan resmi perasaannya pada Anna,tapi ia hanya berharap Anna bisa sehat dan hidup dengan bahagia.
***
Edward melambatkan larinya,air matanya sudah terkuras sejak insiden yang baru saja terjadi. Ia tak peduli apa yang terjadi sekarang, tapi sejauh mata memandang ikan buas itu sudah tak terlihat lagi.
“Maafkan aku,Luke.” Edward berteriak karena kekesalannya. Ia terus menyesali kenapa ia tak melawan ikan itu,padahal ia masih memiliki pisau untuk membunuhnya. Ia merasa sangat bersalah. 
Edward terus menangis,ia tak ingin seperti ini karena ia seorang pria. Tapi ia tak sanggup lagi menahan air mata karena melihat pengorbanan teman untuknya.
“Aku tidak akan menyerah! Kau telah berkorban untuk Anna dan aku,aku harus memberikan ini pada Anna.” Luke memantapkan dirinya,tapi tunggu…
Ia berhenti melangkah,ia melihat ada suatu pemandangan yang mengganggu pemandangannya.
“Oh My God! Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Edward membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat,baru saja masalah terselesaikan dan hadir masalah baru.
Kau tahu apa yang Edward lihat? Itu adalah…..

===== TBC =====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar