Sabtu, 22 Maret 2014

Fanfiction korean FF My Fan,My Enemy,My Wife PART 7

Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre :  Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length : 10 Part- End.
Rating : 14+
Cast :
·        Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
·        Lee Dong Hyuk
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS a.k.a Dwiarti Rahma Utami
Note !!!
Please don’t share my FF Without my permission
PART 7
“Aish! Itu semua karena kau Kim Heechul! Aku membencimu!” Hyesun mengambil batu kecil dan melemparkannya ke aliran sungai itu,“Dan sebentar lagi aku akan beradegan denganmu,Aish! Kenapa kau tidak bunuh aku saja sekalian!” Decak Hyesun yang sedari tadi tak berhenti melemparkan baru kesana. Apa Hyesun tidak sadar kelakuannya seperi anak kecil saja.

Untuk apa kau kembali?- Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Untuk apa kau kembali Chingu-ya?- YA! Dimana sopan santunmu kau seharusnya menyapaku dulu,bukan seperti ini.Oh,aku lupa! Annyeong…Chingu. Lama kita tidak bertemu? Dialog macam apa seperti itu?” Hyesun terus menyesali dirinya.
“YA! Kau bisa mengotori sungai Hyesun-Ah.”Ah,suara ini! Hyesun sangat mengenal dengan suara ini. Tapi untuk apa Woobin datang ke tempat seperti ini?
“Oh,Oppa. Kau disini?” Tanya Hyesun membalikan wajahnya.
“Kau bisa membuat sungai menjadi banjir.” Woobin duduk di bebatuan besar dekat sana sambil menatap Hyesun yang terus melemparkan batu ke aliran sungai.
“Mianh.” Hyesun berhenti melemparkan batu lagi. Ia membersihkan tangannya yang kotor dengan air sungai yang berada disana,untung saja airnya bersih dan tidak keruh ataupun kotor.
“Kau sedang kesal? Tidak bisa menghafal skrip? Atau kau takut beradegan dengan Heechul hyung?” Tanya Woobin mencoba menebak isi Hati Hyesun.
“Semuanya! Aku takut bertatapan dengannya,bagaimana jika aku lupa dengan dialognya.aish,aku membenci pria itu!” Hyesun kemudian berdiri dan duduk di samping Woobin.
“Bisa aku membantumu? Anggaplah aku adalah Jaehyun dan kau adalah Hyeri.” Namja ini benar-benar baik. Walaupun terkadang sebagian besar yang ia perankan dalam drama adalah antagonis,tapi ini berbalik dengan sifat aslinya.
“Ne,memangnya Sunbae sudah hafal dialognya?” Tanya Hyesun menatap Woobin.
“Tentu saja! Walaupun tidak ada aku dalam adegan itu,tapi tetap saja aku harus mengetahui dialog orang lain. Agar aku mengerti dengan jalan cerita tersebut,karena setiap dialog akan berkaitan dengan dialog lainnya.” Ucap Woobin lalu turun dari batu tersebut. Woobin menjulurkan tangannya berniat membantu Hyesun turun dari batu besar tersebut,”Biar kubantu untuk turun.”Hyesun mengenggam tangan Woobin dan turun perlahan dari batu besar tersebut.
 “Untuk apa kau kembali?” Hyesun mulai memerankan perannya sebagai Kang Hyeri.
“Aku sejak dulu tetap di korea. Dan,Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Untuk apa kau kembali Chingu-ya?” Woobin kali ini mulai mengambil peran sebagai Jaehyun.
“YA! Kita baru bertemu kembali sejak aku pergi ke Jepang.Dimana sopan santunmu kau seharusnya menyapaku dulu,bukan seperti ini.” Marah Kang Hyeri.
“Oh,aku lupa! Annyeong…Chingu. Lama kita tidak bertemu? Chingu.” Ya ampun,Kim Woobin benar-benar profesional! Walaupun bukan dialognya,tapi ia bisa memerankan dengan baik. Sangat baik.
“Ada apa menyuruhku kesini?”
“Duh,duh. Kita telah mengenal sejak lama,kenapa kau seolah tidak pernah bertemu denganku saat Youngsoo memberi peringatan untuk menjauhiku? Seharusnya,kau menjawab ‘dia temanku’,bukankah begitu Chingu?”
“Aku tidak pernah menganggapmu sebagai temanku, aku pergi.” Hyeri pergi,namun Jaehyun menarik tangan nya sehingga mereka harus bertatapan sesuai dengan naskah,“Ah,Mianhae. Aku tidak sanggup menatap tatapan matamu.” Hyesun menghentikan aktingnya sampai sini.
“Kau takut terpukau denganku. Dan saat syuting nanti pengucapan yang seharusnya adalah ‘Dimana sopan santunmu?’ Nada itu harus kau tinggikan.” Woobin memberi komentar pada akting Hyesun barusan.
“Ne,Aku akan mengingatnya. Gamsahamnida.” Hyesun tersenyum gembira.
“Hyesun,Syuting akan di mulai.” Lagi lagi kepala kru ini mengingatkan bahwa syuting akan di mulai,padahal Hyesun masih ingin berbincang banyak dengan Sunbaenya.
“Pergilah! Ingat dia hanya Kim Heechul bukan Jung Ilwoo,kau akan lebih tergoda jika ia adalah Ilwoo Hyung. Heechul hyung masih jauh di bawah Ilwoo Hyung,Ingat! Tatapannya adalah tatapan palsu.” Hyesun belum mau pergi tadi,Namun Woobin telah memberinya semangat yang mengharuskannnya untuk melanjutkan syuting.
“Gamsahamnida, aku menyangi Sunbae.” Hyesun memeluk erat Woobin. Woobin hanya terdiam dan membeku saat Hyesun memeluknya.
***
Hyesun sudah berada pada posisinya untuk memulai syuting kali ini.
“Action!” Sutradara memberikan aba-aba jika syuting sudah di mulai. Okay,Hyesun harus fokus sebagai Kang Hyeri untuk saat ini.
“YA! Jaehyun,lepaskan tanganku!”Hyeri melepaskan tangan Jaehyun yang sejak tadi di genggamnya,“Untuk apa kau kembali? Hah?” Hyeri terus memegangi tangannya yang sudah merah di buat Jaehyun.
“Aku sejak dulu tetap di korea. Dan,Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Untuk apa kau kembali Chingu-ya?” Jaehyun melipat kedua tangannya di dada bak seorang Bos perusahaan besar.
“YA! Kita baru bertemu kembali sejak aku pergi ke Jepang.Dimana sopan santunmu kau seharusnya menyapaku dulu,bukan seperti ini.” Marah Hyeri.
“Oh,aku lupa! Annyeong…Chingu. Lama kita tidak bertemu? Chingu.” Heechul maksudku Hyesun mulai menatap tajam mata Hyeri.
Aish tatapan itu! ingat dia bukan siapa-siapa! Ingat itu Lee Hyesun,dia hanya seorang Kim Heechul.Batin Hyesun yang terus melamun dengan pandangan mata masih menatap seorang Kim Heechul.
“YA! Dialogmu.” Cicit Heechul membangunkan Hyesun dari lamunannya.
“CUT! NG!” Sutradara berteriak saat melihat Hyesun lupa akan dialognya.mungkin Hyesun terlalu lama melamun, “Hyesun,tolong fokus! Kita ulangi lagi ya.”
“Kau gugup? Ah! tatapan ku? Berusahalah untuk menjadi profesional!”Cicit Heechul pada Hyesun,Ah! Heechul sangat menyukai ini.
“Ck!” Hyesun hanya bisa berdecak kesal dan berusaha untuk fokus sekarang. Lupakan,Dia hanya Kim Heechul.Batin Hyesun menenangkan diri.
“Action!” Sutradara Jung memberikan aba-aba lagi untuk memulai syuting.
“Oh,aku lupa! Annyeong…Chingu. Lama kita tidak bertemu? Chingu.”
Harap tenang Hyesun. “Ada apa menyuruhku kesini?” Hyesun kembali menjadi Kang Hyeri.
“Duh,duh. Kita telah mengenal sejak lama,kenapa kau seolah tidak pernah bertemu denganku saat Youngsoo memberi peringatan untuk menjauhiku? Seharusnya,kau menjawab ‘dia  adalah temanku’,bukankah begitu Chingu?”
“Aku tidak pernah menganggapmu sebagai temanku, aku pergi.” Hyeri berjalan pergi namun Jaehyun lebih dahulu menarik tangan Hyeri sehingga itu sukses membuat Hyeri menatap matanya sekarang,Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Hyeri tersadar,“YAA!”Hyeri berteriak cukup kesal.
“Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?” tanya Jaehyun.
Chanyoungpun datang,“YAA! Jaehyun,lepaskan dia.”Chanyoung langsung melepas tangan Hyeri dari tangan Jaehyun, “Apa kau tidak kasihan padanya? Dia murid baru disini.” Ups,memang Hyeri murid baru disini. Tapi ia adalah Teman lama-maksudku musuh lama dari Jaehyun.
“Teman kita sepertinya menganggu sekali,bukankah begitu Choi Chanyoung?” Jaehyun menatap tajam Chanyoung.
“Hyeri-ah,kita pergi dari sini.” Chanyoung menggenggam tangan Hyeri dan menariknya untuk mengikutinya.
“YAA!” Jaehyun berteriak pada kedua orang itu.namun rupanya mereka berdua tidak mendengar teriakan Jaehyun,atau mungkin berpura-pura tidak mendengar.
“Chanyoung,gamsahamnida.” Hyeri tersenyum karena menyelamatkannya dari amarah Jaehyun.
“Ne,kita ke kantin sekarang dulu ya? Jam masuk masih lama.” Ajak Chanyoung. Hyeri menganggukan kepalanya yang menadakan arti ‘Iya’.
“Oh,itu Youngsoo. Kau ambillah makananmu disana,atau aku yang mengambilkan?” Chanyoung menunjukan Youngsoo yang sedang memakan makanannya di meja dekat kaca.
“Tidak,kau duduk saja. Aku bisa mengambilnya sendiri.” Hyeripun melepas tangannya dan pergi untuk mengambil beberapa makanan,Chanyoungpun berjalan ke arah Youngsoo dan duduk di sebelahnya.
Oh My God! Jaehyun dan Dojoon datang.Seragamnya sangat berantakan,lebih cocok di sebut Preman dari pada seorang murid. Salah satu murid pria berkacamata melintasi Dojoon dan segera saja Jaehyun mengambil makanan yang di bawa pria itu.
Murid itu hanya bisa menunduk dan tak berani untuk melawan,Ia pergi sebelum Jaehyun memarahinya. Hyeri berjalan ke arah Chanyoung,Namun…
“Ups,makananku membuat teman baru kita menjadi kotor.” Jaehyun dengan sengaja mendorong Hyeri sehingga terjatuh duduk, Ya ampun.. kasihan sekali gadis ini,Jaehyun dengan sengaja menumpahkan makanan yang di bawanya tadi hingga mengotori rambut dan seragam Hyeri.
“YAA!” Hyeri berteriak kesal,Memangnya dia fikir dia itu siapa? Hyeri mencoba bersabar saat Jaehyun mendorongnya tadi,namun ia sudah sangat kesal karena dengan sengaja Jaehyun menumpahkan dengan perlahan makanan itu ke kepalanya. Mereka menjadi pusat perhatian murid disana,Dojoon hanya bisa tersenyum evil melihat temannya itu mengerjai murid lain. Sejak dulu memang kerjaan Dojoon dan Jaehyun hanya mengerjai murid lainnya dan sok menjadi penguasa di sekolah itu.
“Sebagai permohonan maafku,bisa aku membantumu berdiri Kang Hyeri?” Jaehyun menjulurkan tangannya,Hyeri hanya bisa mendengus kesal melihat musuhnya tersebut. Sejak kecil sampai sekarang memang kerjaan Jaehyun hanya menganggu Hyeri.
“Pergilah dari sini,Lee Jaehyun.” Chanyoung mendorong Jaehyun. Jaehyun hampir terjatuh tapi Dojoon langsung menopang dengan tangannya sehingga Jaehyun hanya tergelincir sedikit.
“YAA! Choi Chanyoung.” Teriak Dojoon.Rupanya sekarang ia sudah mulai kesal dengan Chanyoung,Dojoon sudah mengepal tangannya ingin mendaratkan pukulan pada wajah Chanyoung. Namun Jaehyun menahannya karena Chanyoung itu adalah target Jaehyun.
Youngsoo mendekat pada Hyeri dan Chanyoung,“Kau pergilah dulu dengan Youngsoo.” Suruh Chanyoung dan Hyeri menurut. Hyeri berjalan agak pincang,rambutnya sungguh kotor dan bau makanan! Seragamnya juga begitu. Jaehyun mulai berdiri,“YA! Lee Jaehyun.” Teriak Chanyoung. Seluruh murid disana hanya menonton adegan seperti ini,tak ada yang berani untuk melerang mereka.
“Mwoya? Kau ingin berhadapan denganku?” Jaehyun membulatkan matanya dan menatap tajam Chanyoung.
Semua murid disana memerhatikan tontonan yang mereka lihat sekarang, dan terkadang beberapa murid membisikan satu sama lain mengomonginya.
“Aku benci suasana seperti ini,semua orang melihat. Aku pergi.” Dengan santainya dan tak merasa berdosa atas kesalahannya barusan Jaehyun dan Dojoon pergi begitu saja? Ya ampun.
Youngsoo menuntun Hyeri ke atap sekolah mereka. Sepi dan tidak ada orang,hanya bangu panjang tempat mereka duduk. Youngsoo meninggalkan Hyeri sebentar dan kembali membawa handuk yang sudah di basahi dan handuk kering untuk Hyeri.
“Hyeri-ah,pakai ini dulu untuk membersihkan tubuhmu.” Youngsoo memberikan handuk itu untuk Hyeri,Sebenarnya itu handuk untuk mengelap keringat ketika selesai melakukan olahraga di sekolahnya. Ya tapi tidak apalah jika itu di berikan untuk Hyeri.
“YAA! Kang Hyeri.” Seseorang yang datang menghampiri mereka. Hyeri dan Youngsoo menatap orang itu.
Cut! Good,I like that.” Sutradara tersenyum bangga dan memberikan tepuk tangan yang sangat keras melihat akting mereka.
Syuting selesai.
Hyesun segera pergi untuk membersihkan pakaiannya dan rambutnya yang kotor menggunakan toilet di lokasi syuting mereka,Hyesun segera mengganti pakaiannya dan duduk di closet duduk disana.
Hyesun merasakan sedikit peri pada lututnya,lutut Hyesun mememar akibat Heechul mendorongnya,Apa Heechul tidak sadar kalau ia mendorongnya sangat kencang sampai membuat Hyesun terluka? Untung saja ia menggunakan celana panjang sehingga bisa menutupinya.
Hyesun beranjak untuk pulang. Ia menunggu taksi di bahu jalan,Heechul sudah menunggunya lebih dahulu untuk pulang bersama. ttttttttttiiiiiittttttttttttttttttt
Eunhyuk datang dengan mobilnya yang langsung membunyikan klaksonya dengan panjang di belakang mobil Heechul.tentu saja ia juga mengajak Hyesun untuk pulang bersama.
“Naik saja ke mobilku!” Seru Eunhyuk yang berteriak dengan membuka sedikit kaca mobilnya.
“Mobilku lebih bagus.” Sahut Heechul. Ya,memang mobil Heechul jauh lebih mahal dan lebih bagus dari pada milik Eunhyuk. Ya,namun mana mungkin Hyesun mau naik mobil itu.
“YAA! Hyesun-ah,kau mau ku antar?” Astaga,Jung Ilwoo datang dengan mobilnya yang langsung memberhentikannya di belakang mobil Eunhyuk. Tinggal di pilih saja! Hyesun ingin di antar oleh Heechul,Eunhyuk atau Jung Ilwoo?
Tanpa fikir panjang Hyesun langsung naik ke mobil Jung Ilwoo. Tentu saja ia memilih Ilwoo karena jika Hyesun memilih salah satu antara Heechul atau Eunhyuk hanya bisa membuat mereka bertengkar,alasan lain juga karena Jung Ilwoo adalah Idolanya.
“Ini semua karenamu.” Tuduh Heechul pada Eunhyuk,Heechul segera menancapkan gas mobilnya segera pergi begitu juga Eunhyuk.
***
“Sunbaenim,gamsahamnida.” Hyesun terseyum pada Jung Ilwoo yang sedang mengemudikan mobilnya.
“Hyesun,apa aku terlihat tua?” Tanya Ilwoo yang sesekali menatap Hyesun.
“Tidak,Sunbae.”
“Panggil aku Oppa saja,aku merasa tua jika terus di panggil Sunbae olehmu.” Ilwoo lagi-lagi harus mengeluarkan kedipan mautnya pada Hyesun sembari mengemudi. Hyesun hanya menganggukan kepala dan tersenyum,“Dimana rumahmu?”
“Di daerah Seoul,kau hanya perlu belok ke kiri dan lurus. Rumah paling ujung,disana rumahku.”
“Kau tinggal sendiri?”
“Tidak,aku tinggal bersama temanku. Namanya Lee Donghyuk.”
“Dia… seorang pria?” Sontak Ilwoo kaget ketika Hyesun mengatakan kalau Lee Donghyuk adalah seorang temannya. Seorang pria dan wanita tinggal satu rumah tanpa ikatan keluarga? Astaga,“Bagaimana bisa kau tinggal dengan seorang pria? pindahlah ke rumahku! Kau tidak bisa tinggal dengan seorang pria,Hyesun-Ah.”
“Aku tahu,orang tuaku dan orang tuanya sudah meninggal. Dulu keluarga kami sangat dekat walau tanpa ada ikatan persaudaraan. Dia menganggapku sebagai adiknya,begitu juga sampai sekarang.” Mata Hyesun mulai berkaca-kaca,namun kalimat-kalimat itu di akhiri dengan senyuman. Tentu saja Hyesun tak ingin menangis di depan seorang Idolanya.
“Mianhae,aku tidak tahu kalau—“ Ilwoo belum selesai berbicara namun Hyesun lebih dahulu memotongnya.
“Tidak apa-apa,Sunbae. Terima kasih atas tumpangannya.” Hyesun berterimakasih saat Ilwoo sudah mengatarkannya sampai di depan rumahnya,Hyesun keluar dari mobil itu.
“Oppa!” Ilwoo mengingatkan Hyesun untuk memanggilnya Oppa,tentu saja ini di akhiri dengan kedipan mau dan senyuman khas yang ia berikan.
“Ne Gamsahamnida,Oppa.” Hyesun tersenyum dan masuk kedalam rumahnya.
***
Keesokan harinya.
Woobin,Ilwoo,Heechul,Eunhyuk serta Hyesun sudah bersiap pada posisinya untuk syuting hari ini.
Action!” aba-aba sudah di teriakan oleh Sutradara Jung,itu artinya syuting sudah dimulai.
“YAA! Hyeri-ah.” Teriak Jaehyun mendorong Hyeri hingga membuatnya sampai terjatuh. Apa Heechul maksudku Jaehyun tidak sadar kalau ia mendorong sangat kencang sampai membuat meja dan kursi di sekitar Hyeri jatuh? Hyeri tidak bisa pergi.kanan-kirinya hanya ada meja dan kursi yang sudah jatuh,di belakangnya dinding dan di depannya orang ini. Semua murid melihat dari dekat pintu kelas mereka dan tidak berani untuk mendekat ataupun melaporkan pada guru,Hyeri hanya menunggu sampai orang lain datang dan menyelamatkannya,
Awwh,Lututku mulai sakit lagi.Batin Hyesun,“YAA! Jaehyun,kenapa kau mendorongku? Aku tidak melakukan kesalahan padamu.” Hyeri meninggikan suaranya.
“Memang tidak.” Jawab Jaehyun santai. Sok berpenguasa,sekolah ini bukan milikinya tapi kenapa dia sok menjadi jagoan disini?
“Lalu kenapa kau selalu mengangguku? Oh,kau bosan? Tidak ada hiburan lain selain menganggu orang lain,kau seharusnya memiliki kekasih agar kau tidak bosan.” Hyeri mencoba melawan Jaehyun dengan kata-kata pedasnya,sebenarnya itu hanya akal-akalan Hyeri saja! Dia juga tak ingin terus menerus di tindas.
“YA! Maksudmu tidak ada gadis lain yang menyukaiku?” Jaehyun meninggikan salah satu alisnya dengan kedua tangan yang di taruh di dalam kantung celananya.
“Tentu saja,mana ada gadis yang menyukaimu jika kau terus memperlakukan wanita seperti ini.” Ck! Tentu saja ini sangat benar,Hyeri!
Chanyoung datang dari kerubungan murid yang berdiri sebagai penonton itu,“YAA! Kau ini—“ Ups,Jaehyun ikut terjatuh setelah Chanyoung datang dan mendorong dengan kedua tangannya.
“YAA! Jaehyun,berhentilah menganggunya!” Teriak Chanyoung pada Jaehyun,Iapun menghampiri Hyeri yang jatuh terbengkalai hanya duduk terdiam disana.
“Aish! Drama.” Pekik Jaehyun melihat Chanyoung yang menghampiri Hyeri dan menolongnya. Memang ini benar Drama Jaehyun.
“Gwenchanayo?”  Tanya Chanyoung pada Hyeri berniat menolongnya. Hyeri mungkin tidak apa-apa,tapi Hyesun lututnya Terluka Chanyoung!
“Ye,Gwenchana.” Jawab Hyeri sambil tersenyum.
Cut!” Sutradara Jung berdiri memberikan aba-aba bahwa syuting telah selesai, “Okay,besok untuk episode tiga. Dan Hyesun harus tinggal untuk adegan tunggal malam ini.” Lanjut Sutradara Jung mengingatkan pada Hyesun.
***
“Aish! Seenaknya saja main mendorong-dorong orang.walaupun ada adegan itu memang aku tidak tahu kalau perasaan yang kau gunakan tadi bukan perasaan Jaehyun,melainkan Heechul!   “ decak kesal Lee Hyesun,Ia membasahkan kain yang sebelumnya sudah ia ambil di kotak p3k dengan air sungai di dekatnya. Airnya sedikit dingin,bersih dan jernih, “Ah,lututku semakin memar! Awas saja kau,Kim Heechul! Aku membencimu.”Hyesun memeras kainnya yang basah dengan air lalu menempelkannya pada luka memar yang di buat Heechul.
Seharusnya es batu di bungkus dengan kain baru di tempelkan pada luka,tapi di lokasi syuting tidak ada es batu sehingga Hyesun hanya membasahi dengan air sungai. Air sungaikan cukup dingin.
“Mianhae.” Lagi-lagi Heechul datang membawakan kain kasa dan alkohol di tangannya.
Hyesun melirik sedikit orang yang berbicara padanya itu adalah Kim Heechul,ia menaikan sedikit kaos kakinya dan berdiri untuk beranjak pergi dari tepat itu.
“Tidak jangan pergi.” Heechul menarik tangan Hyesun dan menyuruhnya untuk duduk di disana lagi,Hyesun menurut.
“Tolong lepaskan aku!” teriak Hyesun yang sudah duduk di bahu sungai itu. Ups,tangan mereka masih saling berpegangan satu sama lain.
“Lepas kaos kakimu.” Heechul melepaskan tangannya dan menyiapkan kain serta alkohol untuknya.
“Maksudmu?” tanya Hyesun yang cukup terkejut? Mana mungkin Heechul tau,lukanya sudah di tutupi oleh kaos kaki Hyesun.
“Lepas kaos kaki kananmu,mana bisa dengan air sungai luka memar bisa sembuh semudah itu.” perintah Heechul. Air sungai? Jadi Heechul melihatnya sejak tadi.
“Kau…tahu?” Hyesun hanya bisa menunduk ketakutan.
“Aku yang menyebabkan kau terluka,mana mungkin aku tidak tahu.kau ingin aku yang melepaskan kaos kakimu?” Heechul mulai meninggikan suaranya,mungkin ia kesal karena Hyesun tidak menuruti perintahnya sejak awal.
“Nan Gwenchana! Pergilah dari sisiku,itu obat yang tepat untuk mengobati lukaku.” Hyesun merasa kalau Heechul mulai meninggikan suaranya,okay Hyesun melakukan itu juga. Tapi-tapi, mengobati lukaku? Luka yang mana,perasaannya yang terluka? Tidak mungkin jika luka memar dengan Heechul pergi luka akan sembuhkan?
“Aku akan pergi setelah mengobatimu.” Heechul merasa Hyesun mulai marah padanya,sekarang Heechul mulai berbicara merendah padanya dengan lembut.
“Aku bisa mengobatinya sendiri,Kim Heechul!” Hyesun mulai marah,Ia beranjak untuk berdiri pergi namun Heechul lebih dulu menggenggam tangannya untuk tidak pergi.
“Mianh. Tapi aku yang melakukan kesalahan,aku harus bertanggung jawab! Sekarang duduklah,lepaskan sepatu dan kaos kakimu.” Ya,Heechul benar! Ia harus bertanggung jawab pada luka yang di buatnya,Hyesun menurut dan duduk di tempat itu lagi.
Hyesun melepaskan sepatu dan kaos kakinya,“Berhentilah berada disisiku.” Tes tes tes,Hyesun mulai menangis sekarang. Heechul baru akan menempelkan kain yang sudah basah karena alkohol di kaki Hyesun,tapi hal itu terhenti karena mendengar ucapan serta tangisan Hyesun.Heechul langsung menatapnya, “Selain untuk drama,berhentilah mendekatiku! Menjauhlah dariku.” Hyesun merendahkan suaranya sambil menangis.
“Jangan menangis,sebenarnya aku tidak suka orang yang menangis. Mianh.” Heechul mulai menempelkan kain berakohol itu pada luka memar di lutut Hyesun,Ya ampun lukanya cukup parah.
“Jika kau selalu berada disisiku,itu artinya…kau adalah masalah bagiku.” Awwh,pasti Hyesun menahan rasa sakit karena lukanya mulai perih terkena alkohol. Ia juga menahan rasa sakit di hatinya yang telah di buat Heechul selama ini. Tapi sebenarnya kata-kata Hyesun barusan juga cukup menyakitkan untuk Heechul.
Heechul terdiam sesaat dan mengingat kejadian yang pernah ia lakukan bila berada di dekat Hyesun.mulai dari ia di seret satpam,kencan yang rusak karena kehadirannya,tidak ada taksi setelah penandatanganan kontrak dan sampai sekarang. Benar apa yang di katakan Hyesun,Heechul memang masalah baginya.
“Kau benar! Aku adalah masalah bagimu,aku selesai untuk mengobatimu. Aku berjanji untuk melakukan seperti apa yang kau katakan,selain untuk drama aku tidak akan pernah mendekatimu. Aku akan pergi seolah-olah aku adalah gelembung,berhentilah menangis! Kau masih harus syuting adegan terakhir,aku pergi.” Heechulpun pergi,pergi seolah-olah seperti gelembung? Gelembung cepat atau lambatkan akan segera meletus dan sudah tidak terlihat lagi. Astaga Kim Heechul!
Heechul pergi membawa lagi kain dan alkoholnya,Hyesun menangis dengan sangat terisak sangat-sangat terisak. Hyesun tahu betul arti kata-kata itu,itu yang membuat ia menangis dengan terisak.
Jung Ilwoo bertemu dengan Heechul “Hyung,Hyesun…” Keduanya sama-sama aneh.
“Jangan membicarakan dia lagi di hadapanku.” Waw,Heechul sepertinya juga berusaha melupakan Hyesun. Dia sampai tidak ingin membicarakan Hyesun lagi? Ya ampun,Kim Heechul.
“Ada apa dengan mereka?” Heechulpun pergi,Ilwoo sempat terdiam sesaat,“Hyesun-ah…” panggil Ilwoo dengan ceria,tapi tiba-tiba raut wajahnya berubah.
 “Oppa,apa syutingnya akan di mulai?” Seseorang memanggil namanya, Hyesun menghapus air matanya dengan cepat.
“Tidak,masih lama. Kau syuting dua jam lagi karena adegan malam hari,Kau menangis?” Ilwoo duduk di samping Hyesun.
“Tidak,ada apa kesini?” Hyesun tiba-tiba tersenyum ceria seolah-olah tidak ada yang terjadi,tentu saja Hyesun ingin menutupi kesedihannya di hadapan Jung Ilwoo.
“Senyuman palsu,jangan berbohong jika berbicara denganku.” Jung Ilwoo mulai cemberut.
“Kau tahu.”
“Tentu saja,Heechul hyung menyakitimu?” Sebenarnya itu memang benar,sekarang buka hanya perasaannya yang tersakiti namun lututnya juga.
“Tidak,Kau ingin makan denganku?” Hyesun tiba-tiba mengalihkan pembicaraan. Ilwoo sebenarnya tahu,namun mungkin Hyesun tidak ingin membahas ini dengannya.
“Ne,kita ke cafee disana ya?” Jung Ilwoo menunjuk pada kafe di dekat sana,Hyesun menganggukan kepalnya. Hyesun berjalan lebih dahulu dari pada Ilwoo,Ups terlihat jelas ia menahan rasa sakit sehingga berjalan dengan pincang.
“Kakimu terluka?” Ilwoo melihat dengan jelas luka memar pada lutut Hyesun.Ilwoo tiba-tiba berjongkok di depan Hyesun,“Naiklah ke punggungku.”
“Tidak apa-apa.ini hanya luka memar.” Hyesun menolak. Ia ingin Ilwoo menggendongnya,namun ia juga ingin tidak membebankannya.
“Kau harus syuting satu adegan lagi dan tidak ada adegan pincang disana. Cepat naik! Kau harus menyimpan kekuatanmu saat berdiri untuk Kang Hyeri.” Ilwoo benar. Hyesun akhirnya menurut, Ilwoo menggendong Hyesun sampai di kafe dekat sana.
***

“Annyeong…Chingu!” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar