Sabtu, 22 Maret 2014

Fanfiction Korean FF My Fan,My Enemy,My Wife Part 8


PART 8
“Ne,kita ke cafee disana ya?” Jung Ilwoo menunjuk pada kafe di dekat sana,Hyesun menganggukan kepalnya. Hyesun berjalan lebih dahulu dari pada Ilwoo,Ups terlihat jelas ia menahan rasa sakit sehingga berjalan dengan pincang.
“Kakimu terluka?” Ilwoo melihat dengan jelas luka memar pada lutut Hyesun.Ilwoo tiba-tiba berjongkok di depan Hyesun,“Naiklah ke punggungku.”
“Tidak apa-apa.ini hanya luka memar.” Hyesun menolak. Ia ingin Ilwoo menggendongnya,namun ia juga ingin tidak membebankannya.
“Kau harus syuting satu adegan lagi dan tidak ada adegan pincang disana. Cepat naik! Kau harus menyimpan kekuatanmu saat berdiri untuk Kang Hyeri.” Ilwoo benar. Hyesun akhirnya menurut, Ilwoo menggendong Hyesun sampai di kafe dekat sana.
***
“Annyeong…Chingu!” Suara ini,ini benar-benar suaranya! Tapi kenapa orang ini bisa berada disana? Beberapa makanan sudah tersedia di meja orang itu.
Hyesun dan Ilwoo terkejut saat Eunhyuk menyapa dengan melambaikan tangan kepada mereka,Eunhyuk sedang duduk di kursi pojokan sana. Ilwoo menurunkan Hyesun dengan perlahan.
“Oppa,kenapa kau disini?” Tanya Hyesun yang terkejut melihat Eunhyuk masih melambaikan tangannya dengan tersenyum.
“Karena aku tahu kau akan kesini. Hyesun,Ilwoo duduklah.” Eunhyuk menyuruh mereka berdua untuk duduk,setengah tak percaya Hyesun duduk di kursi berseberangan dengan Ilwooo dan Eunhyuk,“Makanlah.”
“Kau sudah menyiapkan makanan ini? Oppa,ingin makan dengan orang lain?” Aduh,Eunhyuk sudah mengatakan kalau ia ingin makan bersamamu dan Ilwoo tapi kenapa Hyesun masih bertanya? Gadis bodoh. Makanan yang tersaji di meja mereka cukup lengkah di lengkapi dengan beberapa minuman.
“Tidak,aku ingin makan dengan kalian. Aku tahu kalian pasti akan kesini,makanya aku sudah menyiapkannya. Makanlah,kalian tidak suka?” Tanya Eunhyuk yang mulai makan lebih dahulu.
“Aku suka.” Hyesun langsung tersenyum dan melahap beberapa makanan disana.
“YAA! Ilwoo-ya,dia menangis lagi karena Heechul hyung?” Bisik Eunhyuk pada Ilwoo yang sedang menikmati makanannya,Ilwoo hanya mengangguk ketika Eunhyuk bertanya seperti itu. Mata Hyesun sebenarnya masih berkaca-kaca.
“YAA! Aku sedang makan,mohon tidak membahasnya disini.” Hyesun mulai terusik di sela-sela ia sedang menikmati ramyunnya.
“Jika Hyungku belum pulang,aku ingin sekali memarahinya.” Pekik Eunhyuk kesal.
“Kakinya juga terluka,memarnya cukup parah.” Cicit Ilwoo pada Eunhyuk.
“YAAA!” Hyesun berteriak dan menggubrak mejanya sampai membuat beberapa makanan terloncat.
“Itu pasti karena Hyungku mendorongnya terlalu kencang.” Ucap Eunhyuk. Dia berbicara padahal di mulutnya masih ada makanan,bagaimana jika ia tersedak?
“Ceritalah pada kami,kenapa kau menangis?” Ilwoo rupanya juga penasaran,ia tak enak jika membahas ini sebenarnya. Tapi ada Eunhyuk yang duduk di samping Ilwoo
“Ne,ceritakan Hyesun-ah.” Eunhyuk setuju dengan apa yang di katakan Ilwoo.
“Aku…tidak bisa menceritakannya.” Ucap Hyesun sambil menyantap ramyun dengan sumpitnya, “Hmmmm,ramyun ini sangat enak.” Hyesun tersenyum palsu,itu sebenarnya untuk mengalihkan pembicaraan.
“Jangan percaya dengan senyuman palsu itu.”Bisik Ilwoo pada Eunhyuk,“Hyesun,ceritalah. Jika kau terus memendamnya,luka di hatimu tidak akan hilang. Kau harus bercerita pada kami.” Itu benar,baiklah Hyesun mulai menceritakannya sekarang.
“Kejadiannya terjadi begitu saja. Aku mengobati lukaku dengan air sungai dan Orang itu datang untuk mengobatiku,aku sudah mengatakan tidak tapi dia tetap memaksa. Aku memarahinya… aku mengatakan jika dia tetap berada disisiku itu artinya ia membawa masalah denganku,aku… aku mengatakan padanya untuk pergi dariku,setelah mengobatku ia berjanji untuk tidak menemuiku selain untuk drama dan Ilwoo Oppa datang.” Mata Hyesun mulai berkaca-kaca lagi.
“Kau membencinya?” tanya Ilwoo penasaran. Memang Ilwoo baru mengenalnya sehingga tidak tahu ini lebih dahulu.
“Cinta sepihak selama lima tahun kandas begitu saja,Heechul hyung memakinya dengan sangat kasar.” Eunhyuk mencicipi makanan lain sambil menggelengkan kepala karena sifat Hyungnya tersebut.
“Terlalu banyak luka yang ia tinggalkan.” Jung Ilwoo menghentikan makanannya,“Hyesun,kalau begitu jadilah pacarku!” Ilwoo tersenyum menatap Hyesun.
“YAA! Aku sudah lebih dulu menyatakan perasaan padanya.” Eunhyuk menolak ini dan tidak suka. Jelas saja,ia lebih dulu menyukai Hyesun tapi Ilwoo justru melakukan hal itu juga.
“Berhentilah bersikap seperti itu,aku tidak suka.” Hyesun mulai terganggu dan menatap mereka berdua.
“Tentu saja! Kau menyukaiku.” Ilwoo mengedipkan salah satu matanya lagi dengan tujuan menggoda Hyesun.
“Aish! Eunhyuk Oppa terima kasih pada makanannya dan Ilwoo oppa bisa mengantarkanku kembali ke lokasi syuting?” Selesai! Hyesun sangat terganggu dengan ini,lebih baik jika ia pergi dan tidak melanjutkannya.
“Ah,Ne tentu saja!” Ilwoo juga menyelesaikan makanannya dan duduk berjongkok di depan Hyesun “Naiklah ke punggungku.” Hyesun menurut dan naik ke atas punggung Ilwoo.
“YAAA! Hyesun! Ilwoo!” mereka sudah pergi,Eunhyuk hanya bisa kesal melihat adegan ini. Dia sudah benar-benar rugi! Mereka tidak membayar makanan ini,Ilwoo tidak berterima kasih padanya dan mereka juga pergi begitu saja.
***
Beberapa jam kemudian.
Hyesun kembali melakukan adegan syuting tunggal,dimana dalam adegan itu ia hanya perlu beradegan seperti siswa biasa yang mengerjakan tugas semalaman di kelasnya karena masalah kemarin. Ya alhasil sang walikelas memberinya tugas seperti ini.
Eunhyuk,Ilwoo,Woobin maupun Heechul sudah pulang lebih dahulu. Sekitar pukul enam sore mereka semua sudah pulang karena sudah tidak ada syuting.
Hyesun berencana untuk pulang dengan taksi malam ini,terlambat! tapi ini sudah terlalu larut. Hyesun tidak mau menaiki angkutan umum seperti bus di malam hari. Ia ingin menelfon kakaknya,namun pasti ia sudah tidur.Mau tak mau terpaksa ia harus berjalan kaki.
“Rumahku tidak terlalu jauh.” Ucap Hyesun menyemangati dirinya yang terus berjalan. Tidak terlalu jauh? 1,5 km tidak terlalu jauh? Ya tuhan,dia seorang artis bukan seorang pelari maraton. Terlebih lagi lututnya yang sudah mulai memar.
Hyesun berjalan terus. Ia sampai harus menyeret kaki kanannya karena tidak sanggup untuk berdiri,sekarang ia sudah berjalan sampai setengahnya, “Sebentar lagi aku juga sampai,aku tidak memerlukan taksi.” Hyesun tersenyum senang.
Heechul sedang berada di luar mobilnya. Ia ketahuan oleh penggemarnya sehingga harus memberikan tandatangan satu persatu kepada mereka,”Bukankah itu Hyesun?” lirik Heechul melihat sosok seorang gadis yang terus berjalan menyeret salah satu kakinya.
Penggemarnya satu persatu pergi. Heechul berencana untuk mengantarkan Hyesun pulang,namun ia teringat dengan janjinya kalau ia tidak boleh mendekatinya lagi, “Mianhae.” Ucap Heechul yang menyalakan mobilnnya lalu pulang begitu saja. Serba salah! Jika ia mendekat Hyesun akan marah,jika Heehul pergi ia mungkin bisa kelelahan karena terus berjalan.
Ah akhirnya,Hyesun sampai di depan rumahnya. Pintu rumahnya terkunci,mungkin karena sudah terlalu malam sehingga Donghyuk harus menutupnya,ini juga karena Hyesun pulang terlalu larut.
Hyesun mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, “Oppa,ini aku Hyesun. Apa kau sudah tidur?” teriak Hyesun dari luar pintu.
Donghyuk terbangun dari tidurnya dan membukakan pintu, “Kau pulang larut sekali,Hyesun.” Ucap Donghyuk dengan mata masih setengah tidur.
“Mianhae,kau terlalu lama—“ Hyesun terbaring lemah di pelukan kakaknya,hyesun pingsan tak sadarkan diri. Apa yang membuat Hyesun seperti ini? Donghyuk tidak tahu.
“YAA! Hyesun-ah? Hyesun-ah.” Panggil Donghyuk membulatkan matanya kaget. Ia terus menggoyangkan badannya namun Hyesun tetap tak sadarkan diri.
Donghyuk menggendong Hyesun dan membaringkannya di ranjang kamar Hyesun.wajahnya pucat,tubuhnya berkeringat dan ada luka memar yang cukup parah di lututnya. Donghyuk sebagai teman, kakak, keluarga, sahabat yang baik dengan berbaik hati mengobatinya perlahan dengan perlahan. Ia terus mengganti kain kompres Hyesun karena tubuhnya masih panas. Bahkan ia sampai harus tertidur di kursi menunggu Hyesun untuk sadar.
***
Drrrttt…Drrrttt..
Donghyuk terbangun ketika telefon genggam milik Hyesun berbunyi. Itu adalah pesan dari Sutradara Jung memberi alamat lokasi syuting hari ini.
“Maaf,aku kakaknya Hyesun. Hari ini ia tidak bisa syuting karena sakit,mohon pengertiannya.” Tulis Donghyuk membalas pesan singkat tersebut.
Donghyuk melihat Hyesun belum menyadarkan diri terbaring lemah di ranjangnya.
Di sisi lain—
“Sutradara Jung,dimana Hyesun? Kenapa sudah jam segini ia belum datang?” tanya Ilwoo pada Sutradara Jung. Sejak tadi memang batang hidung Hyesun belum terlihat sama sekali.
“Dia sedang sakit,jadi hari ini kita pengambilan syuting yang beradegan tanpa Hyesun.” Jawab Sutradara Jung mencoba fokus pada syutingnya hari ini. Memang Hyesun sangat berperang penting dalam hal ini,tapi Sutradara Jung tetap harus fokus dalam hal ini.
“MWO?” Pekik Ilwoo yang terkejut mendengar jawaban dari Sutradara Jung. Kim Woobin dan Eunhyuk juga terkejut mendengar kabar seperti itu.
Heechul pastinya tahu sekali kenapa hal itu bisa terjadi,“Sutradara Jung,aku sakit. Aku izin syuting hari ini,Mianh.” Ucap Heechul pergi. Padahal Sutradara Jung belum memberi jawaban pada Heechul namun ia lebih dahulu pergi. Sebenarnya Sutradara Jung bisa saja melerang Heechul untuk pergi,tapi ia tahu sejak awal Heechul menyukai Hyesun. Apa boleh buat? Hanya itu yang bisa di lakukannya.
“YAAA! Hyung!” teriak Eunhyuk, Ia baru ingin berjalan pergi untuk mengikuti Hyungnya namun sayang Sutradara Jung lebih dahulu menarik tangan Eunhyuk supaya tidak pergi.
“Kau mau kemana? Sudahlah fokus pada aktingmu dulu.”Ucap Sutradara Jung,Ia dan Eunhyuk kembali pada posisinya “Action!
***
Hyesun sakit karenaku? Aku tidak mengantarkannya pulang kemarin,itu benar! Tapi jika aku berada di dekat Hyesun,ia akan terus menderita. Batin Heechul menyesali dirinya yang sedang mengemudi. Ia mengemudi dengan kecepatan penuh tak peduli siapa orang yang akan menghentikannya.
Kembali pada Hyesun—
Hyesun terbangun ia mengerjapkan matanya berkali-kali,ia juga memegang kepalanya yang masih tertempel kompres. Ah! sedikit pusing pastinya, Hyesun berusaha untuk berdiri bangun.
Hyesun menyadari di mejanya ada secarik kertas serta beberapa obat disana,ia membaca secarik kertas tersebut.
Hyesun,aku pergi sebentar membeli obat. Kompreslah dahimu dengan kain yang sudah aku persiapkan,jangan lupa minum obat di mejamu jika kau sudah bangun. Aku akan membeli obat sebentar. Jagan pergi syuting hari ini,aku sudah memberitahu pada Sutradara Jung!!!” tulis Donghyuk pada kertas tersebut.
Brukkkkkk…
Pintu rumah Hyesun terbuka dengan kasar.
Seseorang datang dari sana. Hyesun baru mau meminum obat yang di sediakan kakaknya , tapi dengan tiba-tiba Heechul memeluknya dari belakang. Hyesun tahu benar siapa orang yang memeluknya itu,ia hanya bisa membeku dan terdiam. Wajahnya masih sangat pucat,bibirnya putih tak berwarna dan matanya sayu.
“Mianhae,Aku telah membuatmu seperti ini.” Mata Heechul mulai berkaca-kata,Heechul memeluknya dengan sangat erat dari. Kim Heechul,gadis yang kau peluk sedang sakit! Kau memeluknya sangat erat tidak membiarkan ia bisa bernafas lega.
“Kim Heechul,aku—“ BRUKK! Hyesun pingsan lagi,untung Heechul berada di belakangnya. Sebenarnya Hyesun ingin mengatakan kalau ia tidak bisa bernafas karena kau memeluknya sangat erat Kim Heechul!
“YAA! Hyesun-ah,Hyesun-ah.” Heechul memanggil namanya berkali-kali dan menggoyangkan tubuhnya tapi Hyesun belum menyadarkan diri. Ia belum total sembuh,Kim Heechul!
Heechul membaringkan tubuh Hyesun perlahan ke ranjangnya. Heechul menatap baik-baik wajahnya namun Ia belum sadar.
“Hyesun-ah,apa kau sudah—“ Ups,Donghyuk datang! Pintu kamar Hyesun terbuka sehingga ia hanya bisa melihat sosok Kim Heechul yang langsung berdiri disana. Tentu saja Donghyuk membawakan beberapa obat yang telah ia beli untuk Hyesun.
“Annyeong Hasseyo. Aku Kim Heechul,untuk hari ini bisa aku menjaganya sebagai seorang idola kepada penggemarnya?” Heechul berdialog formal dan langsung membungkukan badannya.
“YAA! Dia sudah bukan penggemarmu lagi,untuk apa kau masih berada disini?” Donghyuk mulai kesal,tentu saja orang ini yang telah membuat adiknya menangis berjam-jam. Untuk apa dia disini?
“Aku tahu hal itu. jika begitu,aku akan menganggapnya sebagai rekan untuk drama barunya. Mohon izinkan aku.” Heechul membungkukan badannya lagi,semoga saja orang itu merasa Iba.
“Baiklah,aku akan berangkat bekerja. Ini obat Hyesun.”  Ucap Donghyuk yang langsung memberikan kantong plastik bersikan obat padanya,Donghyuk langsung mengambil jaketnya bersiap untuk bekerja. Dia telah terlambat lima menit.
“Terima kasih,kakak ipar.” Kakak Ipar? Apa yang ada di fikiran Kim Heechul? Mungkin Heechul mengira orang di depannya itu adalah kakak Hyesun tapi itu salah sekali! Ia bukan kakaknya.
“Tapi aku bukan kakaknya,sudah aku pergi dulu.” Donghyuk langsung pergi dan menuntup pintu rumahnya.
“Jadi,orang tadi bukan kakaknya? Hyesun tinggal bertahun tahun dengan seorang pria?” fikir Heechul. Apa yang ada di fikiran semua orang? Tentu saja ini tidak boleh,tapi jika mereka tahu sejarahnya pasti mereka akan mengerti kenapa bisa seperti ini.
“Hyesun,Mianhae. Aku membuatmu terbaring lemas sekarang.” Heechul duduk kembali di kursinya yang sebelumnya menaruh obat itu di meja Hyesun. Hyesun masih terbaring lemas saat ini belum menyadarkan dirinya.
Heechul berjalan ke arah sudut kamar Hyesun,ada satu hal yang sedikit mengalihkan perhatiannya. Kardus sebesar itu,untuk apa berada di kamar Hyesun? Heechul mendekati kardus itu dan membukanya. Sungguh tidak sopan! Tapi Heechul sangat penasaran apa isi di dalamnya.
Astaga! Heechul benar-benar terkejut setelah melihat apa yang ada di dalamnya itu, “Hyesun…benar-benar penggemarku?” Heechul sungguh tak percaya melihat jam,poster,foto,bingkai dan lain sebagainya bergambar dirinya,hanya dirinya saja! *sebenarnya ada beberapa yang Super Junior.Mungkin barang-barang ini terbilang murah bagi Heechul,namun untuk Hyesun?
Heechul melihat salah satu dari sekian banyak barang disana dan menatapnya baik-baik,Heechul memegang sebuah foto berukuran 3R bergambar dirinya sedang bernyanyi di salah satu konsernya yang bertuliskan ‘I will marry you,Kim Heechul Oppa.’ Itu mungkin tulisan tangan Hyesun,namun foto itu sudah terlihat sedikit sobek dan lecek. Heechul mengambil foto itu dan memasukannya kedalam kantung celananya,mungkin karena Heechul terlihat tampan saat disana. Heechul kembali menutup kardus itu dengan rapih dan kembali duduk di dekat ranjang Hyesun.
Beberapa jam kemudian—
“Aduh,kepalaku.” Hyesun terbangun dan langsung memegang kepalanya. Mungkin ia sedikit pusing.
“Hyesun-Ah,kau sudah sadar?” tanya Heechul. Tentu saja sudah,jika tidak untuk apa ia terbangun Kim Heechul?
“Kim Heechul,untuk apa kau berada disini?” Hyesun terkejut melihat orang di depannya. Mungkin ia lupa Heechul sudah datang beberapa jam yang lalu.
“Aku tahu aku sudah melanggar janjiku. Minumlah obat ini dulu,wajahmu masih pucat. Aku sudah meminta izin pada temanmu untuk menjagamu hari ini.” Heechul memberikan obat pada Hyesun,namun Ia belum mau meminumnya.
“Kenapa kau masih berada disini? Pergilah dari rumahku,Kim Heechul!” Hyesun menyibak selimutnya dan berdiri sebisa mungkin,matanya mulai berkaca-kaca menyuruh Heechul untuk pergi.
“Mianhae,tapi kali ini aku tidak bisa. Aku telah membuat seorang penggemarku menjadi seperti ini.” Heechul kembali memeluknya dari belakang,kali ini ia tak mau hal yang sama terulang kembali. Heechul lebih melonggarkan pelukannya.
“Tapi, aku sudah—“ Hyesun menitihkan air matanya. Setiap berhadapan dengan Kim Heechul entah kenapa ia selalu menangis.
“Aku tahu,berhentilah menangis! Di hadapanku kau selalu menangis,wajahmu masih pucat Hyesun.” Heechul tak mau Hyesun menjadi semakin sakit sekarang.
“Aku ingin kau pergi! Pergilah dari sini,Kim Heechul!” Hyesun melepaskan pelukannya. Ia menyuruh Heechul untuk pergi dengan air mata yang terus berjatuhan.
“Lalu jika aku pergi apa kau akan berhenti menangis? Tidak bukan! Kau malah lebih menangis dengan semakin kencang!” memang benar apa yang di katakan Heechul. Hyesun mungkin bisa menangis lebih kencang jika sedang menyendiri.
“Aku membencimu!” teriak Hyesun.
“Cepatlah tidur! Aku akan mengganti kompresmu.” Heechul melihat Hyesun mulai melemah kembali,ia menyuruhnya untuk tidur tapi Hyesun tidak mau.
“Aku tidak sudi kau melakukan itu padaku.” Hyesun menurut dan mulai berbaring di ranjangnya karena tubuhnya melemas,ia lalu membuang mukanya di hadapan Kim Heechul.
“Kau ingin aku tidur denganmu? Jika tidak cepatlah tidur,tubuhmu mulai bergetar.”Heechul melihat Hyesun dengan mata masih berbicar yang belum tidur, “Jika kau terus menangis,kau tidak bisa cepat sembuh. Lee Hyesun.” Heechul menggantikan kompresan pada dahi Hyesun dengan yang baru.
“Aku tidak menyukaimu lagi,aku juga bukan seorang penggemarmu lagi.” Hyesun kembali menangis di hadapan Heechul,tubuhnya masih sakit dan melemas.
“Aku tahu,cepatlah tidur.” Heechul terus menyuruhnya untuk tidur tapi Hyesun tetap belum mau melakukannya, “Aish,luka ini kenapa semakin hari semakin parah?” Heechul berdiri dan memberi alkohol pada luka memar di lutut Hyesun.
“Aww—“ Hyesun menjerit kesakitan.
“Apa terlalu sakit saat aku menempelkan obat ini?” Tanya Heechul namun Hyesun menggelengkan kepalanya.
“Jika sakit,katakan! Jangan terus di tahan.” Heechul kembali memberi alkohol dan obat luka lainnya pada lutut Hyesun
“Aku tidak apa-apa.” Hyesun terus mengatakan bahwa ia tidak apa-apa,sebenarnya ia kesakitan saat Heechul mencoba mengobati luka memar pada lututnya.
“Aku akan memasakanmu makanan,kau tunggu disini. Aku akan meminjam dapurmu.” Heechul pergi ke dapur rumah Hyesun,Heechul sengaja membiarkan pintu kamar Hyesun terbuka.
Setelah Heechul pergi Hyesun menangis sangat kencang,ia terkadang menjerit mengatakan kalau ia membenci Heechul.
“Mianhae.” Ucap Heechul dalam hati. Ia mencoba memasak sebuah makanan untuk Hyesun, Ia sampai mendengar Hyesun terus menangis di dalam sana.
Setelah satu jam lebih Hyesun tertidur,Heechul kembali ke kamar Hyesun membawakannya semangkuk bubur dan melihatnya sedang tertidur. Heechul memang belum pernah memasak,ia mencoba sampai beberapa kali karena hasil sebelumnya sangat buruk dan tidak enak.
“Mianhae. Kau sampai tertidur,aku menghabiskan waktu satu jam lebih hanya untuk memasak. Karena ini pertama kalinya aku memasak.” Heechul benar! ia baru pertama kali memasak,dan ini adalah makanan hasil karyanya di berikan untuk Hyesun.
Heechul menaruh bubur itu di meja kecil milik Hyesun, ia lalu kembali duduk dan memandangi wajah Hyesun dengan sangat damai.
“Kau cantik. Tapi kau lebih cantik jika sedang tidak menangis.” Tutur Heechul,Hyesun tertidur terlalu lama. Heechul mulai lelah dan tertidur di kursi sambil menggenggam kedua tangan Hyesun. Hyesun terbangun. Ia melepaskan tangan Heechul dan berdiri dengan perlahan,tubuhnya sudah lumayan segar sekarang.
Ia melihat Heechul tertidur,Hyesun mencicipi makanan buatan Heechul dan meminum obat yang terletak di atas meja kecilnya.
Ia tak tega melihat Heechul tidur dengan duduk. Dengan kekuatannya Hyesun menggendong Heechul untuk membiarkannya tidur di kasurnya. Sangat berat? Sudah pasti. Untung saja beratnya hanya 60kg,dan dia adalah Kim Heechul. *Untung bukan Shindong.
Hyesun melihat Heechul sekarang tertidur di ranjangnya,ia memindahkan kursinya di dekat jendela dan duduk disana menatapi jalanan luar dari dalam kamarnya.
“Ah,Hyesun-ah kau sudah bangun? Maaf aku ketiduran.” Heechul terbangun lalu memegang kepalanya.
“Tidak apa-apa,kau bisa pergi sekarang. Aku sudah merasa baikan.” Ya ampun,ia baru bangun sudah di suruh untuk pergi? Kasihan sekali Heechul ini.
“Kau yang memindahkan aku kesini?” Tanya Heechul dan Hyesun menanggukan kepala,tentu saja! Jika bukan dia siapa lagi? Tidak ada orang disini selain mereka.
“Kau bisa pergi sekarang,Kim Heechul.” Lagi,lagi dan lagi Hyesun tetap menyuruhnya untuk pergi.
Heechul menyibakkan selimutnya dan langsung memeluk Hyesun dari belakang,Hyesun hanya bisa membeku saat Heechul memeluknya.
“Mianhae…untuk semua yang aku lakukan padamu,Mianhae…” Heechul terus meminta maaf padanya,padahal sejak dulu Heechul terus meminta maaf tapi Hyesun tidak pernah memaafkannya.
“Lepaskan pelukankmu,Kim Heechul.” Hyesun mulai menangis lagi.
“Menanggislah. Menangislah jika kau ingin menangis,aku ada disisimu. Marahlah jika kau ingin marah,aku akan mendengarkan semua amarahmu.” Heechul masih memeluknya dan belum mau untuk melepaskannya,Hyesun terus menerus menangis.
“Kau terlalu jahat Kim Heechul.” Hyesun baru meluapkan kemarahannya, namun sepertinya ada orang yang akan datang. Heechul melepaskan pelukannya dan Hyesun langsung menghapus air matanya dengan cepat.
Ckkriikk…
Pintu rumah Hyesun terbuka.
“YAA! Hyesun-ah,Hyungku membuatmu menangis lagi?” tuduh Eunhyuk,kedua orang itu membeku melihat mereka semua tiba-tiba datang. Menganggu saja,namun memang air mata Hyesun masih berbekas di matanya.
“Apa yang di lakukan Kim Heechul hyung?” Tanya Jung Ilwoo yang berdiri di samping Eunhyuk,tentu saja bukan hanya mereka berdua yang datang.
“Kau sudah sembuh Hyesun-ah?” Tanya Kim Woobin begitu khawatir. Tentu saja setelah pulang syuting mereka semua langsung datang menjenguk Hyesun.
“YAA! Bagaimana bisa kalian kemari?” Marah Hyesun.
“Jung Ilwoo pernah kesini,ia yang mengantar kami.” Eunhyuk benar,jika tidak ada Ilwoo mungkin Woobin dan dia tidak akan tahu dimana rumah Hyesun.
“Hyesun-ah,kau harus menjauhinya. Berbaringlah,kau belum sembuh total.” Woobin menarik tangan Hyesun untuk menjauhi Heechul dan menyuruhnya untuk berbaring lagi di ranjangnya.
“YAA! Kim Woobin.” Teriak Eunhyuk yang mulai kesal,berani sekali ia melakukan itu pada Hyesun. Jika tahu begini,ia tak mau mengantar Woobin untuk kesini.
“Hyesun-ah,kau sudah minum obat?” Tanya Jung Ilwoo yang langsung duduk di kursi dekat Hyesun.
“Hyung,aku ingin bicara denganmu sekarang!” Eunhyuk menarik tangan Heechul dan ia menurut untuk mengikutinya,Eunhyuk dan Heechul membiarkan mereka untuk menjaga Hyesun sementara.
“Hyesun,apa kau bisa syuting besok?” tanya Woobin yang masih berdiri di sebelah kanan Hyesun.
“Apa kau sudah meminum obat?” tanya Jung Ilwoo yang duduk di sebelah kiri Hyesun.
“Ne,tentu saja! Aku sudah sembuh karena kalian datang,oh ya….” Hyesun tersenyum lebar,ia baru ingin beranjak berdiri namun Woobin sudah melarangnya untuk tetap tidur.
“Kau ingin kemana? Tetaplah tidur disini,kau ingin mengambil apa?” Tanya Woobin,ia hanya tak mau Hyesun kelelahan. Lebih baik jika ia berbaring disana,iakan sedang sakit.
“Aku hanya ingin mengambil notebook kecil di loker mejaku,disana.”  Jawab Hyesun sambil menunjuk ke arah Meja kecil di dekat Ilwoo.
Woobin lalu berjalan ke arah meja kecil tersebut dan membuka loker itu,Woobin mengambil notebook yang di dalamnya lalu memberikan pada Hyesun.
Hyesun tersenyum dan membuka notebooknya tersebut. “Ilwoo Oppa,tolong tanda tangan disini.” Ya ampun,Hyesun!!! Kau hanya meminta tanda tangan pada Jung Ilwoo? Hyesun meminta Ilwoo untuk memberi tandatangan tepat di atas foto yang bergambarkan Jung Ilwoo tersebut.
Ilwoo menurut dan mememberikannya tandatangan dengan signUntuk Hyesunku yang tersayang,cepatlah sembuh’. Awalnya ia menatap aneh Hyesun,tapi mau tak mau ia juga tetap harus menandatangani notebooknya tersebut. Jangan kaget,buku Notebook tersebut berisi 150 lembar lebih bergambarkan semua idola yang ia suka di setiap halamannya. Ilwoo memberikan Notebook itu pada Hyesun kembali.
“Woobin Oppa,tolong tanda tangan…disini!” Hyesun membalikan lembar bukunya tersebut dan menyuruh Woobin untuk menandatangani tepat di atas foto bergambar Woobin seperti apa yang di lakukan Ilwoo sebelumnya.
Woobin menurut dan juga ia memberi signAku mencintaimu Lee Hyesun,aku penggemarmu!! Love,love’ Woobin juga memberinya tanda hati di atas signnya tersebut.
Di sisi lain—
“YA! Lee Hyukjae mohon dengarkan aku.” Eunhyuk membawa Heechul ke luar rumah Hyesun agar mereka semua tidak bisa mendengar percakapan mereka,Heechul baru ingin berbicara namun Eunhyuk memotongnya.
“Hyung,mohon dengarkan aku lebih dulu.” Sambung Eunhyuk. Heechulpun terdiam mendengarkan dongsaengnya akan berbicara,“Hyung,bisakah kau menjauh dari Hyesunku? Kau tahu,jika ia berada di dekatmu kau akan membuatnya menjadi menderita.”
“Hyukjae—“ Heechulkan ingin berbicara lagi,kenapa Eunhyuk selalu memotongnya?
“Hyung,aku mencintainya! Dia sudah tidak menyukaimu lagi,tidak bisakah kau melepaskannya untukku? Tidak bisakah untuk mengalah dan membiarkan aku mendapatkannya? Aku menyukainya,Hyung.” Eunhyuk meninggikan suaranya,tak biasa sekali tatapan yang Eunhyuk berikan pada Heechul.
“Kau bilang aku tidak mencintainya? Aku juga mencintainya,Hyukjae. Aku juga tahu kau mulai menyukainya.” Memang benar!Heechul dan Eunhyuk sama-sama menyukai orang yang sama, yaitu Hyesun.
“Aku menyukainya lebih dahulu daripada Hyung.saat Hyung mencampakkannya,aku berada disisinya. Kali ini tidak bisakah Hyung mengalah karena aku sebagai dongsaengmu dan membiarkan aku untuk mencintainya?”  Eunhyuk bertanya lagi dengan lebih serius dari sebelumnya.
Sebuah mobil hitam yang cukup besar berhenti di depan rumah Hyesun,satu persatu orang keluar dari mobil tersebut dan masuk ke rumah Hyesun.

“MWO?” Pekik Heechul yang kaget melihat semua orang yang keluar dari mobil tersebut adalah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar