Senin, 06 Januari 2014

FANFICTION KOREAN FF MY FAN,MY ENEMY,MY WIFE -PART 4 [HEECHUL AND EUNHYUK SERIES]

PART 4 
Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre :  Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length : (?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·        Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
·        Lee Dong Hyuk
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS a.k.a Dwiarti Rahma Utami
Note !!!
Please don’t share my FF Without my permission


“Hyesun-Ah..” ucapnya terhenti yang langsung mendekatkan dirinya pada tubuh Hyesun. Ia juga mendekatkan wajahnya dengan tangan masih berpegangan sehingga tidak ada jarak di antara mereka. Hyesunpun juga tidak bisa pergi kemana-mana,tubuhnya mulai lemas.
‘Ah,aku ingat! Adegan ini ada di episode 15. Saat itu Riahn mengatakan ‘Iya’ tapi ini…” lagi-lagi Hyesun terhenti karena sudah di sambung Eunhyuk.
“Would you be my girlfriend?” Tanya Eunhyuk menggunakan dialog Inggrisnya.
“Oppa, Are you kidding me?” Pekik Hyesun yang mulai kesal dan marah. Ia sedang serius untuk berlatih drama namun Eunhyuk malah…
“Not! I’m so serious, Would you be my girlfriend?” Tanya Eunhyuk lagi. Namun belum sempat Hyesun menjawab atau sekedar berfikir tentang pertanyaan Eunhyuk. Ia malah mendekat wajahnya lebih dekat,lebih dekat… sangat dekat dan—
Eunhyuk Pov.
Ku lihat Hyesun langsung menutup kedua matanya.Aku mulai mendekatkan wajahku lebih dekat. Terjadi perang antara hatiku saat ini. “Ayo,cepat Lee Hyukjae! Cepat cium dia.”  Tapi di lain hal,“Tidak,jangan! Dia belum menyukaimu..”
Ah,kepalaku menjadi berat. Aku menyukai Hyesun,tapi aku tidak mungkin menciumnya tanpa didasari rasa saling menyukai satu sama lain.
Tubuhku jatuh bersender pada bahu Hyesun. Hyesun menopang tubuhku dengan sekuatnya,ya mungkin karena aku sedikit berat. Aku mengerjapkan kedua mataku berkali-kali,ku pegang kepalaku yang sedikit pusing. Ah,aku mulai kehilangan kesadaran.
Mungkin kemarin malam aku terlalu banyak minum soju sehingga berefek sekarang. Hyesun menggoyangkan tubuhku dengan kedua tanganya.
Ia sepertinya berbicara namun aku tidak bisa mendengar kata-katanya dengan baik. Mataku mulai buram.
Author POV.
Hyesun menggoyangkan tubuh Eunhyuk dengan kedua tangan, “Oppa,Gwenchanayo? Oppa,kau sakit?” tanya Hyesun yang mulai kebingungan dengan kondisi Eunhyuk.
Tidak mungkinkan Eunhyuk kehilangan kesadarannya dan ingin pingsan ?
“Ah,Hyesun-Ah. Mianhaeyo,aku tidak bisa membantumu berlatih drama. Kepalaku sedikit pusing.” Ucap Eunhyuk yang masih memegangi kepalanya lalu tiba-tiba pergi begitu saja.
Saat pergi Eunhyuk berjalan bergelombang seperti orang yang ingin pingsan.
“Ada apa dengan Eunhyuk Oppa? Dia sakit atau sedang mabuk?” cicit Hyesun. Ia menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan fikiran buruknya atas kejadian yang baru ia alami, Hyesun lalu kembali duduk dan menghafalkan skrip untuk menemukan perasaan Riahn yang sulit di mengerti bagi Hyesun.
***
“Apa yang aku lakukan? Aku hampir mencium Hyesun tadi.” Pekik Eunhyuk lalu duduk di sebuah kursi kosong. Mungkin itu milik salah satu kru.
“Eunhyuk-ssi,syuting akan di mulai.” Ucap salah satu kru pada Eunhyuk.
Eunhyuk mencoba menenangkan  dirinya sesaat lalu pergi ke lokasi syuting. Tempat dimana Hyesun hampir di cium oleh Eunhyuk.
Eunhyuk menghampiri Hyesun yang masih memegang kepalanya karena pusing tadi.
“Oppa,Gwenchana?” tanya Hyesun. Tentu saja Ia khawatir pada Eunhyuk,sehingga terus mengatakan itu.
“Ne,Gwenchana.”Jawab Eunhyuk seolah tidak terjadi apa-apa.
“Jika kau sakit katakan saja. Aku akan meminta Sutradara Jang agar bisa menunda syuting hari ini.” Saran Hyesun. Peduli dan khawatir,perasaan yang tepat di rasakan Hyesun.
“Tidak. Tidak perlu,aku tidak apa-apa.” Jawab Eunhyuk. Ia menenangkan dirinya dan mencoba untuk fokus syuting saat ini.
“Semuanya sudah siap?” Ujar sutradara Jang yang duduk di kursi sutradara, “Camera,Action!” Teriak Sutradara Jang
dengan lantang.
Syuting take pertama di mulai, “Oppa,aku dengar dengar Park Shinhye akan datang kesini?” Hyesun mulai melakonkan dirinya sebagi Lee Riahn.
“Ah,Jinjjayo? Kau tidak perlu khawatir,aku tidak akan kembali padanya.” Ucap Eunhyuk sebagai Dongwook.
“Siapa yang khawatir? Jika kau dan Shinhye kembali berpacaran juga tidak apa. Aku bisa berpacaran dengan Siwan.” Riahn menekuk wajahnya karena tidak suka.
“Tidak! Aku tidak mengizinkannya,kau tidak boleh berpacaran dengan siapapun selain aku.” Dongwook lalu berdiri mendekati Lee Riahn.
“Waeyo? Kau cemburu?” Tanya Riahn.
“Tidak,untuk apa aku cemburu?” Sudah benar-benar Dongwook cemburu namun masih saja di sembunyikannya.
“Lagi pula,Oppa juga tidak pernah membahas hubungan kita. Kita memang tidak ada ikatan seperti berpacaran,tapi Oppa selalu mendekati dan menganggapku seperti yeojachingumu saja.” Riahn mulai kesal dan memalingkan wajahnya.
“Lalu kau ingin apa?” Tanya Dongwook yang mulai mengalah.
“Aish! Sudahlah lupakan, aku pergi.” Riahn mulai pergi karena kesal,namun tiba-tiba Dongwook menahan tangan Riahn agar tidak pergi,sesuai dengan naskah. Riahn menghentikan langkahnya.
Tuhan tolong aku,semoga Eunhyuk bisa melakonkan sesuai naskah tidak seperti tadi. Tapi di naskag dia tetap akan menciumku,apa yang harus aku lakukan? Batin Hyesun.
“Kumohon jangan pergi.” Ucap Dongwook. Lega rasanya karena Eunhyuk bisa memerankan sesuai naskah.tapi ini belum selesai, Hyesun menjadi menegang saat Eunhyuk maksudku Dongwook mendekatinya.
“Oppa,aku hanya akan pergi sebentar.” Ucap Riahn yang melepaskan tangan Dongwook darinya dan langsung pergi.
Tapi tiba-tiba Eunhyuk,maksudku Dongwook menarik tangan Riahn sehingga tidak ada jarak di antara mereka. Chu~ Dongwook mencium Riahn.
Bulu kuduk Hyesun menjadi menegang. Meskipun ada adegan ini sudah di beritahukan dalam naskah sebelumnya, tapi itu tetap membuat Hyesun kaget. Tubuhnya merinding dan mulai melemas.
“Aneh sekali,kenapa Eunhyuk menutupi ciuman dengan tangannya? Jelas-jelas adegan itu tidak ada dalam naskah. Seharusnya saat mereka berciuman Eunhyuk memegang kedua tangan Hyesun agar membiarkan kamera menyorotnya.” Ucap sutradara, “Tapi tidak apa-apa,ini lebih baik dari naskah itu.hanya saja Hyesun belum menunjukan ekspresi terkejutnya karena ini Suddenkiss.”
“Cepat tunjukan ekspresi Riahn pada saat ini. Kau tidak maukan adegan ini di ulang sampai dua kali? Tenang saja,aku tidak mungkin mencium bibirmu. Jadi cepat tunjukan ekspressi Riahn jika tidak aku akan mencium bibirmu!” bisik Eunhyuk di telinga Hyesun. Tidak ada yang mengetahui hal ini,semua orang yang berada disana hanya tahu Eunhyuk mencium Hyesun.padahal jelas tidak.
Ah,Sial! Ternyata Eunhyuk hanya mencium pipi Hyesun dan membisikan ke telingannya. Sutradara dan kru tidak tahu ini karena di tutupi oleh kedua tangan Eunhyuk.
Hyesun tersadar dengan kata-kata Eunhyuk dan langsung menunjukan ekspresi terkejut Lee Riahn. Walaupun itu hanya sebuah ciuman palsu, tapi ini sukses membuat Hyesun kaget setengah mati. Tubunya melemas dan mulai merinding seperti di cium sungguhan saja. Padahal itu hanya sekedar permainan palsu Lee Hyukjae.
“Hyesun benar-benar bisa melakonkan ekpresi Riahn dengan baik. Apa yang di lakukan Eunhyuk padanya? Apa dia benar-benar melumat habis bibirnya? Eunhyuk saat ahli dalam hal ini,ekspresi ini benar-benar ekspressi Lee Riahn.” Komentar Sutradara Jang,Ia benar-benar terpukau dengan adegan keduanya.
Sebenarnya ekpresi terkejut tadi bukan ekspresi Riahn,melainkan Hyesun. Dia kira setelah kalimat itu sutradara langsung mengatakan ‘Cut’ tapi malah tidak. Hyesun benar-benar percaya dengan kaliamat Eunhyuk, jikalau adegan ini bisa di potong.
Itu yang membuat Hyesun terkejut dan mendapatkan ekspresi Riahn dengan baik.Eunhyuk melepaskan ciumannya dengan perlahan, ciuman palsunya maksudku.
“Mianhae.” Ucap Dongwook.
Cut!” Sutradara berdiri lalu bertepuk tangan, “Hyesun dan Eunhyuk sangat hebat! Ekspresi itu adalah yang aku inginkan saat Riahn di cium oleh Dongwook.”
“Gamsahamndia.” Hyesun tersenyum saat Sutradra memuji aktingnya.
“Aku yakin akan mendapat rating lebih tinggi dari episode sebelumnya!” Seru Sutradara Jang.
Hyesun dan Eunhyuk hanya bisa tersenyum puas karena berhasil memerankan adegan ini dengan baik.
***
Keesokan harinya.
Eunhyuk dan Hyesun baru menyelesaikan syuting untuk episode enam. Hari ini juga di tayangkan The Star episode empat. Mereka berdua sedang berbincang bersama.
Di sisi lain.
Heechul,Siwon dan Donghae sedang menonton The Star lewat televisinya. Mereka menikmati menonton televisi di sela-sela break latihan dance.
“Hyung,kemarin The Star mendapat rating yang lebih tinggi dengan sebelumnya,yaitu 23,1%.” Ujar Siwon di tengah-tengah menonton.
“MWO? 23,1 persen ? bagaimana bisa ada drama yang mendapatkan rating setinggi itu.” sontak Cinderella Man itu terkejut dan langsung menatap tajam Simba di sampingnya. Untuk sebuah drama menadapatkan rating penonton sebesar 23,1% sangatlah tinggi,ini yang membuat Heechul kaget mendengar itu.
“Huh?” Pekik donghae kaget. Wajahnya langsung cemberut ketika melihat suatu adegan dalam layar sebesar 40 inchi tersebut.
“Waeyo?” tanya Heechul yang langsung menatap Donghae.
“Adegan ciuman Hyesun dengan Eunhyuk.” Jawab Donghae yang begitu enteng.
Heechul langsung mengarah pada layar televisinya. Ciuman palsu itu berlangsung sekitar satu menit. Semua orang yang menonton itu terkejut melihat adegan ciuman yang sangat hangat.
“IGE MWOYA?” Pekik Heechul berteriak.
“Itu adalah ciuman pertama Eunhyuk,Hyung.” Seru Donghae. Entah sedih karena melihat orang yang di cintainya berciuman orang lain atau sedih karena orang yang telah merebut Firstkiss Eunhyuk itu adalah Hyesun.
“Ciuman itu berlangsung satu menit lebih.” Prediksi Siwon mencoba menebak berapa lamanya ciuman palsu Eunhyuk dan Hyesun.
Heechul langsung pergi dari tempatnya dan mengambil telefon genggamnya. Ia menekan tombol hijau untuk menelfon Hyesun.
***
“Hyesun,kau ingin menemaniku besok?” Tanya Eunhyuk di lokasi syuting.
“Memangnya Oppa ingin kemana?” Tanya Hyesun kepada sosok orang di depannya,yaitu Lee Hyukjae.
Ddddrrrtttt… Ddddrrrtttt…
“Oppa, Mianhae. Sepertinya aku memiliki sebuah panggilan.” Hyesun meminta maaf karena pembicaraannya terganggu akibat seseorang yang menelfon Hyesun.
“Siapa?” Tanya Eunhyuk penasaran. Hyesun menunjukan layar telefonya yang menunjukan nomor seseorang nampa nama yang menelfon Hyesun.
“Aku tidak mengenalnya,sepertinya dia baru menghubungiku.” Jawab Hyesun.
“Kalau begitu matikan saja,jangan di angkat.” Saran Eunhyuk. Mungkin itu seorang penggemar yang mengetahui nomor Hyesun dan menelfonnya.
“Tidak. Aku takut ini penting.”
“Kalau begitu angkatlah.”
“Ne,Tunggu sebentar ya.”Hyesun pergi beberapa langkah menjauhi Eunhyuk.Ia mengangkat telefonnya, ketika terdengar suara seseorang yang berteriak padanya. Seketika saja gadis itu refleks menjauhkan telefon genggamnya dari tellinganya.
“YAA! HYESUN-AH! BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN ITU? YA! AKU PERINGATKAN KAU UNTUK TIDAK MENDEKATINYANYA! DIA BUKAN NAMJA YANG BAIK! BAGAIMANA BISA KAU MEREBUT CIUMAN PERTAMA EUNHYUK. DIA…..” Tut tut—
Hyesun mentup lebih dahalu telefonnya tanpa mengucap sepatah katapun. Dia tahu orang yang menelfonnya itu adalah Heechul,Mantan Idolanya.
“Nuguseyo?” Tanya Eunhyuk penasaran. Terlihat sekali Hyesun tidak menyukai orang yang menelfon ketika Eunhyuk coba melihat setiap lekuk wajah Hyesun menunjukan tampang tidak suka.
“Heechul Oppa.” Jawab Hyesun menunjukan raut wajah ketidaksukaannya.
“Heechul hyung? Dari mana ia tahun nomor telefonmu?”
“Molla.”
Dddrrrttt… Dddrrrttt…
Eunhyuk melihat lagi nomor telefon yang sama tertera pada layar telefon Hyesun. Ya,siapa lagi kalau itu bukan Heechul,Hyungnya.
“Heechul Hyung menelfonmu lagi?” Tanya Eunhyuk untuk lebih memastikan kalau ia tak salah orang.
“Hmm.” Hyesun hanya menganggukan kepalanya.
“Sini,biar aku yang berbicara padanya.” Ucap Eunhyuk yang langsung mengambil telefon genggam dari tangan Hyesun dan langsung menekan tombol hijau pada layar tersebut, “Yeoboseyo?” sapa Eunhyuk.
YAA! HYESUN-AH! AKU BELUM SELESAI BICARA PADAMU.” Teriak Heechul. Mungkin Heechul mengira orang yang mengangkat telefonnya itu adalah Hyesun,Namun dia salah! Orang itu adalah Lee Hyukjae dongsaengnya semasa menjadi anggota Super Junior.
“Hyung. Ini aku,Eunhyuk. Berhentilah menghubungi Hyesun mulai sekarang,aku sedang melakukan kencan buta dengannya. Jadi mohon jangan menggangguku.” Ucap Eunhyuk.
“YA! Eunhyuk! Apa yang kau katakan,kencan buta? Dimana sekarang kau berada?”
“Aku tidak ingin memberitahu Hyung. Pasti Hyung akan kesini dan menggangguku jika aku memberitahu.”
“YAA!!! Eunhyuk..” Tuttt— Eunhyuk segera mematikan telefon Hyesun,padahal Hyungnya belum selesai berbicara padanya.
“Ini. Copot saja baterainya agar Hyungku tidak menelfonmu lagi.” Ucap Eunhyuk memberikan telefon pada Hyesun.
“Ne,Gumawo.” Hyesun berterima kasih setelah menerima telefon genggamnya,“Tapi kenapa kau mengatakan kencan buta?” tanya Hyesun sembari melepaskan baterai pada telefonnya dan memasukan kedalam tas selempang yang di kenakan Hyesun.
“Tidak apa. Agar membuat Hyung cemburu padaku, kau ingin kencan buta denganku?”
“Apa yang kau bicarakan!” Pekik Hyesun yang mulai kesal.
“Aku serius,bagaimana setelah akhir episode The Star?” Tanya Eunhyuk yang memasang wajah serius.
“Hmmm,jika kau berhasil membuat rating menjadi 25 persen lebih. Kita akan ke Namsan.” Jawab Hyesun.
“Kau berjanji?” Eunhyuk memastikan lagi apa yang di katakan Hyesun. Jarang sekali orang seperti Hyesun mau mengajak Eunhyuk untuk pergi ke Namsan melakukan kencan buta.
“Ne.” Hyesun tersenyum.
“Ah,hanya 25% dengan popularitasku aku bahkan bisa membuat rating menjadi 100% jika kau mau menikah denganku.”
“YA! Bagaimana cara kau membuatnya? Menghentikan acara televisi lain dan menyuruh rakyat korea menontonmu?”
“Tentu saja.” Eunhyuk menganggukan kepalanya.
“Sudahlah lupakan. 25% saja sudah cukup untukku.”
“Kau ingin pulang? Mauku antar?” Tawar Eunhyuk menawarkan tumpangan,meski sudah di tolak untuk kesekian kalinya. Eunhyuk tetap berusaha baik pada Hyesun dengan menawarkan tumpangan untuknya.
“Tidak usah,Oppa. Terima kasih.” Hyesun lalu pergi meninggalkan Eunhyuk.
“Ya sudah,hati-hati di jalan.” Eunhyuk melambaikan tangannya dari tempat ia berdiri.
“Ne.” Hyesun kemudian masuk ke dalam taksi dan mobil yang membawa Hyesun pergi,menghilang dari hadapan Eunhyuk.
***
Beberapa minggu kemudian.
“Hyesun. Ini adalah episode terakhir,kau ingat. Disini kau harus meluapkan kesedihanmu.” Lagi-lagi Sutradara Jang mengingatkan pada Hyesun. Ini adalah episode terakhir,semua orang bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik.
“Ne,Arraseo.” Hyesun menganggukan kepalanya karena mengerti dengan ucapan Sutradara Jang.
“Eunhyuk,lakukan yang terbaik! Ini adalah scene terakhir. Kita harus membuat rating menjadi tinggi.” Ucap Sutradara Jang kepada Eunhyuk yang berdiri di samping Hyesun.
“Ne,Sutradara Jang.”
“Jung Jinyoung,semuanya sudah siap?” Sutradara Jang lalu berjalan mengarah pada kursi di dekatnya sembari memastikan persiapan untuk syuting scene terakhir pada Jung Jinyoung selaku ketua kru disana.
“Ye,Sutradara Jang.”
“Oke. Camera rooling,Action!” Ucap Sutradara Jang. Ini berarti seruan kalau syuting sedang dimulai.
Hyesun ke posisinya. Ia mulai menangis di tengah tengah dinginnya angin laut di bahu-bahu pantai. Dalam hal ini Riahn mengalami masa-masa yang sulit tentang kisah percintaannya dengan Dongwook.keduanya terlibat masalah di episode lalu. Terlebih lagi Ibu Riahn meninggal karena kecelakaan di episode 11,ini membuat kesedihan yang mendalam bagi Riahn.
“Lee Riahn,Mianhae.” Dongwook menatap Riahn yang sudah mulai menangis,ia memegang kedua tangan Riahn yang mulai kedinginan di tengah derpaan angin laut.
“Oppa,jangan pergi seperti ini.” Riahn melepaskan tangan Dongwook dan menyibak air matanya dengan kedua tangannya.
“Mianhae. Setelah aku kembali dari Jepang,aku akan pastikan akan menemuimu.” Dongwook mulai menunjukan wajahnya yang sedih, “Lalu kau juga pergi saat aku ingin menemuimu,kau juga pergi di saat aku membutuhkanmu.” Dongwook memeluk erat Riahn.
“Aku minta maaf, aku harus pergi sekarang.” Riahn melepaskan pelukan Dongwook dan berlari dari tempat itu. ia langsung berhenti ketika Dongwook mengejarnya.
“Lee Riahn.” Dongwook memeluk Riahn dari belakang tangannya membentuk lingkaran pada tubuh Riahn agar gadis di depannya tidak pergi darinya. Dongwook dan Riahn mulai menangis saat adegan ini sesuai dengan naskahnya.
Beberapa tahun kemudian. Di bandara Incheon,Dongwook kembali dari Jepang menggunakan topi dengan sebuah koper hitam di tangannya,Ia melihat sosok yang kemungkinan adalah kekasih yang telah menunggunya selama bertahun-tahun.
“Lee Riahn.” Dongwook memeluk Riahn dari belakang, Riahn menangis karena terharu. Penantiannya selama bertahun tahun tergantikan dengan pelukan hangat Dongwook,semua orang yang berada di bandara itu melihat mereka sehingga menjadi pusat perhatian. Dongwook tidak peduli dan makin memeluk Riahn semakin erat.
“Cut!” Itu berarti syuting telah usai.Sutradara Jang memberi tepuk tangan yang sangat keras di ikuti para kru. Sutradara Jang merasa puas dengan akting mereka di setiap episodenya,termasuk di episode final ini.
“Hyesun-Ah,kita berhasil menyelesaikan ini.” Eunhyuk senang karena kerja kerasnya selama ini,akhirnya ia bisa menyelesaikan dengan baik.
“Ne.” Hyesun menganggukan kepalanya dengan kedua mata yang berbinar,padahal syuting sudah selesai.tapi kenapa ia masih menangis?
“Kau menangis?” Tanya Eunhyuk yang melihat butiran-butiran air mata jatuh ke pipi Hyesun.
“Aku mengira drama ini adalah Sad Ending.Dongwook meninggalkan Riahn.” Jawab Hyesun. Aneh sekali,dia benar-benar masuk kedalam peran ini sampai membuatnya menangis terisak.
“YA! Tapi pada akhirnya Dongwook kembali pada Riahn.”
“Tapi,Riahn telah lama menunggu Dongwook.”
“Aish! Kau ini begitu cengeng.” Eunhyuk memeluk Hyesun yang belum berhenti menangis, “Kau tidak lupa dengan janji kitakan?”
“MWO? Kau masih mengingatnya?” Tanya Hyesun yang kaget. Ia kira Eunhyuk sudah melupakannya,ternyata tidak sama sekali. Hyesun menghapus air matanya lagi.
“Tentu saja.” Jawab Eunhyuk yang kemudian melepas pelukannya perlahan.
“Ne. kita tunggu saja bagaimana ratingnya nanti.” Hyesun tersenyum.
***
Kembali lagi pada Heechul,Siwon dan Donghae yang sedang menonton Episode terakhir The Star di depan televisinya.
The End.
Tulisan yang tertulis pada layar televisi itu.
Siwon menangis seperti gadis kecil yang di tinggal seorang Ibunya,Donghae sempat menitihkan air mata karena melihat kisah itu yang sangat menyedihkan dan terlihat wajah Heechul yang sudah berbinang air mata,sepertinya ia ingin menangis namun tidak ingin di lihat orang lain.
“Drama ini sangat bagus.” Ucap Siwon yang kemudian mengambil beberapa helai tissue.
“Hyesun menangis dengan sangat terisak,dia memerankan dengan sangat baik.” Donghae memberi komentar pada drama itu.
“Tidak! Drama ini biasa saja,tidak ada yang bagus.” Sahut Heechul.
“Hyung,matamu terlihat seperti ingin menangis.” Siwon melihat mata Hyungnya itu yang sudah berbinar-binar.
“Benarkah? Aku hanya kelilipan saja.” Umpat Heechul. Sedah jelas-jelas ketahuan,masih saja mencoba berbohong.
“Dia berbohong,Siwon.” Sahut Donghae.
“YAA!” Hechul berteriak pada Donghae. Sangat kesal pastinya Ia saat ini.
“Hyung,kau melupakan kencanmu dengan S—“ Ujar Siwon terpotong karena sudah di sambung Heechul lebih dahulu.
“Jangan di ucapkan! Aku tahu,aku akan pergi kencan sampai jam 10 malam.” Sambung Heechul yang langsung mengambil jaket,kunci mobil dan telefon genggamnya.
***
Ddddrrrttt… Ddddrrrttt…
From : Sutradara Jang
To : Eunhyuk
Kau berhasil! Berakhir dengan rating 27,8% kalian menjadi topik hangat di twitter. Aku bangga dengan kau dan Hyesun.
Eunhyuk membaca pesan itu dan mengirimkan pesan pada Hyesun untuk mengajaknya kencan buta sesuai dengan janji mereka.
Eunhyuk dan Hyesun bertemu di suatu tempat.
“Betul dugaanku.” Ucap Eunhyuk setelah meilhat penampilan Hyesun di depannya.
“Ada apa? Aku baru sampai.” Hyesun merasa aneh. Sepertinya tidak ada yang salah dengan penampilannya saat ini. Tapi kenapa Eunhyuk menatapnya begitu aneh?
“Hyesun,cepat pakai ini.” Ucap Eunhyuk memberikan sebuah scraf dan topi untuk Hyesun.
“Waeyo?” Tanya Hyesun sembali menggunakan scraf dan topi yang baru di berikan Eunhyuk tadi.
“Kau sekarang seorang Idola,bukan seorang fan lagi. Berakhir dengan rating 27,8% semua orang pasti sudah mengenal siapa kau. Jikapun tidak,kau berkencan dengan seorang Lee Hyukjae. Jadi kau harus menyembuyikan siapa dirimu.” Ucap Eunhyuk seraya membenarkan topi yang di kenakan Hyesun.
“Begitukah?” Tanya Hyesun tak percaya.
“Hmm.” Eunhyuk menganggukan kepalanya dan kemudian membetulkan scraft yang bergelantung di leher Hyesun. Ia membuatnya menjadi menutup mulut dan hidung Hyesun.
“Oppa,boleh aku meminta sebuah permintaan.”
“Tentu saja,katakan. Apa yang kau inginkan dariku? Kau ingin menikah denganku? Aku akan mengizinkan.”
“Kau ini bicara apa Lee Hyukjae!”
“Aku hanya bercanda.katakan,apa yang kau mau?” Tanya Eunhyuk.
“Aku ingin kencan pertama denganmu berlangsung dengan lancar tanpa ada sedikitpun hambatan,aku ingin bersenang-senang denganmu hari ini. Aku ingin hari ini menjadi hari yang spesial.” Ucap Hyesun. Ya ampun,apa yang baru di katakan Hyesun? Tidak mungkinkan kalau dia mulai menaruh perasaan pada Eunhyuk.
“A-apa aku tidak salah dengar?”  Tanya Eunhyuk seolah-olah tak percaya dengan yang dikatakan Hyesun, “kau baru mengatakan…”
Chu~
Hyesun mencium pipi Eunhyuk.
“Aku ingin hari ini menjadi hari yang spesial karena episode terakhir mendapat rating yang tinggi.” Ucap Hyesun yang langsung berlari pergi dari sisi Eunhyuk,Ia takut Eunhyuk melakukan hal yang lebih padanya. Ciuman itu adalah sebagai tanda terimakasih untuk Eunhyuk,karenanya Hyesun sekarang bisa seperti ini.
“Kau baru saja….” Eunhyuk masih tak percaya ‘Kau baru saja menciumku’ Batin Eunhyuk. Hyesun semakin berlari dengan kencang darinya.
 “YAA! Hyesun-Ah.”
***
Hyesun dan Eunhyuk berjalan berdampingan. Mereka berdua sekarang sudah di depan Namsan towe,memandangi indahnya jika mereka berdua di atas sana menikmati Cable Car.
“Hyesun-Ah.” Panggil Eunhyuk.
“Nde?”
“Kau ingin menaiki Cable car?”
“Boleh,jika kau ingin.”
Eunhyuk POV.
Aku dan Hyesun menaiki tangga untuk sampai ke atas. Kami berjalan berdambingan untuk sampai ke puncak tertinggi di Seoul itu. Setelah sampai di atas,kami berdua menaiki Cable car.aku berencana ingin mengajaknya ke Lovelock setelah ini.
Kami menaiki salah satu Cable car.sampai di dalam Cable car,kami berdua menuntup mulut kami tak berbicara sedikitpun. Suasana menjadi canggung. Ah,aku benci suasana seperti ini.
Aku ingin menyatakan perasaanku dengan kau Hyesun saat ini. Aku tidak bisa menunggu lagi,tapi aku berencana akan melakukan itu saat kita menuliskan harapan di Lovelock.
“Hyesun-Ah.” Panggilku, “Lihat kesini.” Hyesun membalikan kepalanya.
Author POV.
Ckrrikkk…
sebuah foto keluar dari palaroid milik Eunhyuk.
“YAA! Oppa,kenapa kau memfotoku dengan tiba-tiba?” Pekik Hyesun. Seseorang memotretnya tanpa izin dahulu atau sekedar memberi aba-aba,pasti sangat kesal rasanya.
“Mianhae.” Eunhyuk merubah posisinya. Menjadi duduk di sebelah Hyesun, “Ayoo kita berselca.”
Hyesun dan Eunhyuk tersenyum.
“Tunggu,sekali lagi.” Kali ini Eunhyuk mengeluarkan telefon genggamnya. Namun,Hyesun dan Eunhyuk tetap tersenyum.
“Oppa, kenapa kau menggunakan Palaroid menggunakan Handphone mu lagi?” Tanya Hyesun.
“Oh, Ini.” Eunhyuk lalu mengirim foto tersebut kepada Donghae, “Aku ingin mengirimnya pada Donghae. Agar ia cemburu.”
“YAA!” Ingin sekali Hyesun memekul Eunhyuk. Tapi setelah pintu Cable car terbuka,Eunhyuk menarik lengan tangan Hyesun untuk mengikutinya.
“Kita ke Lovelock sekarang ya?”
“YAAA!”Teriak Hyesun yang semakin kesal. Mereka berdua berjalan berdampingan lagi,kali ini dengan berpegangan tangan. Cukup banyak pasangan kekasih yang sedang makan malam bersama di dekat sini,ada juga yang sedang menuliskan nama atau harapannya pada gembok yang mereka pegang.
 “Hyesun. Aku membawa kartu harapan,spidol dan sebuah gembok. Kau mau menulis harapanmu?” Tanya Eunhyuk yang salah satu tangannya memegangi kartu harapan,spidol dan gembok itu. Eunhyuk menatapi peralatan itu semua.
“……………………………” Hyesun menghentikan langkahnya di ikuti Eunhyuk. Ia hanya diam tak berbicara sedikitpun.
“Hyesun-Ah. ada apa? Kenapa kau tidak—“ Eunhyuk kemudian menatap Hyesun. Ia berhenti berbicara karena Hyesun memotong pembicaraannya lebih dahulu. Eunhyuk melihat mata Hyesun menjadi berbinar-binar,Mata Hyesun hanya terfokus pada orang di depannya.
 “Kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?” tes-tes-tes. Perlahan air mata Hyesun jatuh sebutir demi sebutir. Hyesun masih diam dan membeku di tempat. Ia bingung ingin maju atau mundur dalam melangkah.

Eunhyuk menyerap baik-baik kalimat yang di ucapkan Hyesun. Kemudian Eunhyuk menatap pada apa yang Hyesun fokuskan sejak tadi, “Bukankah dia…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar