Minggu, 05 Oktober 2014

El Dorado Time Travel [1D Series] - Part 3

PART 3
Pintu terlepas,lemari kayu jatuh saat mereka bersama mendobrak pintu rumah Jackson. Suasana sangat sunyi tak ada orang seperti dugaan Anna sebelumnya bahwa mereka telah melarikan diri.
“Cepat pergi ke Lab!” Suruh Anna lagi sehingga mereka semua pergi ke lab rumah ini. Karena setela pintu terbuka, Luke dan Jack telah mencari di kamar namun tidak ada siapa-siapa.
“Anna,coba lihat ini! Lihat apa yang aku telah temukan.” Sahut Nick saat melihat suatu benda yang cukup mencurigakan,tapi benda apa itu? kenapa terlihat seperti sangat berharga dan mencurigakan?
“Oh My God!” Pekik Anna terkejut melihat benda itu,Oh jadi itu adalah sebuah atlas yang di tinggalkan Vaselive sebelumnya. Dasar ceroboh! Kenapa anak itu ceroboh? Ia telah membuat masalah yang sangat besar,kota El Dorado itu di lingkari olehnya. Setiap orang pasti bisa mengetahui koordinat jika telah menemukan lokasi tempat.
“Bagaimana? Kita pergi malam ini?” Tanya Edmund pada Anna. Mereka tahu tahun dimana ada Percy dan tahu koordinat tempat itu,apa lagi yang ia butuhkan?
“Baiklah kita pergi malam ini!” Seru Anna.
Beberapa jam kemudian.
Mereka telah bersiap untuk pergi ke El Dorado malam ini,karena hanya ada tiga kursi dalam mesin waktu ini. Mau tak mau mereka harus berpangku-pangkuan (?) untuk kesana. Sampai akhirnya mereka telah tiba di El Dorado,surga dunia itu.
***
“Kak,sekarang sudah jam berapa? Kita terus berjalan malam ini,aku mengantuk.” Sahut Lizzie.ya jika mereka melihat jam,sekarang telah menunjukan pukul 9.00 malam. Tapi jam tangan merekakan mati,karena abad 15 ini belum di temukan jam tangan.
“Entahlah Lizzie,mungkin sekarang baru jam 8.00 malam.” Ujar Veselive yang terus memantau keadaan di belakang Lizzie.
“Mana mungkin jam 8.00 malam,sekarang sekitar jam 9.00 malam Veselive. Kakak juga sangat mengantuk sekarang,kaki Kakak sungguh lelah.” Alena berhenti melangkah dan memegangi lututnya yang sangat pegal,bagaikan pelari yang telah berlari beratur-ratus KM saja. “Kita istirahat di bawah pohon rindang itu untuk malam ini.”Alenapun duduk bersandar pada sebuah batang pohon yang cukup besar.
“Kak,tapi aku takut.bagaimana jika ada Piranha berjalan seperti sebelumnya?” Tanya Veselive.
“Iya kak,aku tidak bisa tidur di tempat seperti ini.” Sambung Lizzie.
Alena melepaskan tambang dari pinggangnya,ia menebas daun pisang dengan pisau di tangannya. Waw! sangat besar ,ini lebih besar dari daun pisang pada biasanya. Ukuran untuk sehelai daun pisang panjangnya bisa sampai 1,5- 2 m. ia menebas tiga daun pisang dan memberikan dua untuk adiknya. Ia menggelar daun itu sebagai karpet untuk tidur malam ini.
“Aku juga tidak bisa tidur di tempat seperti ini. Kita tidur secara bergiliran,kakak akan menunggu untuk tiga jam dan kalian bisa tidur,lalu Veselive menunggu setiap dua jam dan Lizzie menunggu satu jam bagaimana?” Tanya Alena. Ide yang cukup bagus,mereka bisa tidur jaga bergiliran malam ini.
“Itu cukup bagus kak.” Veselive melepaskan jaketnya dan menaruh di kedua kakinya yang terlentang,sekarang ia bisa mejamkan kedua matanya.
“Kak,bisa aku tidur di kakimu? Aku tidak memiliki bantal.” Tanya Lizzie pada Kakaknya.
Alena menganggukan kepalanya, “Tidurlah, Kakak akan menjaga kalian.”  Lizzie meregangkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di paha Kakaknya Alena. Veselive juga ikut seperti apa yang di lakukan Lizzie,ia tidur di kaki kakaknya.
Mereka berdua tertidur nyenyak,Alena terus membuka matanya walaupun kantuk terus menerus menghampirinya. Tapi ia tidak bisa tidur sekarang,ia tetap harus membuka mata dan memainkan senternya untuk melihat keadaan takut ada bintang yang mendekat ke arahnya.
Beberapa jam kemudian. Alena bisa memejamkan kedua matanya sekarang,kali ini Vaselive yang harus berjaga untuk dua jam kedepan. Setelah dua jamnya berakhir kini Lizzie yang harus berjaga satu jam malam ini. Ya begitulah cara mereka untuk tidur nyenyak di tengah hutan belantara.
***
Matahari mulai naik sehingga perlahan cahaya bulan mulai memudar kembali. Alena dan Vaselive masih tertidur di pangkuan Lizzie adiknya.
Suara gemuruh terdengar di telinga Lizzie,seperti ada yang akan berjalan ke arahnya. Tapi apa itu?
“Kak,bangun Kak! Kak,bangun!” Teriak Lizzie sambil menggoyangkan bahu kedua Kakaknya.
Suara itu masih terdengar kencang, Alena dan Vaselive mulai terbangun.
ROOOAAAAARRRRR!!!!
Binatang macam apa itu? tidak-tidak,maksudku monster jenis apa itu? kenapa baru pertama kali ia terlihat? Mungguh mengerikan rupanya.
Badannya sungguh gemuk,tingginya sekitar 2,5 meter,warnanya hijau gelap dan hampir terlihat seperti warna hitam,kaki dan tangannya memiliki cakar yang tajam,kepalanya sangat besar,wajahnya jelek,dan lebih pantas di katakan Orch.
“Kakak,apakah aku sedang bermimpi?” Tanya Lizzie. Mereka bertiga berdiri,mereka ingin kabur namun di belakangnya hanya ada pohon sehingga tak bisa kemana-mana. Apakah Ini akhir dari perjalanan waktu El Dorado? Tapi aku belum mau ini berakhir.
“Vaselive,keluarkan serbuk peledak itu!” Suruh Alena.  Tangannya sembari mencari tongkat besi dan matanya masih menatap mahluk mengerikan itu.
“I-iya kak,t-tapi…”
Mahluk mengerikan itu terus mendekat ke arah mereka. Alena terus mengayuhkan tongkat besi ke arah wajahnya namun ia belum juga pergi,mahluk itu masih mendekat lagi. Ia mulai menampakan cakarnya yang runcing tersebut dari jari tangannya, mereka bertiga berteriak lalu menutup kedua matanya. Ah sudahlah mmungkin ini akhir dari cerita Perjalanan Waktu El Dorado.  Sele—
Tapi,tunggu-tunggu… Dewi Fortuna masih berpihak pada mereka,seseorang pria bertelanjang dan hanya berbalut celana yang sudah compang camping (?) dengan kaos yang sudah sobek dengan rambut yang sudah gimbal datang ke arah mereka yang entah dari mana datangnya itu.
Pria hutan itu seperti memukul pundak mahluk mengerikan itu dengan tangannyaa. Merasakan tidak terjadi apa-apa, perlahan mereka bertiga membuka kedua bola matanya. Mahluk mengerikan itu menundukan kepalanya pada pria itu.
“Richard,pergilah! Dia tamuku!” Seru Pria hutan itu,mahluk itu menundukan kepalanya lebih rendah lalu pergi seperti orang yang baru di usir majikannya. Pria itu tertawa terbahak-bahak seperti ada yang menggelitik saja, “Huahahahah,dia peliharaanku. Tapi siapa kalian? Kenapa bisa berada di surga seperti ini?”tanya Pria itu pada ketiga anak Jackson.
“Kami adalah wisatawan disini,surga? Apa kami telah tewas sebelumnya? Kenapa Anda ebisa berada sisini,siapa nama anda tuan?” Tanya balik Alena. Ia memberi tatapan serius pada sosok pria di depannya itu. entahlah apa yang di fikirkannya saat ini.
“Perkenalkan aku…” Pria hutan misterius itu membulatkan matanya,ia menatap tajam wajah ketiga orang itu satu persatu. Pria itu mulai mendekat perlahan demi perlahan,”Aku Percy Jackson. Pemilik surga El Dorado ini,siapa kalian?” tanya Pria hutan itu lagi.
Apa yang baru pria itu katakan? Percy Jackson? Tunggu-tunggu,nama itu. Per-cy-Jack-son. Bukankah dia adalah…
“Aku Alena Jackson,dia adikku Vaselive Jackson dan Lizzie Jackson.” Jawab Alena dengan intonasi pelan,ia mulai kehilangan kesadaran setelah mahluk itu hampir memakannya. “Jika ini adalah El Dorado dan kau adalah Percy Jackson,itu berarti kau adalah…”
Ya ampun,betapa senangnya mereka bertiga ini. Kehilangan seorang Ayah sejak 13 tahun lalu dan sekarang di pertemukan,bagaimana perasaan ini? Bagaimana cara menggambarkan perasaan ini?
Tetesan air mata haru jatuh ke pipi ketiga anak itu. mereka memeluk Pria misterius itu,Ya benar! Dia adalah Percy Jackson. Ayah kandung Alena,Vaselive dan Lizzie yang telah hilang.
Ayahnya Percy membalas pelukan hangat ketiga anakknya itu, kebaikan apa yang telah ia lakukan sampai Tuhan membalas dengan mengirim mereka? Mustahil rasanya bisa bertemu anaknya di perbedaan 600 tahun,tapi kata Mustahil itu berubah menjadi Keajaiban saat Percy benar-benar bisa memeluk hangat ketiga anaknya itu.
Ia tahu cepat atau lamabt ia pasti akan bertemu dengan anaknya,tapi angan-angan semunya itu bisa ia rasakan sekarang. Jika boleh,ia akan meminta untuk menghentikan waktu. Rasanya,kebahagiaan seperti ini tidak ingin di ganggu oleh apapun,siapapun dan dimanapun.
“Anakku,kalian bisa mememecahkan kode rahasia itu rupanya.” Percy Jackson masih memeluk hangat ketiga anaknya,ia tertawa. “Huahahah,tidak ku sangka kita bisa bertemu disini sekarang.” Percy tidak menyangka penantiannya selama ini terbelaskan. Terakhir ia melihat putri pertamanya Alena,ia masih berumur 3 tahun dan sekarang bisa tumbuh besar nan cantik seperti ini.
“Ayah,kenapa tidak kembali ke dunia ayah? Apa ayah tidak mau bertemu dengan kami lagi?” Tanya Lizzie di sela-sela ia memeluk hangat anaknya.
“Ayah,aku sangat merindukan Ayah.” Timpal Vaselive.
“Maafkan ayah,Nak.” Percy Jackson melepas pelukannya perlahan, “Ayo ikut ke kediaman Ayah,Ayah akan menceritakan semuanya disana.” Percy menuntun ketiga anaknya ke kediamannya dan mereka mengikutinya. Tak disangka,hutan seperti ini Ayahnya masih memiliki kediaman? Tapi seperti apa itu?
***
Mulut Alena,Vaselive serta Lizzie sempat menganga saat pandangannya melihat sebuah rumah tangga di sebuah pohon besar. Cukup terkejut! Tapi mau bagaimana lagi,Ya ini bisa di bilang rumah yang cukup bagus untuk di sebuah pulau tak terdeteksi ini.
Mereka bertiga menaiki tangga yang tertempel pada batang pohon untuk sampai ke depan rumahnya. Ya,semuanya masih alami. hanya daun kering,kayu dan bahan alam lainnya untuk membuat rumah seperti ini.
“Duduklah dulu…” Percy Jackson menawarkan ketiga anaknya untuk duduk. Bukan hanya rumahnya saja yang terbuat dari kayu,namun bangku serta tempat tidur dan peralatan lainnya masih murni terbuat dari alam.
“Ayah,aku ingin bertanya. Kenapa binatang di pulau ini bertolak belakang dengan di dunia kami? Kenapa Hiu,paus,piranha bisa berjalan?” Tanya Veselive yang penasaran,Ah ia sungguh ingin tahu mengapa hal ini bisa terjadi.
“Ayah,kenapa ayah tidak kembali?” Tanya Lizzie yang duduk di sebuah kursi kayu.
“Ayah,mesin waktu kami juga rusak.” Runtuk Alena yang menyesal.
“Tidak apa,masih ada satu mesin waktu lagi disini. Ini adalah El Dorado,sebuah surga dunia bagi Ayah. Ada pengunungan emas disini,namun kita harus memecahkan kode suku Chibcha untuk kesana yang belum Ayah pecahkan. Teka-teki ini juga belum Ayah temukan apa penyebabnya,semua binatang disini Saling bertolak belakang. Apa yang hidup di air bisa hidup di darat,begitu juga sebaliknya. Dan yang tadi mengganggu kalian adalah peliharaan penjaga Ayah,namanya Shotongsh. Setiap ada manusia yang datang kesini,ia selalu ingin membunuhnya untuk menjaga tempat ini. Hewan itu sangat menurut pada Ayah,dan… kenapa Ayah tidak kembali? Mana bisa Ayah meninggalkan tempat indah seperti ini,Ayah dulu berharap agar kalian bisa kesini dan membawa batu emas dan kita hidup di California pada biasanya. Bisa saja kita untuk tinggal disini selamanya,namun kita harus menunjukan penemuan berharga disini pada dunia. Dan pulau sebesar ini,hanya ada empat orang sekarang yang tinggal.” Jawab Percy Jackson sembari memberikan penjelasan yang cukup panjang.
”Jadi begitu,kami di California terlibat banyak hutang dengan Luke Horan. Dan kami hampir menjual rumah kepada mereka.”Ujar Veselive.
“Tidak apa,esok Ayah ingin mengajak kalian untuk ke Golden Mountain.” Ucap Ayahnya bersemangat,rasanya ia ingin sekali mempercepat waktu,”Dan apa kalian sudah makan?”
“Kami sudah makan,tapi apa itu pegunungan emas yang ayah ceritakan?” Tanya Lizzie penasaran.
“Iya,kita bawa sebagian emas itu lalu kembali ke California esok.” Jawab Percy Jackson.
“Oh ya! Ayah,ini aku membawakan pakaian untuk Ayah.” Alena memberikan satu setel pakaian untuk Ayahnya.
“Terima kasih,kalian istirahatlah dulu. Ayah ingin mencari makan dulu.” Ucap Percy lalu pergi menghilang dari ketiga hadapan anaknya tersebut.
Ketiga putri Percy lalu meregangkan tubuhnya lalu tidur di tempat tidur kayu milik ayahnya. Mau tak mau mereka harus tidur disana,Ya walaupun sangat keras. Rasanya tulang-tulang mereka seperti bertabrakan dengan bongkahan besi saat berbaring disana. Tapi setidaknya,tempat ini cukup aman bagi mereka dan terlindung dari mahluk mengerikan bernama Sotongsh itu.
***
“Ayah kembali!”Sahut Percy Jackson yang langsung masuk ke dalam rumah kayunya. Setelah beberapa jam ketiga anak Jackson beristirahat,mereka terbangun. Alena sibuk sedang merapihkan pakaian yang berantakan di dalam tasnya,Vaselive sepertinya sedang membuat penemuan baru lagi, sedangkan Lizzie melihat sebuah pegunungan tinggi dari jendela kayu rumah Ayahnya.
Pegunungan yang di lihat Lizzie terlihat seperti pegunungan pada biasanya,berwarna hijau dari kejauhan dan banyak pohon serta tumbuhan. Padahal jelas tidak! Memang pegunungan itu di baluti dengan beberapa tumbuhan,tapi sebenarnya di dalamnya itu adalah sebuah emas. Emas yang berlimpah berbentuk gunung tertutupi oleh beberapa tumbuhan.
“Ayah,kau sudah kembali.” Ujar Vaselive di sela-sela ia sedang membuat suatu penemuan baru,entahlah kali ini apa yang sedang ia buat.
“Vaselive,apa yang sedang kau buat?” Tanya Percy Jackson kemudian duduk di samping Vaselive yang masih sibuk mengerjakan sesuatu.
“Oh,ini aku sedang membuat  Glow in the dark. Aku membuatnya dari senter yang baterainya hampir habis di padupadankan dengan lampu laser dan bahan lain.” Jawab Veselive yang masih mengutak-atik penemuannya itu, “Selesai.” Veselive mengangkat salah satu Glow in the dark itu dari empat lainnya yang ia buat. Usianya masih 17 tahun tapi mahakaryanya sudah sehebat profesor kelas dunia,jangan di tanya lagi soal berapa IQ yang di milikinya ini.
“Hebat!” Seru Percy Jackson sambil memberikan sebuah tepuk tangan, “Bagaimana cara itu bekerja?” Tanyanya lagi penasaran. Alat itu berbentuk seperti stik berukuran 15 cm.
“Kita tinggal tekan saja tombol ini,aku belum mempunyai nama untuk yang ini. Ini sejenis dengan Glow in the dark. Alat ini akan bertahan dalam 3 hari jika di nyalakan terus menerus tanpa henti,setelah 3 hari lalu akan redup kembali lampunya. Namun ketika di matikan,daya alat ini akan terus mengisi karena memanfaatkan energi gerakan. Mungkin alat ini akan bertahan sangat lama.” Jawab Veselive sekaligus menjelaskan cara kerja penemuannya itu yang belum memiliki nama.
“Rupanya kau tumbuh dengan hebat sekarang! Aku tidak menyangka memiliki seorang anak yang bisa mewarisi bakatku ini.” Puji Percy Jackson pada karya anak keduanya tersebut. Baru segini saja ia sudah terpukau,padahal banyak penemuan lainnya miliki Veselive yang lebih hebat.
Vaselive tersenyum saat Ayahnya memberi ia sebuah pujian. Selain Kakak dan Adiknya,ia  adalah orang pertama yang memberikan pujian. Jikalau saja mahakaryanya itu di pamerkan,pasti dunia akan mengakui mahakarya tersebut.
“Tapi,apa kau sebelumnya pernah membuat yang lain?” Tanya Percy Jackson lagi. Kali ini ia sangat berharap bahwa anak keduanya itu memberi jawaban iya.
“Tentu saja!” Veselive mengeluarkan beberapa barang dari tasnya, “Ini sebuah debu bom,kita tinggal melemparkan pada target yang ingin kita hancurkan saja. Kurun waktu satu detik benda yang terkena alat ini akan meledak. Dan ini…laser pemanas. jika target yang terkena sinar laser,benda atau apapun itu akan meleleh! Jadi kita harus hati-hati menggunakannya. Dan masih banyak lagi yang aku bawa sebagian seperti,Kamera pemantau sebesar debu,api unggun elektrik,cincin walkie talkie dan masih banyak lagi.” Jawab Vaeselive memamerkan karyanya pada Pria di sampingnya itu.
“Bagaimana cara kerja kamera pemantau sebesar debu itu?”
“Kita tinggal melemparkan debu ini dimanapun, dan melalui jam tangan elektrik ini kita bisa memantau semuanya.”
“Ayah,pegunungan yang berbalut tumbuhan itu gunung aktif atau tidak?” Tanya Lizzie membalikan pandangannya pada Ayahnya.
“Sini mendekat,Ayah akan menceritakannya.” Suruh Percy Jackson. Alena dan Lizzie mendekat duduk di depannya, “Sebenarnya itu Golden Mountain yang Ayah ingin ceritakan pada kalian.menurut mitos suku Cibcha yang pernah Ayah dengar,di bagian depannya terdapat sebuah pintu emas. Tapi untuk membukanya kita harus memecahkan kode yang terdapat disana,dan Ayah sampai sekarang belum berhasil memecahkan kode itu. dan menurut suku Chibcha yang telah hilang juga katanya,itu adalah sebuah bangunan yang berisi peralatan emas milik Raja El Dorado dan batu Zamrud di dalamnya. Sangkin banyaknya emas disana,Raja El Dorado itu menumpuknya dan menaruh di bangunan yang berbentuk pegunungan itu.”
“Kapan kita bisa kesana?”Tanya Alena,jelas saja ia langsung memiliki semangat setelah mendengar kalimat ‘Memecahkan kode’ dari Ayahnya itu.”Mungkin aku bisa memecahkan kode itu.” lanjut Alena bersemangat.
“Hmmm,kita bisa pergi pagi esok. Perjalanan kesana membutuhkan  waktu sekitar 2-3 hari.ada sebuah danau yang mengelilingi Golden Mountain itu,dan itu semua adalah lelehan emas yang sangat panas. Jadi kita tidak bisa melewati dengan berjalan kaki jika tak  ingin mati melepuh disana,kita akan memanggil teman Ayah yang bernama Shotorch.” Jawab Percy Jackson.
“Shotorch itu apa?” Tanya Lizzie yang terlihat sangat penasaran.
“Itu sejenis Kodok yang memiliki sayap. Besarnya seperti gajah biasa dan bisa terbang,kalian jangan khawatir. Shotorch seekor herbivora dan sangan jinak pada Ayah.” Jawab Percy Jackson.
“Aku jadi tidak sabar untuk kesana.”
“Ini makanlah dulu.” Percy Jackson menyajikan makanan seperti gurita atau sejenis hewan jelata berkaki banyak yang sudah di masak,namun anehnya itu lebih terlihat seperti cumi balado. “Memang terlihat seperti monster yang di masak,namun rasanya sungguh lezat. Kalian bisa menyimpan makanan yang kalian bawa untuk perjalanan esok,karena esok adalah perjalanan yang sangat panjang.”
Awalnya mereka bertiga cukup terlihat jijik dengan makanan itu. jalankan untuk memakannya,melihatnya saja sudah membuat perut terasa mual. Bentuknya seperti cacing besar atau hewan jelata lainnya tapi memiliki kaki seperti gurita kecil yang sudah di masak dengan bumbu pedas.
Alena hanya bisa mengerjapkan matanya dan menahan rasa eneknya melihat makanan itu. tapi,bagaimana caranya untuk menolak makanan itu? Ayahnya sudah capek-capek untuk mencari dan memasak itu untuk mereka bertiga. Kasihan jika harus di tolak makanan buatan Ayahnya itu.
“Kenapa hanya di lihat?  Coba makanlah sedikit dulu,kalian akan suka.”
Ah,Ya ampun! Ayahnya seperti memaksa lagi untuk memakan itu. tapi bagaimana cara mereka menolak? Mereka takut menyakiti perasaan hati Ayahnya. Ya,mau bagaimana lagi? Mau tak mau mereka terpaksa memakannya.
Alena perlahan mendekatkan tangannya untuk mengambil makanan itu untuk dimakan. ‘Tidak apa,tapi ini buatan Ayah.’ Batin Alena. Ia memejamkan matanya sebelum memakan itu.
Oh My God! Apa rasa yang baru di rasakan Alena? Apakah sungguh terasa aneh dan tidak enak? Alena membulatkan matanya setelah memakan makanan itu, “Lizzie,Vaselive. Cepat makan itu! rasanya sungguh lezat,kalian harus memakannya! Rasanya seperti kulit ayam yang di beri bumbu spageti.” Tutur Alena mengomentari makanan itu. entah karena ia berbohong takut menyakiti hati ayahnya atau karena rasanya memang benar-benar lezat? Entahlah.
“Benarkah?” Tanya Vaselive tak percaya. Langsung saja ia melahap makanan itu dengan lahap. Dan memang benar! Rasanya sungguh lezat.
Lizziepun ikut memakan makanan itu dan, “Ini sungguh lezat! Tapi,ini hewan apa Ayah?”Tanya Lizzie. Makanan yang tadinya masih penuh di atas piring katu sekarang sudah habis.
“Itu? oh,itu ulat pohon berkaki gurita yang Ayah beri bumbu balado dari cabe dan tomat.” Jawab Percy Jackson. Apa yang baru ia katakan? Ulat pohon berkaki gurita?Alena dan Vaselive langsung menutup mulunya dengan tangan karena takut makanan itu keluar dari mulutnya, sedangkan Lizzie…mungkin ia terlalu enek mendengar namanya itu,ia sampai harus mengeluarkan sisa makanan itu dari mulutnya. Sungguh terasa mual pastinya sekarang,memang rasanya sungguh lezat,tapi bahan pokoknya itu loh.
Sungguh di luar pemikiran mereka. Soal rasanya memang harus di akui kelezatanya,tapi bahan yang di buat dalam makanannya itu. Ulat pohon sebesar telapak tangan sekarang sudah berada di dalam perut mereka,bagaikan nasi sudah menjadi bubur.
Ah,sudahlah lupakan dengan makanan lezat menjijikan itu. semakin di bahas mungkin akan terasa tambah menjijikan nanti.
Sinar matahari mulai memudar dan tergantikan dengan sinar bulan yang bersinar sangat terang terlihat dari dalam jendela. Memang saat Ayahnya sampai kesini sepertinya jika ada sebuah jam,itu mungkin akan menunjukan pukul 18.15 malam.
Alena serta kedua adiknya harus beristirahat lagi di ranjang keras yang terbuat dari kayu itu lagi,sedangkan Ayahnya harus tidur di lantai kayu yang sama kerasnya dengan ranjang itu di bawah untuk mendampingi mereka.
Itu adalah sebuah moment langka bisa menghabiskan malam untuk tidur bersama Ayahnya yang sudah bertahun-tahun mereka rindukan itu.
***
Sekelompok orang jatuh dari langit,lebih tepatnya keluar dari perjalan waktu. Setelah mereka sampai cahaya putih itu mendorong sehingga mereka lebih terlihat jatuh dari langit.
“Dimana kita?”Tanya Anna sembari memegangi kepalanya yang terkena benturan dari insiden jatuh oleh mesin waktu tersebut.
“Anna,kita berada di…

===== TBC =====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar