Minggu, 05 Oktober 2014

El Dorado Time Travel [1D Series] - Part 4

PART 4
Sekelompok orang jatuh dari langit,lebih tepatnya keluar dari perjalan waktu. Setelah mereka sampai cahaya putih itu mendorong sehingga mereka lebih terlihat jatuh dari langit.
“Dimana kita?”Tanya Anna sembari memegangi kepalanya yang terkena benturan dari insiden jatuh oleh mesin waktu tersebut.
“Anna,kita berada di Eldorado.” Jawab Luke yang duduk terjatuh di samping Anna. Semua barang yang di bawa Anna dan pengikutnya jatuh berserakan di sekitar sana. Ya,ini hampir sering terjadi setelah Mesin waktu selesai mengantarkan setiap orang di dalamnya sampai di tujuan.
Seorang Pria yang duduk di samping Anna menghela nafasnya, “Huh,ini pertama kalinya aku tiba disini.” Tutur Pria itu yang bernama Jack Styles.
“Cepat! Kita tak ada waktu lagi! Kemaskan barang kalian sebelum matahari tenggelam.” Perintah Edmund.
“Ah,ini akan menjadi perjalanan yang panjang!”Keluh Luke Horan. Sebelumnya mereka memang tidak ada persiapan lebih dulu,dan mungkin perjalanan ini bisa di bilang mendadak! Karena mereka pergi tanpa ada rencana di hari sebelumnya.
Anna dan pengikutnya mulai melangkahkan kakinya untuk pergi memulai perjalanan mereka di El Dorado. Kali ini Edward memimpin di bagian paling depan,dan Luke di bagian paling belakang.
Hari sudah semakin gelap.jalankan cahaya matahari,cahaya bintangpun terlihat tidak terlalu terang disini. Bila di ibaratkan lampu,mungkin sinar bintang sudah mulai redup.
Beberapa hewan laut seperti ikan salmon,tuna dan lainnya berjalan di sekitar sini. Mengapa bisa seperti itu? entahlah,akal manusia belum ada yang dapat membuktikan mengapa hal ini bisa terjadi. Mungkin hewan di dunia ini memang berawal seperti ini,dan…seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman,hewan yang berada di pulau ini menjadi bertolak belakang dengan yang ada di dunia ini sekarang.
“Luke,Edward. Bisakah kita berhenti sekarang?” Tanya keluh Anna. Kakinya seperti menahan beban 10Kg saja,namun setiap ia melangkah rasanya itu sangat berat. “Kita lanjutkan saja berjalanan esok,aku sudah sangat lelah!”
“Anna,kita harus berjalan lagi. Setidaknya sampai disana!” Jawab Edward sambil menunjuk ke arah pohon besar yang berada sekitar 50-60 Meter dari sini.
“Tapi aku sangat lelah!” Keluh Anna.
“Ya,aku juga cukup lelah.” Timbal Jack yang berada di depan Anna.
“Jangan mengeluh terus! Kita harus bertahan sebentar lagi.” Tutur Edward yang mulai melanjutkan langkahnya di dampingi dengan Edmund,Jack dan Nick.
Mau tak mau Anna harus melangkahkan kakinya lagi. tapi…tunggu-tunggu,kenapa ia tiba tiba berhenti setelah berjalan 3 langkah dari sebelumnya?
Oh,aku tahu! Tanpa di suruh sebelumnya,tiba-tiba Luke langsung berhenti di depan Anna dan berjongkok dengan membawa tas di dadanya. “Naiklah ke punggungku,Anna!” Perintah Luke.
Dewi fortuna masih berpihak pada Anna rupanya,untung saja ada Luke yang senang hati masih ingin menawarkan pada Anna untuk naik ke punggungnya.
Luke berjalan sambil menggendong Anna di punggugnya.
“Luke,bagaimana kita bisa menghubungi adikmu?” Tanya Anna yang terlihat lelah dan mengantuk. Adikmu? Mungkin maksudnya Adik dari Luke.
Luke memiliki seorang adik perempuan yang cukup cantik bernama Aslyn Nicole Horan. Umurnya sekitar 19 tahun,rambutnya panjang dan sedikit ikal pada bagian bawahnya,kulitnya putih dan bersih,tingginya sekitar 178 cm,berat badannya 47 Kg. Bagaimana,sudah terbayang bukan betapa cantiknya gadis ini?
Bukan hanya itu.Ia memiliki IQ di atas rata-rata yakni 149,Ia sering bekerja sama dengan Nick Tomlinson untuk membuat bererapa penemuan  seperti Vaselive,semasa sekolah selalu mendapat peringkat 3 besar dan pernah menjadi Asisten dosen di umur 17 tahun. Bagaimana,sempurna bukan? Kelebihannya ini juga yang membuat banyak pria jatuh hati padanya.
Setelah lulus sekolah dasar dan menerus kan ke jenjang SMP,ia langsung di terima di Harvard University tanpa memelukan ijazah SMAnya. Bahkan,ia bisa di bilang ya…lebih pintar dari Kakaknya yaitu Luke Horan.
Dia tidak menyukai pekerjaan yang berat seperti apa yang di lakukan Anna dan pengikutnya ini. Ia lebih suka dengan memecahkan kode atau membuat penemuan dari pada hal seperti itu. Anna dan Aslyn berkenal cukup baik. Edmund,Edward,Jack,Nick, dan Luke adalah pengikut yangdi pimpin oleh Annabelle Smith,dan Keenam orang itu di pimpin oleh Aslyn. Jadi,kelompok itu di ketuai oleh Aslyn. Bisa saja jika Luke menjadi pemimpin kelompok ini,namun entah kenapa ia lebih memilih menjadi bawahan Anna dari pada menjadi atasan adiknya yaitu Aslyn.
“Tenang saja,Nick membuat handphone bersinyal 6G dengan Aslyn. Jadi kita bisa menghubungi satu sama lain walau terpisah jarak dan waktu.”Jawab Luke yang masih menggendong Anna di punggung.
Mereka sampai. Jack dan Edmund membuat sebuah tenda yang bisa di bilang cukup besar,bahkan mungkin sekitar 30-35 orang bisa masuk di dalam sana. Bagaimana,besar bukan ?
Tapi kenapa bisa tenda sebesar itu di buat dalam jangka waktu yang sangat singkat? Tentu saja sebelumnya Nick dan Aslyn pernah membuat ini bersama,jadi dengan menekan satu tombol dan di rapihkan sedikit tenda besar ini sudah berdiri kokoh.
Jack,Edmund dan Edward sudah berada di dalam untuk bersiap untuk tidur. Dan Nick seperti biasanya,ia membuat sebuah alat yang entah apa gunanya itu. Luke menurunkan Anna. Mereka berdua yang tadinya di luar sekarang sudah berada di dalam tenda itu.
Nick menekan salah satu tombol pada jam tangan buatanya. Waw! Betapa hebatnya jam tangan milik Nick ini. Setelah Nick menekan tombol itu,tiba-tiba saja sebuah layar transparan keluar dari jam tangan itu.layar transparan itu menunjukan wajah seseorang dari sana,tapi bagaimana bisa? Mereka terpisah dari kota yang sangat jauh dan terpisah dari selisih waktu 600 tahun.
Tentu saja orang yang berada dalam layar itu memiliki jam tangan seperti yang Nick miliki,mereka membuat sebuah chip berstandar 6G. tentunya lebih hebat dari 3G apa lagi 2G.
“Hallo! Bagaimana keadaanmu disana?” Sapa Nick sambil berbicara dengan wajah orang yang berada di layar itu.
“Aku baik,bagaimana dengan yang lainnya?” Tanya seorang gadis yang bernama Aslyn Nicole Horan. Ya,itu adalah adik Luke yang tadi di ceritakan.
“Kami semua baik,lihat aku menemukan sebuah kupu-kupu yang bisa berjalan dan berenang!” Jawab Nick sambil menunjukan sebuah botol transparan yang terdapat kupu-kupu dua alam itu di dalamnya.
“Aku ingin bicara dengan Aslyn!” Timpal Anna yang langsung menarik tangan Nick sehingga ia bisa berhadapan dengan Aslyn, “Hey! Cepat buat mesin waktu dan datang kesini!” suruh Anna pada Aslyn.
“Ya,mungkin sekitar 3-4 hari mesin waktu ini baru bisa di pergunakan. Tapi aku tidak ingin kesana!” Tolak Aslyn mentah-mentah, “Kau tahukan bagaimana keadaan Eldorado itu?banyak hewan mengerikan disana! Aku tidak suka,bagaimana jika aku kembali dengan tidak selamat? Apa kau ingin mengganti nyawaku?” Tuntut Aslyn.
“Jika kau tidak selamat,kami juga tidak selamat!” Seru Anna meninggikan suaranya.
“Ah,aku tahu itu. dimana Jack? aku ingin bicara padanya!” Perintah Aslyn pada Anna. Anna langsung menggeser tangan Nick ke arah Jack agar dia bisa bicara padanya. “Apa kabarmu,Jack?”
“Aku baik disini,ayolah Aslyn kemarilah kesini!” Suruh Jack meminta agar Aslyn untuk pergi ke El Dorado.
“Ah,itu cukup sulit! Setelah pengalamanku berpetualang ke Atlantis,aku cukup trauma dengan itu. Jadi kalian saja yang menikmati liburan disana,aku akan menjaga dari sini.”
“Saat di Atlantis kita baru pertama kali bertemu,aku juga cukup trauma dengan petualangan itu. tapi sekarang aku bisa menghilangkan ketakutanku!” Seru Jack yang sedikit bersemagat,padahal matanya sudah terlihat cukup mengantuk. “Ayolah,temani aku disini. Kau tahu? Anna selalu bersama Luke,Nick selalu bersama Edward, dan Edmund selalu berkomunikasi jarak jauh dengan **** aku kesepian disini,Aslyn.”
“Aku tahu bagaimana perasaan itu,Dear!” Tutur Aslyn menyesal, “Baiklah.karena kau yang meminta,jika keadaan terdesak aku mungkin akan datang kesana 2-3 hari lagi. Aku akan lebih bekerja keras untuk menyelesaikan mesin waktu pertamaku!”
“Baiklah,kami akan tidur lebih dulu. Jaga dirimu,Dear.” Ucap Jack yang langsung menekan tombol merah pada layar transparan itu sehingga membuatnya memutus panggilan dengan Aslyn.
“Baiklah,kita harus beristirahat sekarang!” Ucap Luke menyuruh semua orang untuk tidur,ia kemudian merapihkan posisi tasnya yang ia jadikan sebagai bantal, “Hari melelahkan akan di mulai esok! Nick,berhentilah membuat barang yang entah apa namanya itu. tidurlah,besok kau akan memulai perjalanan panjang!” Suruh Luke pada Nick. Nick kemudian berhenti untuk menyelesaikan sebuah barang yang sedang di buatnya itu lalu beristirahat di tenda itu.
***
“Morning,Dad!” Seru Vaselive yang lebih dulu bangun dari pada Adik,Kakak serta Ayahnya. Ya,tentu saja ada maksud tertentu mengapa ia bangun lebih awal. Tentu saja ingin membuat sebuah penemuan lainnya,setiapa hari hanya ini yang ia lakukan. Padahal ia tak pernah bersekolah lagi setelah lulus sekolah dasar,tapi entah kenapa ia sungguh mahir membuat penemuan-penemuan itu. menurutnya,jika ia tak membuat sebuah mahakarya seperti semangkuk sop tanpa garam. Hambar rasanya!
“Kau lebih dulu bangun.” Percy Jackson sang Ayah meregangkan otot-ototnya setelah tidur indahnya semalam.
“Ayah,ayo cepat! Kita sudah cukup terlambat,ayo kita pergi ke Golden Mountain!” Suruh Lizzie. Ya ampun,padahal ia baru bangun dan belum sepenuhnya sadar. Ya,Lizzie sangat menyukai jika sudah berbicara dengan petualangan dan berjelajah. Jika ia terlahir sebagai orang kaya,Ia dulu bercita-cita ingin berkunjung ke seluruh keliling hutan yang ada di dunia. Namun malang,tahun-tahun sebelumnya ia ditinggal Ayahnya untuk sementara dan di tinggal selamanya oleh Ibunya.
“Huh,aku sungguh lapar.” Keluh Alena yang langsung memegang perutnya yang sudah berbunyi sedari tadi.
“Kalian lapar? Apa ingin Ayah buatkan Ulat pohon balado lagi?” Tawar Ayahnya. Apa? Ulat pohon balado? Apa layak makanan seperti itu mendapat embel-embel balado? Rasanya itu tidak!
“Tidak,tidak Ayah! Kami masih membawa banyak makanan!” Tutur Lizzie yang berintonasi cukup cepat,baru mendengar namanya saja ia sudah menolak seperti itu. “Kami membawa banyak makanan,banyak sekali!”
“Ya,ya.baiklah, kalian makanlah dulu makanan yang kalian bawa. Ayah ingin pergi mencari Philip!” Percy Jackson sudah bersiap untuk turun dari rumahnya yang berada di atas pohon itu.
“Ayah,siapa itu…Philip? Apa dia sejenis Sotongsh lagi?” Tanya Alena penasaran. Ia sungguh berharap bahwa jawaban yang di dengan Ayahnya adalah Tidak.
“Tentu saja,bukan! Philip adalah peliharaan Ayah yang berbentuk seperti gajah bertaring singa,Ayah sarankan kalian untuk berdiam dulu disini. Ayah pergi dulu.” Jawab Percy Jackson yang langsung menghilang dari hadapan ketiga anaknya. Bukan maksud Percy Jackson untuk melarang anaknya untuk ikut,tapi jika mereka ikut hanya akan membuat mereka takut sendiri saja. Ayahnya sungguh tahu bagaimana ketakutan yang dimiliki ketiga anaknya itu.
“Ah,sudahlah. Lupakan! Lizzie keluarkan roti yang kau bawa!” Suruh Alena,Lizziepun mengeluarkan beberapa potongan roti dan air kemasan botol dan memakannya bersama-sama.
---
“Aku jadi berfikiran untuk pergi kesana.” Ucap Aslyn di sela-sela ia berbicara dengan Jack. Hahah,Jack sengaja mengambil jam tangan Nick dan menghubungi Aslyn di California. Nick tentunya belum mengetahui hal ini karena ia masih tertidur di tenda itu.
“Ayolah pergi kesini,temani aku! Apa aku harus menjeputmu kesana bagaikan seorang pangeran yang menjemput seorang Putri?” Tanya Jack. Ia sungguh ingin kekasih teman dekatnya itu untuk datang kesini. Jack dan Aslyn sangat dekat bagaikan sepasang kekasih,namun salah satu di antara mereka belum ada yang berani mengungkapkan perasaannya.
“Aku akan fikirkan itu lagi,ini sudah pagi. Aku ingin meneruskan menyelesaikan mesin waktu ini,See you Dear!” Jawab Aslyn sambil melambaikan tangannya pada Jack.
“See you!” Jack menutup sambungan telefonnya dengan Aslyn,padahal sungguh jelas terlihat di wajahnya jika ia ingin sekali masih banyak berbincang dengannya.
“Jack! Kau meminjam jam tanganku tanpa izin!” Seru Nick yang masih menutup kedua matanya,mungkin ia sudah terbangun karena sejak tadi mendengar mereka berdua berbincang. Namun,bisa jadi juga kalau ia masih ingin tertidur lagi.
“Nick! Kau mengagetkanku!” Tutur Jack yang sedikit kaget mendengar seseorang berbicara padanya, “Sejak tadi malam Aslyn menghubungimu,aku terganggu dengan suara jam tanganmu yang terus berbunyi! Jadi aku angkat saja.” Lanjut Jack yang berbohong.
“Memangnya kau fikir aku tidak tahu?” Tanya Nick sedikit menuntut.
“Ah,baiklah kau benar! Untuk itu,buatkanlah aku yang sama seperti punyamu. Aku kan juga ingin memiliki jam tangan seperti itu.” Jawab Jack yang meminta jam tangan seperti punya Nick. *bayangkan jam tangan galaxi gear,namun 5x lebih canggih*
“Kalian berdua berisik sekali!” Ucap Anna marah yang terbangun dari tidurnya, “Ini sudah pagi! Ayo lanjutkan lagi perjalanan kita!” Suruh Anna yang melihat pemandangan luar dari jendela tenda ini menunjukan sinar matahari. Sebenarnya ia juga masih mengantuk,tapi ia lebih ingin cepat sampai ke Golden Mountain setelah itu pulang.
Hoaaaammmmm! Edmund meregangkan otot-ototnya, “Aku tidak sabar ingin pergi!”
Masih ingin tidur? Tentu saja mereka berenam menginginkan itu. tapi mereka harus meneruskan perjalanan hari ini! sebelum malam tiba,akan lebih baik jika mereka melakukan perjalanan menakutkan ini pada pagi hari. Mereka keluar dari tenda itu dan membawa tasnya.
Nick menekan salah satu tombol pada remote sehingga memembuat tenda itu kembali menutup terbungkus rapat dan hanya berukuran pergi yang besarnya hanya sebesar lantai rumah.
Sungguh hebat! Ia bisa membuat tenda elektronik seperti itu,belum lagi ketika masuk ke dalamnya terdapat mesin pendingin ruangan sebesar stik yang bisa di gunakan juga sebagai mesin pemanas ruangan. Jadi automatis bisa menyesuaikan dengan kondisi yang mereka butuhkan.
---
“Ayah,mengapa aku baru sadar sekarang? Tidak hanya binatang saja,tumbuhan juga bertolak belakang dengan yang ada pada biasanya!” Seru Lizzie yang terlihat takjub dengan pemandangan yang di lihatnya.
Bayangkan saja,tumbuhan setinggi pohon kelapa tiba-tiba berukuran setinggi 10 cm. dan pohon cabai,daunnya saja bisa sepanjang 1 meter. Bagaimana dengan pohonnya? Ukurannya bisa kalian bayangkan sendiri.
“Maafkan Ayah,tapi Ayah belum tahu apa penyebab itu terjadi.” Jawab Percy Jackson menyesal. Ia juga tidak tahu harus menjawab apa untuk menjawab pertanyaan  anaknya itu,ia sendiripun penasaran mengapa itu bisa terjadi.
“Ayah,dari semua tumbuhan itu apa yang paling menabjubkan disini?” Tanya Alena penasaran sambil melihat beberapa tumbuhan di sela-sela ia berjalan.
“Kalian tahu raflesia?” Tanya Percy Jackson,ketiga putrinya mengaggukan kepalanya. “Kalian tahu bunga anggrek?” Tanyanya lagi.
“Tentu saja kami tahu,tapi ada apa dengan itu?” tanya Veselive yang justru malam balik tanya.
“Disini ada Raflesia hitam dan Anggrek dua warna,berwarna hijau-merah. Bukankah itu sangat langka?”
“Benarkah itu ada disini? Cepat tunjukan dimana itu berada!” Suruh Alena,kali ini ia cukup bersemangat dengan ini.
“Ayah,aku ingin melihat Raflesia hitam dan membawa pulang!” Seru Lizzie.
Bayangkan saja,Raflesia hitam? Jika ia membawanya dan menunjukan pada dunia pasti ia akan mendapat bayaran yang cukup tinggi jika menjualnya.
Dan terlebih lagi dengan Anggrek dua warna. Itu pastinya sungguh langka,dan ia yakin pasti semua orang belum pernah ada yang melihat itu selain beberapa orang yang pernah kesini sebelumnya.
“Tentu saja Ayah akan tunjukan pada kalian!” Seru Percy Jackson yang melangkahkan kakinya lebih cepat dari sebelumnya, “Ikuti Ayah!”
Ketiga putri Jackson lalu mengikuti langkah kemana Ayahnya berjalan,mungkin pemanadangan seperti ini biasa untuk Percy Jackson. Tapi tidak untuk ketiga anaknya.
Mereka menyusuri semak-semak hanya demi melihat Raflesia hitam dan Anggrek dua warna ? Waw,apa mereka lupa dengan tujuan mereka? Merekakan berpetualang hari ini untuk sampai ke Golden Mountain,bukan untuk melihat tumbuhan langka itu.
“Ayah,bagaimana dengan hewan disini. Apa ada hewan yang menarik disini?” Tanya Vaselive pada Ayahnya sembari berjalan ke tempat kedua tumbuhan aneh itu berada.
“Tentu saja! Ada kelinci laut,kucing air dan masih banyak lagi.” Jawab Percy Jackson yang terus mengayuhkan tongkat kayunya pada semak-semak di depannya.
“Jika kita membawanya,kita pasti akan mendapat uang banyak jikalau menjualnya.” Tutur Alena. Memang benar! Jika mereka membawa pulang kelinci laut dan menunjukan pada dunia,pasti banyak orang yang ingin membeli hewan langka itu dengan harga setinggi langit.
“Betul sekali,Ayah. Aku ingin kelinci laut itu!” Pinta Lizzie memohon. Dia sangat menyukai seekor kelinci! Dulu,Ibunya ketika masih kecil sering membacakan dongeng tentang kelinci sebelum meninggal.
“Lizzie! Kau sebelumnya meminta melihat Raflesia hitam,dan sekarang Kelinci laut. Jangan meminta hal yang aneh pada Ayah!” Marah Alena. Permintaan adiknya yang satu ini memang menyusahkan saja,awalnya melihat Raflesia hitam…dan sekarang kelinci laut.
“Tapi,aku ingin melihat Kelinci laut itu dulu!” Hardik Lizzie. Bukannya diam ketika di marahi justru balik memarahi kakaknya.
“Sudah-sudah,” Percy Jackson menghentikan langkahnya dan berbalik melihat anaknya yang sedang bertengkah, “Jika kau beruntung,kau bisa melihat kelinci laut Lizzie. Kelinci laut sewaktu-waktu ia akan berjalan ke hutan ini untuk mencari makan jika ia lapar,kau bisa melihatnya jika kelinci laut itu berjalan ke arah sini.” Ucap Percy Jackson merendahkan suaranya.
“Ayah,tapi aku ingin melihat kelinci laut itu sekarang!”
“Lizzie,bukan saatnya sekarang untukmu memaksakan kehendak!” Marah Vaselive. Ia sebenarnya tak ingin ikut campur,tapi suara mereka terdengar mengganggu telinganya.
”Kalian semua menyebalkan!” Marah Lizzie menghentakan kakinya karena kesal. Ia sadar,ia sudah dewasa dan sekarang memang bukan waktu yang tepat untuk memaksakan kehendaknya.
Percy Jackson kembali memimpin dan melanjutkan perjalanannya untuk melihat Raflesia hitam. Lizzie berjalan agak berjauhan dari kakaknya karena kesal,ia berada di bagian belakang.
Aku kan hanya ingin melihat kelinci laut,jika aku sudah melihatnya beberapa detik aku juga akan kembali. Dumal Lizzie yang terus menghentakan kakinya dengan keras.
Sungguh kesal? Tentu saja! Kakak serta Ayahnya memarahinya karena permintaannya. Apa dia salah jika ingin melihat Kelinci laut itu sebentar?
***
Anna dan pengikutnya mulai melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Golden Mountain. Itu adalah tujuan utama mereka datang ke pulau mengerikan ini,tapi dimana itu? sejak tadi belum terlihat sedikitpun datarannya.
Seekor ular bergaris berbadan kecil yang panjang tubuhnya sekitar 1,5 M berjalan bergelombang ke arah mereka. Jack memimpin di depan dan Anna di bagian paling belakang.
“Awwwhhh!” Pekik Anna kesakitan. Tiba-tiba saja ular itu melilit kakinya tiba-tiba dari belakang dan menggigit kakinya sehingga racun yang berada pada taringnya kini mengalir pada darah Anna. “L-luke! T-tolong a-aku!” Teriaknya lagi yang sudah cukup kencang namun hanya terdengar seperti kicauan burung. Pasti ia kesakitan sekarang,sehingga ketika ia berteriak teriakannya itu terdengar kecil.
Bayangkan saja, ia sudah dua kali di gigit oleh ular bergaris yang kini melilit kakinya itu. jika itu seperti ular biasanya bukan masalah besar,tapi ini tidak! Ular itu…warnanya hitam bergaris putih dan memiliki dua kepala. Sial! Terdapat delapan taring di setiap kepalanya,pasti taring-taring maut itu yang telah menyalurkan racun ke dalam kaki Anna.
Ular itu terus melilitnya semakin kencang dan semakin kencang,karena sejak tadi Anna terus bergerak untuk melepaskan ular itu. tapi malah ular berkepala dua itu melilitnya semakin kuat.
Terdengar suara teriakan seseorang minta tolong dan memanggil nama Luke, ia membalikan tubuhnya dan terkejut melihat Anna terjatuh yang kakinya telah di lilit ular berkepala dua, “Nick,Jack! Cepat tembakan pistol bius itu!” Teriak Luke yang membuat teman-temannya menghentikan langkah dan berbalik melihat Anna yang sekarang duduk melemah.
“Anna,jangan bergerak!” Ujar Edmund,ia segera pengeluarkan pistol biusnya dan mengarahkan tepat di arah ular itu. DOOOORRRRR!
Suara tembakan terdengar,ular itu melepaskan lilitannya dan pergi.Kulit Anna menjadi pucat dan berwarna seperti putih kebiru-biruan,matanya terlihat sayu terkena racun ular itu.
Nick dan Luke mendekat. Luke membaringkan tubuh Anna di kakinya, Nick mencari obat di dalam tasnya. “Anna,tidak ada obat untuk menteralkan racun ular berkepala dua. Minum ini,setidaknya ini akan menghilangkan sedikit racun pada tubuhmu!” Suruh Nick yang memberikan beberapa tablet obat dan sebotol air. Anna meminumnya.
Pandangannya sudah entah kemana sekarang,terlihat seperti orang yang akan mati! Suhu tubuhnya sangat dingin, “Kita tidak bisa berdiam disini,ular itu mungkin akan datang lagi!” Seru Edward.
Luke bersiap untuk menggendong Anna di atas punggungnya lagi,“Anna,naiklah ke punggungku! Kita harus berjalan sebentar lagi. Dan beristirahat di tempat yang aman!” Nick membantu Anna naik ke punggung Luke. Mereka melanjutkan perjalanan.
“Jack,lihat! Bukankah itu………” Bisik Edward pada Jack.
“Bagaimana jika kita…………” Bisik Jack pada Edward. Edward setuju dengan ide Jack. Edmund,Nick, Luke serta Anna pergi duluan. Jack dan Edward,sepertinya memiliki sebuah rencana.
***
“Bukankah itu…” Batin Lizzie yang melihat seekor kelinci memiliki sirip melompat-lompat sembari memakan wortel berukuran dua jengkal di dekat sana. “Itu pasti kelinci laut! Jika aku meminta untuk melihat kelinci laut pada Ayah,pasti dia akan memarahiku lagi! Tapi aku sungguh ingin mendekati kelinci itu!” Terjadi perang dalam hati Lizzie. Ia menghentikan langkahnya untuk berfikir panjang,Kakak serta Ayahnya sudah terlihat cukup jauh dari sini.
“Aku hanya ingin melihatnya sebentar! Ayah pasti akan terus berjalan lurus,lebih baik aku melihatnya sebentar dan kembali mengikuti Ayah nanti!” Ya ampun,Lizzie memilih jawaban dari perang hatinya yang salah! Bagaimana jika Kakak dan Ayahnya sudah tidak terlihat lagi? Pasti ia akan tersesat.
Tapi Lizzie tidak mempedulikan itu sekarang, ia berjalan perlahan mendekati kelinci laut yang sedang memakan wortel itu. warna bulu dan siripnya adalah putih,dan…
Lizzie berhasil mengelus bulu lembut kelinci laut itu,ia sungguh senang! Setelah puas melihatnya ia berencana untuk kembali,namun ada satu hal yang membuat ia membatalkannya. Ia melihat seekor semut hitam berukuran sebesar kecoa pada umumnya.
Lizzie mengambil botol serum yang sudah tidak terpakai dari tasnya dan memasukan semut raksaksa itu kedalam botol itu dan memandangi dengan damai semut yang terperangkap pada botol kecil itu.
Ia berusaha untuk berdiri dan pergi,namun belum sempat berdiri sempurna…Ada dua tangan melingkar pada kedua tangannya dan ada tangan juga yang menahan tas dan mulutnya. Ia tak bisa apa-apa sekarang.
“Kak-kak- Ay—“ Lizzie berteriak namun penjahat itu lebih dulu membungkam mulutnya dengan tangannya. Ia tak bisa apa-apa sekarang.
***
Alena berhenti sebentar untuk mengikat tali sepatunya yang terlepas,ia merasa cukup haus setelah perjalanan panjangnya. “Lizzie, dimanan botol—“ Alena terkejut ketika berbalik menyadari adiknya sudah tidak ada, “Ayah,Lizzie menghilang!” Teriaknya yang sukses membuat Vaselive dan Ayahnya berbalik.
“Kemana Lizzie?” Tanya Ayahnya yang matanya sudah terlihat cukup berkaca-kaca.
“Mungkin dia…”

===== TBC =====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar