Minggu, 05 Oktober 2014

El Dorado Time Travel [ 1D Series ] - Part 2

PART 2
Pintu bawah tanah itu terbuka,sebuah tangga tiba-tiba berada disana.
Alena turun dengan perlahan dengan tangga itu,kedua adiknya mengikuti dari belakang. Ruangan yang sangat gelap sekali,Alena menekan sebuah tombol sehingga lampu disana menyala.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari hadiah terbesarnya itu adalah sebuah sebuah pesawat yang berbentuk seperti bola baja berbalut emas.
“Ini adalah sebuah pesawat bola emas yang Ibu berikan untuk kita. Kita harus menjual ini,dan uangnya untuk membayar hutang kita.” Ujar Alena yang terkejut setelah melihat logam baja berbalut emas tersebut.
“Bukan kak,ini adalah sebuah mesin waktu. Di dunia ini hanya ada dua,satu yang kita lihat sekarang. Dan yang satunya lagi miliki penemu yang bernama Nick Tomlinson.” Sahut Vesilive yang terlihat sangat terpukau dengan benda di depannya tersebut. Sejak dulu ia memang ingin membuat sebuah mesinwaktu,namun ia tidak memiliki modal untuk membuatnya.
“Mesin waktu? Lalu untuk apa Ibu memberi ini untuk kita?” Tanya Lizzie. Ruangan ini terlihat cukup rapih namun sedikit berdebu,untung saja rumah ini belum di jual kepada pengusaha yang bernama Luke Horan itu.
“Aku tahu. Lizzie ambilkan sebuah atlas di meja ruanganku. Jika kita ingin pergi ke suatu tempat kita membutuhkan sebuah koordinat!” Seru Vesilive. Lizzie menurut dan mengambilkan sebuah atlas di lab ini. “Ibu tidak mungkin memberikan password yang tak ada artinya. 15 angka itu kemungkinan adalah sebuah titik koordinat menuju tempat dimana Ayah tinggal.” Lizzie mengeluarkan ponselnya dan membuka Google map lalu memasukan angka tersebut.
Alena sangat terpukau dengan semua ini,ia sama sekali tidak percaya dengan ini semua. Begitupun dengan Lizzie.
“Ini kak.” Lizzie memberikan atlas kepada Vesilive.
“Astaga!”Pekik Vesilive tak percaya setelah ia mencari angka itu lewat internet. Ia membuka atlas yang di berikan adiknya. “Ini adalah El Dorado.” Vesilive tidak bisa menutup mulutnya terpukau dengan ini semua. Siapa yang tak kenal kota itu? Kota peninggalan suku Chibcha yang telah hilang ratusan tahun yang lalu.
“Kalau begitu ayo kita pergi kesana!” Seru Lizzie yang baru akan mendekati mesin waktu tersebut,sebuah tangan melingkah di lengan tangan Lizzie. Ya,itu tangan kakaknya Alena yang mencegah Lizzie untuk mendekati mesin tersebut.
“Tidak hari ini,ini adalah malam minggu. Bagaimana jika saat kita pergi menghasilkan suara gemuruh? Semua orang akan datang! Kita juga belum ada persiapan.” Tutur Alena,Ya dia memang benar! Mereka belum ada persiapan sedikitpun, “Dengar. Kita harus tidur panjang malam ini,besok pagi beli semua makanan dengan semua uang yang kita miliki. Kemasi pakaian kalian dan bawa perlengkapan yang kalian butuhkan! Dengar,kita tidak tahu bagaimana El Dorado itu. bagaimana jika itu sebuah hutan? Kita akan berpetualang tengah malam esok,karena semua orang harus bekerja dan bersekolah sehingga harus tidur. Kita akan pergi jam satu malam.” Ucap Alena dengan tegas. Mereka semua meninggalkan tempat tersebut dan menutup pintu bawah tanah itu lagi.
***                                                                        
Ketiga gadis petualang tersebut tidur dengan nyenyak tadi malam. Lizzie dan Vaselive pergi berbelanja menghabiskan semua uang yang ia miliki,awalnya mereka memang tidak di terima di minimarket terdekat sehingga harus pergi ke minimarket yang cukup jauh dari sini.
“Kalian ingin tinggal disana seumur hidup?” Tanya Alena. Ia cukup terkejut melihat kedua adiknya membawa dua kantung belanjaan makanan dan minuman yang sangat banyak. Itu mungkin cemilan untuk satu bulan.
“Kak,jika kita tidak kembali dan tinggal dengan ayah disana. Setidaknya kita tidak akan rugi dengan uang kita yang tinggal beberapa dolar saja.” Jawab Lizzie. Ah,rasanya ini cukup benar juga.
“Baiklah,kemasi barang-barang kalian sekarang. Jangan membawa terlalu banyak,kita akan berat jika harus terus menggendongnya dalam tas.” Alenapun mengemasi barang bawaanya.
“Iya,Kak.” Vaselive pun menaruh kantung itu di lantai dan mengambil tas besarnya untuk mengemasi barang yang ingin mereka bawa.
“Tunggu,dengar ini. Kakak akan membawa semua baju kalian. Vaselive membawa semua alat seperti senter,kompas dan penemuanmu lainnya. Dan kau Lizzie,ambil tasmu dan taruh semua makanan itu kedalamnya. Bukankah itu makanan ringan? Jika itu ciki ambil jarum agar udaranya keluar,jadi kita bisa membawa banyak makanan.” Tutur Alena dengan tegas.
Veselive mengambil tasnya.ia menaruh kompas,senter,pisau,laser mematikan,percikan debu bom dan masih banyak lagi. Bisa saja disana banyak hewan buas.
Lizzie menaruh semua makanan ringan dan minuman ke dalam tasnya tersebut. Semuanya tertata cukup rapih sekarang,ia menyisakan sedikit makanan untuk dimakan hari ini tentunya.
Setelah mereka siap berkemas,Alena memasakan sebuah makanan dari sisa bahan yang ada di kulkasnya. Kali ini cukup berbeda,Alena memasak makanan yang sangat banyak untuk hari ini.
“Habiskan semua makanan itu,walaupun kalian sudah merasa kenyang. Tetaplah makan yang banyak,cemilan itu hanya untuk hari berikutnya. Makanlah yang banyak,makanan itu hanya akan bertahan kurang dari satu minggu. Jika kalian ingin memakan ulat pohon dan semut,makanlah sedikit dan nikmati serangga disana.” Alena menghidangkan makan  di atas meja makan dapur mereka,cukup lezat kelihatannya.
Lizzie dan Veselive menelan ludahnya setelah mendengar ucapan kakaknya,ia hanya melakukan seperti apa yang di katakan kakaknya. Makanan untuk dua hari mereka habiskan dalam satu malam.
“Ambillah ini.” Seusai Alena makan, ia membuka kulkasnya mengambil empat botol minuman dan memberikan pada Veselive.“Bawalah dua botol ini di tasmu,kasihan Lizzie jika harus membawa semuanya.”
“Iya,Kak.” Veselive menerimanya dan menaruhnya di kantung tasnya.
“Lizzie, ambil ini dan taruh di tasmu. Kau mungkin akan membutuhkan ini suatu saat nanti.” Alena memberikan seutai tali tambang dan sebuah pisau dapur pada Lizzie,tentunya pisau dapur itu sudah di beri penutup agar tidak menusuk tasnya dan mencegah hal yang di inginkan.
Huh,pastinya sangat kenyang mereka saat ini. Alena memberikan waktu untuk mereka beristirahat sampai jam dua belas malam nanti,.setengah jam sebelumnya,Alena menyuruh kedua adiknya untuk makan yang banyak lagi.
***
Jam sudah menunjukan pukul 01.00 malam.
Semua orang pasti sedang tertidur mungkin,karena ini malam senin. Mereka harus beraktivitas esok hari.
Alena mengunci semua jendela dan pintu rumahnya,bahkan menganjalnya dengan lemari dan meja agar tidak ada yang bisa masuk kesini.
Veselive menaruh atlasnya di meja kerjanya. Jika ia tidak dapat kembali mungkin ini adalah kenangan terakhirnya,sebelumnya ia melingkari kota El Dorado pada atlas mereka.
Mereka masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu dan menghusnakan 15 angka berharganya dengan cara membakar sebelumnya.
Waw,betapa terpukaunya mereka ini saat menekan tombol di luar pesawat ini sehingga langsung terbelah menjadi dua. *Ibaratkan bola yang di belah diameternya* terdapat tiga kursi disana,sepertinya ini di buat oleh Ayah dan Ibu Alena khusus untuk mereka bertiga.
Satu kemudi terletak di depan kursi tengah. Alena duduk di kursi kiri,Lizzie duduk di kursi kanan dan itu artinya Vaselive lah yang harus mengemudikan pesawat ini. Toh hanya dia yang lebih mengerti mengenai ini.
Gawat,mereka memiliki suatu kendala yang sangat besar.
“Kak,kita harus tahu pada tahun berapa kita akan ke tempat ini. Sedangkan ibu tidak memberikan pentunjuk tentang tahun yang akan kita kunjungi.” Ujar Veselive. Ada sebuah tombol yang mengharuskannya untuk menekan itu,tapi masalahnya ia tidak tahu tahun berapa yang ingin ia tuju. Perbedaan satu tahun tentu sangat mempengaruhi. Jikalau mereka pergi ke 2005 dan ayah mereka di 2006. Tentunya ia harus bertahan hidup disana selama satu tahun lagi.
“Kak,aku menemukan ini.” Lizzie memberikan sebuah kertas kepada Alena, “Kertas itu aku temukan di bawah.”
Alena membacakannya dengan cukup keras, “Untuk ketiga anakku tersayang.Nak,ibu sangat senang kalian bisa duduk disini sekarang. Ayahmu berada di El Dorado,sebuah Surga hutan dimana semua orang ingin pergi kesana. Pergilah ke tahun 1537,ayahmu berada disana. Masukan 15 angka tersebut ke kolom koordinat. Sampai disana kau akan bertemu dengan ayahmu,ia sudah menunggumu sejak 13 tahun yang lalu. Ada sebuah hadiah yang sangat besar untukmu,kau bahkan bisa menguasai dunia.” Tulis Ibunya untuk mereka bertiga.
“Apa kalian sudah siap?” Tanya Veselive sebelum menekan tombol GO.
“Tunggu kak,jika kita gagal… Aku akan tetap menyayangi kalian.” Sahut Lizzie,ada-ada saja memang,ia sudah berfikir kalau mereka akan gagal. “Tapi,kenapa Kak Alena menggunakan baju seperti itu?” Tanya Lizzie yang memberi tatapan aneh.
“Ini karena aku takut kekurangan pakaian,aku hanya membawa pakaian untuk kalian berdua dan Ayah.” Jawab Alena.
“Baiklah,pasang sabuk pengaman kalian.setelah aku menekan tombol GO,apapun yang terjadi kita harus berpegangan tangan bersama.” Ucap Veselive,ia memasukan semua angka ke koordinat. Ia hanya perlu menekan tombol GO untuk pergi,semoga saja semua berjalan dengan lancar. “Kak,Lizzie. Aku mencintai……KALIAAAAAAN.!” Alena,Veselive dan Lizzie memejamkan kedua matanya setelah Veselive menekan tombol GO.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” Mereka bertiga berteriak sangat kencang dan tak lupa berpegangan erat satu sama lain. Entahlah,apapun yang terjadi. Ia telah menyerahkan hidup-matinya pada sang pemilik alam semesta ini.
Rasanya seperti menaiki mobil balap dengan kecepatan 500km/menit. Sungguh terasa cepat,mereka hanya bisa berteriak dengan kencang dan menutup kedua matanya rapat-rapat.
Semua perasaan sedih,senang,takut,ingin mati dan lainnya bercampur aduk. Ini benar-benar pengalaman yang sangat-sangat tidak bisa di lewatkan seluruh umat manusia,pantas saja banyak yang ingin membuat mesin waktu.
Sang Author sendiripun sampai tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan saat ini. Sungguh ini di luar kuasa sang Author untuk menggambarkannya. Bagaimana keadaannya? Seorang pembaca yang pintar tentunya bisa membayangkan dengan baik. (?)
Perlahan dengan perlahan di menit-menit berikutnya tiba-tiba kecepatan menjadi sedang dan sampai sekarang menjadi berjalan normal. Sungguh tidak bisa di bayangkan bagaimana keadaan setelah tombol mengerikan itu di tekan.
Veselive membuka kedua bola matanya perlahan, “Sudah kuduga,sekarang aku berada di surga.” Cicit Veselive, semua yang terlihat di kaca pesawat ini hanya cahaya putih yang sangat terang.
Alena membuka kedua matanya, “Kalau begitu,kita berada di surga yang sama.” Serunya.
“Kakak,kita masih hidup.” Lizzie langsung memeluk kakaknya yang berada di sampingnya, entah perasaan senang yang bagaimana lagi untuk  menggambarkannya. Yang jelas ini seperti di beri nyawa kedua oleh Sang Pencipta.
Setelah cukup lama,mereka melepaskan pelukannya menyadari pemandangan yang terlihat dalam pesawat mesin waktu ini. Ini adalah perasaan yang baru di temukan sepertinya.
“Kak,ini dimana?” Tanya Lizzie yang melihat sekelilingnya penuh dengan cahaya putih. Semua yang terlihat di dalam sini tidak ada yang lain selain cahaya putih yang bersinar sangat terang.
“Kita sedang dalam perjalanan untuk menuju El Dorado.” Jawab Vasilive. Entahlah ini bisa di sebut pesawat atau sebuah mesin waktu,atau bahkan mungkin keduanya? Seperti di katakan sebelumnya.bentuknya bulat seperti bola berbalut emas,dan ada sayap seperti pesawat pada umumnya.
“Dimana itu El Dorado? Kakak hanya pernah mendengar namanya saja,tapi belum tahu tempat apa itu.” Sahut Alena. Ya,masalah seperti ini bukan Alena jagonya. Dia hanya jago di bidang memecahkan kode rahasia.
“Aku menemukan catatan ayah beberapa tahun yang lalu,Beliau adalah orang pertama yang menemukan tempat itu. para pengeruk harta dan orang yang suka berpetualang mendengar tempat ini.Edward Payne dulunya teman baik Ayah,setelah mengetahui El Dorado ia mennggalkan Ayah dan memanggil temannya untuk kesana. Namun saya,Ayah lebih pintar darinya. Ia membuat mesin waktu dan memindahkan Kota El Dorado ke tahun yang di rahasiakan,hanya kita saja yang mengetahui. Dan… Edward serta temannya tewas saat perjalan kesana,tapi belum ada yang mengetahui dia hilang begitu saja. Menerut isu yang terdengar,El Dorado berada di Amerika latin.” Vasilive menjelaskan sedikit yang ia ketahui pada Kakak dan Adiknya. Ya,hanya itu yang di ceritakan Ayahnya pada selembar surat beberapa tahun yang lalu.
“Woah…Woahh…”
Suara gemuruh terdengar,terjadi goncangan yang cukup hebat terjadi disini. Entahlah mengapa itu bisa terjadi, ketiga Putri Jackson saling berpegangan satu sama lain.
Goncangan ini lebih hebat dari sebelumnya,mereka merasa seperti di putar-putar dan lainnya. Tapi-tapi…jika mereka saling berpegangan siapa yang memegang kemudinya?
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”
***
Dunia terasa gelap gulita,tidak ada cahaya sama sekali disini. Apa mereka telah tewas? Tapi rasanya itu tidak mungkin. Ah,apa ini sebuah mimpi?
Jika iya,ini adalah sebuah mimpi yang sangat amat panjang,seru tapi juga menakutkan.
Alena membuka kedua matanya melihat daerah di sekelilingnya. Angin laut saling berkejaran satu sama lain,Dirasakan menggunakan telapak tangannya menyentuh butiran-butiran pasir pantai,terpampang jelas di depan matanya sebuah laut yang sangat luas. Alena melihat ke arah kirinya,benda itu… maksudku mesin waktu itu terbuka terbelah menjadi dua,tas serta makanan dan pakaian berserakan di atas butiran pasir pantai ini. Sepertinya ia belum terlalu sadar.
Ia melihat lagi ke arah kanannya,kedua Adiknya masih tergeletak di dekatnya dengan jarak ya bisa di bilang cukup jauh.
“Dimana kita?” Tanya Alena meyakinkan dirinya. Ia tidak bisa mengingat penuh apa yang terjadi sebelumnya,ia hanya bisa mengingat dia dan Adiknya berteriak dan sekarang menjadi seperti ini. Alena juga belum sepenuhnya bangun dari peristiwa ia terjatuh dari mesin yang membuat menjadi seperti ini sekarang.
Vasilive terbangun setelah mendengar suara masuk ke telinganya,ia merasakan sedikit pusing pada kepalanya. “Huh,Aku yakin kita sudah sampai.” Jawab Vasilive, Ia menggoyangkan bahu adiknya dengan salah satu tangannya, “Lizzie,bangunlah.”
“Ah,aku sudah mati!” Serunya yang langsun terbangun, aku sangat yakin bahwa Lizzie juga belum sepenuhnya terbangun.
“Ini El Dorado,cepat bereskan peralatan kalian dan taruh di tas.” Suruh Vasilive. Ia terbangun dan mengambil beberapa alat kimia,penemuan berharga,tambang,senter dan lainnya yang berserakan tak karuan seperti ini.
Alena berdiri,sepertinya ia sudah sadar sepenuhnya sekarang. Ia mengambil beberapa pakaian yang berserakan dan menaruhnya di tas,begitu pula dengan Lizzie.
Alena hampir menaruh pakaian terakhir ke dalam tasnya,ia menghentikan aktifitasnya setelah melihat seekor gajah berenang di lautan bebas seperti itu. “Lizzie,B-bintanang apa itu? K-kenapa seekor gajah bisa berenang seperti itu?” Tanya Alena. Bayangkan saja,Seekor gajah yang berartnya 5x lipat dari tubuhnya bisa berenang di lautan… mungkin juga Samudra seperti ini. Walaupun tidak tahu pasti,tapi bila di kira-kira mungkin kedalamannya sekitar ya… 500-1000 meter dari dasar laut.
“Aku…” Lizzie melihat Samudra di depannya tersebut,betapa terkejutnya dirinya saat melihat seekor jerapah bisa berenang seperti itu. ia yakin bahwa ia tidak salah lihat! Itu benar-benar seekor Jerapah air, “Kak…sejak kapan seekor jerapah bisa berenang seperti itu?”Lizzie cukup tercengang,ia sedang bermimpi atau apa? Mana ada jerapah serta gajah bisa berenang di lautan bebas seperti itu.
“Kak,Lizzie. Lihatlah. Kenapa seekor ikan bisa berjalan di pasir pantai?” Tanya Vaselive. Apa ini? Seekor ikan bisa berjalan,mimpi bodoh apa yang sedang ia rasakan sekarang? Ini benar-benar aneh,bahkan sangat aneh.
“B-bukankah itu seekor burung pelatik? K-kenapa ia bisa berenang? Ia juga tidak memiliki sayap.” Sekarang apa lagi? Alena melihat seekor burung pelatik tanpa sayap bisa berenang? Dan apa itu…mengapa seekor burung rajawali bisa berjalan layaknya seekor binatang darat?
“Oh,aku tahu. Bukankah ini El Dorado? Mungkin apa yang berada disini bertolak belakang dengan apa yang kita lihat sebelumnya.binatang yang hidup di darat bisa hidup di laut,yang hidup di laut menjadi hidup di darat. Dan yang hidup di udara bisa hidup di dua alam.” Tutur Vaselive,entahlah yang di katakannya itu benar atau salah. Itu hanya apa yang ia ketahui,ini sungguh sulit untuk akal percayai.
“Vaselive,kita terjatuh begitu saja. Tapi apakah mesin waktu ini masih bisa di pakai? Bagaimana kita bisa pulang?” Tanya Alena pada Vaselive,ia melihat beberapa bagian pada mesin itu rusak terbengkalai.
Vaselive mendekat pada mesin itu, “Kak,kita dalam masalah. mesin ini sepertinya rusak,mungkin sekitar 2 sampai 3 bulan aku baru bisa membetulkannya.” Jawab Vaselive. Ya ampun musibah apa lagi yang menimpanya kali ini,bagaimana mereka bisa pulang?
“Kak,tidak ada cara lain. Kita harus mencari ayah sekarang,sebelum hari menjadi gelap. Jam tanganku juga sudah tidak berfungsi lagi.”Sahut Lizzie adik bungsunya. Cukup benar rupanya,mereka harus cepat bertemu dengan Ayahnya. Jika malam hari,akan sulit mencari satu orang di pulau sebesar ini.
“Ide bagus! Sebelum para Hiu itu berjalan ke arah kita,lebih baik kita bersiap.” Alena memasang tasnya yang sekarang sudah berada di bahunya,ia mengeluarkan seutai tali tambang dan sebuah senter ia taruh pada kantung bajunya. “Cepat lingkarkan tambang ini pada pinggang kalian,jadi kita tidak takut kehilangan. Vaselive,kau di belakang dan Kakak di depan,siapkan bom peledak dan sentermu.” Suruh Alena.
Mereka menurut, Alena berada di depan membawa senter persiapan dan sebuah tiang besi yang ia ambil dari kerangka mesin waktu tersebut. Lizzie berada di tengah dan memegang sebuah pisau di depannya untuk berjaga-jaga. Dan yang terakhir Vaselive, ia membawa senter dan bom peledak di tangannya. Mereka bertiga mulai berjalan menyusuri tempat mengerikan tersebut, untuk berjaga-jaga Vaselive berjalan mundur untuk memantau di belakangnya. Ia tak mungkin jatuh,jikalau jatuh dan tersesat ada tambang di pinggangnya sehingga jika ia terjatuh Adik dan Kakaknya juga ikut terjatuh.
Perjalanan panjang menyusuri hutan belantara ini di mulai,Hutan yang cukup lebat dengan pepohonan besar disana. Sepertinya baru sedikit orang yang menginjak pulau ini,karena seperti tidak terlihat tanda-tanda kehidupan disini.
***
Di sebuah ruangan apartement mewah. Ada sofa,televisi,pendingin ruangan dan sebagainya berada disini,di ruangan samping juga terdapat lab. IPA.Apartement berlantai tiga ini mungkin adalah milik seorang pengusaha disini.
“Bos,bagaimana jika kita meminta putri Jackson keluar dari rumah itu sekarang? Jika menunggu dua minggu lagi,mungkin ia sudah melarikan diri dan tidak membayar hutang uang sebesar 1000 USD nya.”Ujar Luke Horan  pada gadis cantik yang ia sebut bos itu.
“Hmmm,itu ide yang bagus,Luke!” Seru Anna. Rupanya ia bos disini,tapi… dia bos apa? Kenapa di panggil Bos? “Jack,siapkan mobil. Kita akan pergi ke rumah Jackson sekarang!” Suruh Anna pada seorang anak buahnya bernama Jack Styles.
“Tapi,kenapa Bos sangat menginginkan rumah tua itu? bukankah masih banyak rumah mewah yang lainnya?” Tanya Jack pada Anna. Ia mengangkat salah satu alisnya sedikit,Jack baru bergabung menjadi pengikut Anna sejak tiga tahun yang lalu sehingga ia tidak tahu banyak.
“Teman satu kuliahanku dulu bernama Percy Jackson,ayah dari ketiga anak itu. Aku dan Edward berteman baik dengannya dulu. Percy dan istrinya mengajak kami untuk ke El Dorado,itu adalah sebuah pengunungan emas dan batu Zamrud. Nick dan Percy membuat sebuah mesin waktu,sampai disana kita tahu apa itu El Dorado. Hanya ada tiga mesin waktu disana. Aku,Nick dan Edward melarikan diri dan meninggalkan Percy dan Annabeth disana. Beberapa tahun kemudian kami mencari El Dorado namun tidak menemukan tempat itu lagi.Entahlah apa yang terjadi selanjutnya, Annabeth kembali ke dunia ini dan menurut isu yang tersebar Percy menghilang…mungkin ia masih berada di El Dorado,kemudian Edmund bergabung pada kami. Kami menemukan tempat ketiga anak Jackson dan Anna bersembunyi selama ini,kami membunuh Annabeth karena ia tidak mau memberitahu dimana koordinat dan tahun El Dorado. Saat ingin membunuh ketiga anak Jackson,polisi datang dan beberapa tahun berikutnya kau bergabung disini.” Jawab Anna sekaligus menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
“Tapi bagaimana dengan El Dorado? Bagaimana tempat itu dan cara kita untuk kesana,Nick?” Tanya Jack pada Nick.
“Eldorado adalah sebuah pegunungan emas yang kutahu,aku belum pernah sampai kesana sebelumnya. Baru melihat sedikit puncaknya dari kejauhan kami melarikan diri dan membawa salah satu mesin waktu,Percy meninggalkan koordinat dan mesin waktu pada putri Jackson yang entah dimana itu berada. Kita bisa menggunakan mesin waktu milik Jackson untuk kesana,tapi putri Jackson juga tidak tahu dimana itu. ia masih kecil saat itu,kita harus membongkar rumah Jackson setelah putrinya keluar dari sana. Itu mengapa Anna selalu menginginkan rumah ini,karena mesin waktu dan koordinat El Dorado berada disana.” Jawab Nick. Tentu saja,mereka berenam membutuhkan mesin waktu satu lagi untuk ke El Dorado. Karena,setiap mesin waktu hanya ada tiga kursi di dalamnya.
“Baiklah,tidak ada waktu lagi untuk berbincang.” Anna berdiri dari kursinya, “Sekarang kita pergi ke rumah Jackson!”
***
“Pintunya sulit untuk dibuka,Bos.” Ujar Jack saat mencoba membuka pintu rumah Jackson sangat keras,seperti ada yang mengganjal di dalamnya. Luke kan mempunyai kunci duplikat sehingga bisa membuka rumah itu,Namun pintu tetap sulit untuk di buka.
“Mereka sudah pergi dari sini,cepat Nick bantu untuk mendobrak pintu tersebut!” Suruh Anna pada Nick,Nick menurut ia mencoba satu..dua kali bersama Jack untuk membuka pintu itu,namun hasilnya sama saja. Edmund turun tangan bersama Edward untuk membuka pintu itu dan….
BRRRUUKKKK….
Pintu terlepas,lemari kayu jatuh saat mereka bersama mendobrak pintu rumah Jackson. Suasana sangat sunyi tak ada orang seperti dugaan Anna sebelumnya bahwa mereka telah melarikan diri.
“Cepat pergi ke Lab!” Suruh Anna lagi sehingga mereka semua pergi ke lab rumah ini. Karena setela pintu terbuka, Luke dan Jack telah mencari di kamar namun tidak ada siapa-siapa.
“Anna,coba lihat ini! Lihat apa yang aku telah temukan.” Sahut Nick saat melihat suatu benda yang cukup mencurigakan,tapi benda apa itu? kenapa terlihat seperti sangat berharga dan mencurigakan?
“Oh My God!” Pekik Anna terkejut melihat benda itu,Oh jadi itu adalah sebuah….

===== TBC =====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar