Senin, 30 Desember 2013

FANFICTION KOREAN FF MY FAN,MY ENEMY,MY WIFE -PART 2 [HEECHUL AND EUNHYUK SERIES]


Title : My Fan,My Enemy,My Wife
Genre :  Romance,Friendship,Hurt (Happy Ending)
Length : (?)Part- End. *Belum di tentukan,tergantung Rating para Reader nanti.
Rating : 14+
Cast :
·        Lee Hye Sun
·        Kim Hee Chul
·        Lee Eun Hyuk
·        Lee Dong Hyuk
·        Super Junior Other Member.  ( You can find it! )
Writer : HTS a.k.a Dwiarti Rahma Utami
Note !!!

Please don’t share my FF Without my permission

PART 2

*Flashback-Hyesun Pov.
“Loh,bukankah itu Heechul Oppa?” tanyaku dalam hati, “Oppa,Heechul oppa!” aku memanggil namanya sambil berteriak lalu berlari ke arah Namja yang aku fikir itu adalah Kim Heechul.
Heechul Oppa lalu berbalik ke arahku, “Nuguya?” tanyanya begitu angkuh padaku.
“Oppa,perkenalkan aku Lee Hyesun. Aku adalah fansmu! Berita kau dan Wanita ‘S’ itu semua bohong bukan?” tanyaku pada Heechul Oppa. Aku hanya berharap jawaban dari bibirnya itu mengatakan ‘Tidak’. Ya, ini pertama kalinya aku bertemu dengan Kim Heechul secara langsung dan sedekat ini,kecuali dalam Super show.
 “Kau bisa melihat apa yang aku bicarakan tadi di Internet! Jika kau fansku seharusnya kau tidak bertanya hal seperti itu.” jawabnya begitu kasar padaku. Pada saat itu tiba-tiba aku ingin sekali menangis namun,kufikir dia adalah Kim Heechul tapi tiba-tiba,
“Huh?Heechul-ssi..” Seorang wartawan pria juga ikut keluar dari ruangan tersebut, “Apa dia wanita ‘S’ yang kau maksud? Apa dia Yeojachingumu?” tanya wartawan itu menatap padaku.
“Yeojachingu? Kau lihat saja bentuk tubuhnya? Dia sungguh berbeda dengan wanita ‘S’. Wanitaku sangat cantik,sementara dia…sungguh bukan tipeku!” jawabnya sangat kasar. Aku benar-benar di campakan setelah Heechul berkata hal itu padaku,kenapa ia tiba-tiba ia berlaku seperti itu pada fannya? (Hyesun mulai nangis sambil menceritakan hal ini pada Eunhyuk)
“Oppa..” aku mulai memanggilnya setelah Heechul berkata hal yang seharusnya tidak ia katakan padaku.
“Lalu siapa dia,Heechul-ssi?” Tiba-tiba Wartawan itu bertanya lagi.
“Aku tidak mengenal sama sekali dirinya!” Heechul tiba-tiba menjawab dengan kasar seperti itu. Kenapa ia memperlakukanku seperti ini? Dia memperlakukanku seperti seorang musuh.
Blushh..
Entah apa yang aku di fikiran saat itu. Mungkin aku sakit hati mendengar Heechul orang yang selama ini aku dambakan menjelek-jelekanku di depan seorang wartawan.
Tiba-tiba saja aku menumpahkan salah satu Kopi hangat yang aku pegang ke arahnya.
“Oppa.. aku ini fan mu.” Ucapku setelah menumpahkan kopi ke arahnya. Aku tahu saat itu Heechul mungkin geram karena aku bertindak seperti itu.tapi Heechul oppa juga melakukan itu padaku. Ia menyakiti perasaanku. Aku mulai menitihkan air mata saat itu juga.
“Fan? Jika kau benar fan ku,kau tidak akan melakukan hal ini padaku!” ia mulai mengucap kalimat-kalimat tajamnya padaku sambil mengusap wajahnya dengan saputangan.
“Astaga! Heechul-ssi,wajah dan bajumu jadi basah karena gadis ini! Lebih baik kau bersihkan dulu dan meninggalkan gadis ini.” Ucap Wartawan di samping Heechul menatapku begitu aneh.
“Penjaga! Tolong bawa gadis itu keluar dari tempat ini!”  Seru Heechul pada kedua penjaga di dekat ruang Pres Conference.
Kedua penjaga itu mulai mencengkram keras kedua tanganku,“YA! Apa yang kau lakukan!” teriakku, “DENGAR KIM HEE CHUL! AKU AKAN BERHENTI MENJADI PENGGEMARMU! AKU AKAN BALAS DENDAM PADAMU SUATU HARI NANTI,DAN AKU AKAN MEMASTIKAN KAU AKAN MEMINTAKU  UNTUK KEMBALI.” Teriakku meninggikan suara.
“Balas dendam? Kau bisa apa? Kau ingin membunuhku? Banyak penjaga yang berada di sekelilingku.”
“Aku kira kau orang baik! Ternyata aku salah! Kau lebih buruk dari seorang penjahat!” aku mengucapkan kalimat itu. Aku sadar bahwa apa yang aku lakukan itu salah tapi aku sangat kesal saat itu.
“Benarkah? Aku seorang penjahat kenapa aku memiliki banyak pengikut? Kau tidak cantik,tinggi,kurus. Tidak memiliki kemampuan ataupun sekedar seksi dalam berbusana. Bagaimana bisa kau balas dendam di hadapanku?” Tantang Heechul padaku seolah-olah menganggap aku bukan siapa-siapanya.
“Heechul! Aku membencimu!” aku terus meneriakan itu. namun dengan santainya Heechul Oppa berjalan pergi dengan wartawan itu dengan menggunakan Headphonenya di kepalanya.
*Flashback off. –Author Pov.
“Aku tahu aku sudah salah menumpahkan air ke wajah orang lain terutama Kim Heechul,namun saat itu aku benar-benar tidak sadar kenapa aku melakukan hal itu.apa karena aku memanggilnya atau apa? Tiba-tiba Heechul oppa menggunakan kalimat tajamnya padaku.Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Lanjut Hyesun setelah menceritakan kejadian mengerikan itu pada Eunhyuk sambil meneteskan air mata sejak tadi.
“Ini sungguh rumit Hyesun-Ah. Apa benar dia Heechul Hyung? Tapi rasanya ia tidak pernah sekejam itu pada penggemarnya. Apa yang kau lakukan memang salah! Bukan karena orang yang kau tumpahkan itu Kim Heechul atau bukan? Tapi memang tidak baik jika melakukan hal itu baik dia Kim Heechul atau bukan. Tapi,aku juga tidak tahu penyebab Heechul melakukan itu padamu..
Heechul hyung juga salah memperlakukanmu seperti itu. Aku sudah lost contact dengan setiap anggota Super Junior sejak minggu lalu. Jadi sulit untuk berkomunikasi pada Heechul hyung tentang masalah ini,Aku juga memiliki banyak masalah bukan hanya kau Hyesun. Lalu sekarang… kau membencinya atau tetap mencintainya?” Tanya Eunhyuk dengan memberi penjelasan dengan panjang dan lebar.
“Untuk apa aku mencintai orang sepertinya? Sekarang aku sedang memikirkan cara bagaimana membalas dendam dengan Namja brengsek itu!”
“Balas dendam? Niatmu itu sungguh tidak baik. Kau tau Skipbeat?”
“Drama Skipbeat maksudmu? Siwon Oppa dan Donghae Oppa? Bagaimana aku bisa tidak tahu.” Ups,Ucap Hyesun tak sadar bahwa ia menunjukan sisi ELFnya. Hyesun langsung menutup mulutnya.
“Hmm.. kau perlu menjadi Gong Xi. Kau harus bisa bernyanyi,menari atau bakat lainnya. Agar saat kau masuk dunia hiburan,Heechul hyung akan takluk padamu. Balas dendam memang salah,namun bersaing dalam kesuksesan itu perlu.”
“Kau benar,Oppa. Aku akan terus mengingatnya. Kau mau ini?” tanya Hyesun menawarkan segelas kopi Americanonya yang sudah tidak hangat lagi.
“Hmmm,boleh. Gumawo.”
“Hmmm,Oppa sekarang sudah jam berapa? Aku tidak membawa ponselku.”
“Sudah jam 14.15,kenapa?” tanya Eunhyuk penasaran.
“Aku terlambat lagi karena Namja bodoh itu! sekarang adalah hari dimana lima tahun kedua orang tuaku meninggal,aku dan temanku sudah berjanji akan kesana pukul 13.00 namun,dia tak suka menunggu.mungkin dia sudah pulang ke rumahnya.”
“OMO! Lalu kenapa kau tidak pergi kesana? Kau mauku antar?” tanya Eunhyuk menawari nya tumpangan.
“Tidak perlu.aku bisa kesana saat hari libur nanti.” Tolak Hyesun dengan lembut.
“Kau tinggal dimana? Ohyaa,Americanomu sudah mulai dingin.”
“Jeosonghaeyo. Itu sudah empat jam lebih aku memegangnya,aku tinggal dengan sahabatku yang juga yatimpiatu. Orang tuanya dan Orangtuaku terlibat kecelakaan yang sama.”
“Mianhae,aku tidak tahu hal itu.” ucap Eunhyuk menyesal. Jika tahu begini,ia tak jadi menanyakan pertanyaan tadi.
“Gwenchana,Oppa. Kenapa kau keluar dari Super Junior? Bukankah itu masalahmu? Ceritalah…agar kesedihanmu berkurang setengahnya.”
“Hmm,Bukankah kau dulunya ELF? Seharusnya kau sudah membaca beritanya di internet.”
“Tapi apa yang di katakan di Internet dan apa yang Eunhyuk langsung pasti berbeda.”
“Aku terlibat masalah dengan agensiku dan juga terlibat masalah dengan para Anggota lainnya sehingga lebih baik aku keluar dari Super Junior.”
“Aku tidak ingin bertanya apa masalah itu,karena itu pasti privasimu. Tapi itu sama saja seperti kau keluar dari masalah,Oppa. Disaat kau dan orang lain terlibat dalam perang kau justru melarikan diri saat bertempur,itu adalah hal yang di lakukan seorang pengecut,Maaf aku berkata seperti ini.”
“Tidak apa. Aku tahu…aku memang seorang pengecut. Apa kau memiliki nomor yang bisa di hubungi? SMS lah aku saat kau sampai di rumah,ini nomorku. Bukankah kita sekarang teman? Jika aku perlu bantuan aku akan menghubungimu dan begitu juga sebaliknya. Aku pergi…” ucap Eunhyuk yang memberi selembar kertas kecil berisikan nomor telefon miliknya. Setelah memberikan itu ia lalu pergi meninggalkan Hyesun.
Hyesun sempat kaget dengan kejadian barusan tadi. Ia juga ikut pergi untuk pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.
--o0o--
Hyesun masuk ke dalam rumahnya dengan menunjukan wajah yang sedikit pucat. Kedua matanya juga sudah memiliki kantung mata seperti orang sakit,bibirnya juga sudah pucat.
“Wae? Terlambat lagi? Apa karena Kim Heechul kau melupakanku?” tanya Donghyuk yang melihat Hyesun berjalan masuk ke kamarnya. Iapun ikut mengikutinya dan berhenti lalu bersender di dekat pintu kamar Hyesun.
“Aku sedang malas membahas Namja itu,Oppa.” Jawabnya yang langsung mencari kardus besar di dalam kamarnya. Tak biasa memang Hyesun malas membahas ‘Kim Heechul’ biasanya dia sungguh bersemangat jika membahasnya.
“Wae? Kau tahu aku orang yang bosan menunggu? Aku kira kau terkena masalah dalam perjalanan sehingga aku menunggu satu jam lebih di pemakaman. Kau tidak datang,apa karena Kim Heechul lagi? Kau sudah terlalu fanatik padanya dan sebaiknya kau harus mencoba melupakannya. Sadarlah kehidupanmu dan dia berbeda,Hyesun-Ah.” ucap Donghyuk menasehati.
Hyesun mulai kesal dengan kalimat yang di ucapkannya tadi. ‘Sadarlah kehidupanmu dan dia berbeda’. Mendengar kalimat tersebut masuk ke dalam telinganya,Ia langsung meletakan kardus besar itu dengan kencang sehingga menimbulkan bunyi.
“Kau benar! Aku akan mencoba melupakannya,kau puas?Pergilah,aku ingin sendiri.” Ucap Hyesun meninggikan suaranya.
Donghyuk sempat terdiam sebentar mendengar itu. Apa yang di lakukan Hyesun? Tiba-tiba saja satu per satu poster yang tertempel di dinding kamarnya ia copot lalu menyobeknya.
Ah,sepertinya Hyesun sedang kesal sekarang.Batin Donghyuk. Ia juga tak ingin mengganggunya saat ini. Ia menutup pintu kamar Hyesun rapat-rapat dan pergi masuk ke kamar yang berada tepat di samping kamarnya. Terdengar sekali Hyesun sedang menangis saat ini,entah apa masalahnya dengan Mantan Idolanya itu.
Air mata Hyesun sudah jatuh tak karuan. Rambutnya sudah berantakan,Rasa sedih serta kesal menempel pada setiap darahnya saat ini.
Ia mencopot satu persatu poster yang berada di dalam kamarnya. Ia sempat memandangi wajah yang ada di poster itu sebelum ia sempat menyobeknya dan membuangnya di sembarang tempat.
Hyesun berjalan ke arah meja belajarnya. Ia menyeret kardus besar bekas televisi, ia terus mengambil bingkai foto disana danmembanting bingkai foto yang ada di hadapannya sampai membuat kacanya pecah. Ia memasukan itu semua dengan kasar masuk ke dalam kardus.
Album Mr. Simple,Sorry-sorry,Sexy free and single,Hero,Blueworld yang pernah ia beli dengan kerja kerasnya dengan sia-sia ia membantingnya lalu memasukan ke dalam kardus tersebut seperti bingkai fotonya tadi.
Kesal. Perasaan itu yang menjadi penyebab ia melakukan itu semua. Boneka serta bantal yang ada di atas kasurnya bergambar Kim Heechul,ia sudah tak menginginkan itu semua. Ia kembali membuang itu semua dan memasukannya ke dalam kardus itu.
Blinder,Gantungan kunci,Baju,Kaos,T-shirt,Sepatu,Pin,Tas kanvas,Buku harian,Pulpen segala yang Hyesun punya bergambar atau bertuliskan mantan Idolanya tersebut ia masukan ke dalam kardus itu. perasaan Hyesun saat ini menjadi tidak karuan seperti ini.
Dan yang terakhir. Ia menemukan Gulungan poster berukuran satu meter bergambar Kim Heechul yang sangat ‘Limited Edition’ itu,tentu itu adalah barang paling mahal bergambar Kim Heechul yang ia punya. Ia baru membelinya kemarin.Ia sempat memandanginya sambil menitihkan air mata bahkan ia memiliki niat untuk menyobeknya seperti poster yang lain. Tapi,sungguh sayang ia jika harus menyobeknya. Karena ia mengumpulkan uang dengan susahpayah jika sudah menjadi kertas sobekan tidak berguna lagi. Ia lalu menggulung kembali poster tersebut dan memasukannya ke dalam kardus itu.
Hyesun  mengambil solatip dan gunting untuk menutup karus itu agar tidak bisa di buka lagi. Tenaganya terkuras habis saat ini. Ia membaringkan tubuhnya di kasurnya lalu mengambil telefon genggam di sebush meja kecil di dekatnya.
Ia sempat kesal karena melihat wajah Mantan Idolanya di layar telefonnya. Lantas ia langsung mengganti wallpapernya menjadi ‘Default’. Ia merogoh kantung jaket nya tadi dan menemukan secarik kertas berisikan nomor yang di berikan Eunhyuk tadi.
Hyesun langsung memasukan nomor tersebut untuk orang yang ia ingin kirimi pesan di layar telefonnya.
--------------------
From : Kim Hyesun [+82853………..]
To : Lee Hyukjae [+82856………..]
Oppa,Ingat aku? Ini aku Kim Hyesun,kau sedang apa?
--------------------
Dddrrrtttt…Dddrrrrtttt…
Ponselnya bergetar menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk yang belum ia baca.
--------------------
From : Lee Hyukjae
To : Kim Hyesun
Tentu saja aku aku masih mengingatmu. Kau gadis yang menangis itukan? Aku sedang di sebuah cafee. Kau sudah sampai rumah? Biar kutebak,kau pasti sedang tidur membaca balasan pesan dari Eunhyukkan? Kau pasti sungguh lelah setelah merusakan,membanting apapun di kamarmu bergambar Heechul Hyung kan?
--------------------
“Ya,memang benar. Tebakanmu kali ini benar Lee Hyukjae!” Batin Hyesun. Iapun membalas lagi,“Kau benar,aku sangat lelah hari ini.Tapi bagaimana kau tahu?” Tulisnya dalam pesan singkat tersebut.
Dddrrrtttt…Ddrrrrttt…
--------------------
From : Lee Hyukjae
To : Kim Hyesun
Tentu saja aku tahu. Aku adalah Lee Hyukjae,sudah ya. Nanti aku akan menghubungimu lagi,sepertinya aku ketahuan oleh fansku atas keberadaanku disini.
--------------------
“Ya,siapa suruh kau berkeliaran di publik? Kau itu menjadi topik panas nomor satu pembicaraan di media dan internet. Jelas saja fansmu masih mengejarmu.” Batin Hyesun yang kemudian meletakan telefon genggamnya di meja tadi dan memutuskan untuk tidur.
Ya,mungkin ini akan mengurangi rasa kesalnya atau bahkan mungkin bisa melupakannya dari Kim Heechul.
--o0o--
“MWO? Kim…Jiwon?” Eunhyuk sontak kaget mendengar bahwa lawan mainnya di drama terbarunya adalah Kim Jiwon. Jujur saja,Eunhyuk sungguh tidak menyukai gadis ini. Jiwon adalah teman Eunhyuk saat Predebutnya dulu. Mereka bertengkar hanya karena masalah yang sepele. Jiwon dan Eunhyuk sampai sekarang masih saling membenci satu sama lain.
Jelas saja Eunhyuk tidak mau bermain drama dengan dia. Saat Sutradara mengatakan lawan mainnya adalah Kim Jiwon.
“Ne. waeyo? Kim Jiwon juga belum mengkonfimasi masalah ini karena ia sedang terlibat dalam Drama The Heirs dengan Lee Minhoo.” Ucap sutradara di gedung SBS. Eunhyuk akan bermain dalam sebuah drama berlebel SBS. Sejak tadi pagi ia mendapat telefon untuk mempermasalahkan hal ini.
“Sutradara Jang. Bagaimana bisa lawan mainku adalah Kim Jiwon? Shireo! Aku tidak mau mengambil drama ini jika begitu.” Ucap Eunhyuk angkuh.
“Jangan begitu Eunhyuk-Ah. Jika bukan Kim Jiwon siapa lagi?kami belum mencarikannya pengganti. Tim kami juga sedang memaksa Jiwon untuk mengambil drama ini,karena dia juga di tawari kontrak untuk drama To the beautiful dengan Sulli.”
“Ah! aku punya seorang teman,bagaimana jika aku menghubunginya untuk datang kesini? Saat temanku datang,kau bisa melihat apakah dia cocok untuk peran ini atau tidak..Bagaimana?”
“Hmmm. Boleh,kau hubungi dia..aku akan mengurusi Drama Kim Soohyun sebentar.” Ucap sang Sutradara lalu pergi meninggalkan Eunhyuk.
Eunhyuk mengeluarkan telefon berukuran lima inch dari kantung celanannya dan menghubungi seseorang dari seberang sana. Entah siapa yang di telfonnya? Yang jelas ia adalah  teman yang di maksud Eunhyuk untuk menjadi lawan mainnya di Drama pertamanya.
“Yeoboseyo?” sahut seorang gadis dari ujung sana.
“Hyesun-Ah! bisa kau datang kesini? Aku memerlukanmu,kau ingin balas dendam dengan Heechul Hyung bukan? Aku sedang memberimu kunci gerbang menuju tujuanmu. Bisa kau datang kesini?” Tanya Eunhyuk. Betul,ternyata teman yang dimaksud Eunhyuk adalah Hyesun. Padahal mereka baru berkenalan kemarin.
“Maksudmu apa? Aku tidak mengerti,Oppa. Aku sedang bekerja sekarang.”
“Ah,Hyesun-Ah. aku akan memberimu alamatnya,kau izin sebentar saja. Dan dandan yang cantik saat kesini,gunakanlah baju santai namun tetap feminim.apa kau mau aku menjemput disana?”
“Ani.tidak usah,aku akan datang kesana. Oppa,kirim alamatnya ya? Aku tutup dulu.” Tuttt­­—
Hyesun menutup telefonnya lebih dulu. “Hyesun-Ah. semoga kau bisa membantuku…” Do’a Eunhyuk dalam hati.
Hyesun mendapat alamat setelah Eunhyuk mengirimnya lewat pesan singkat. Ia lalu meminta izin pada bosnya dan langsung pulang ke rumahnya.
Ia berdandan dan menggunakan pakaian sesuai yang diperintahkan Eunhyuk tadi dan langsung menaiki taksi untuk pergi ke gedung SBS. Ini pertama kalinya ia kesana.
Hyesun menaiki lift dan berhenti di lantai 11. Saat pintu lift terbuka,ia langsung melihat sosok Eunhyuk di depannya.
“Oppa,waeyo? Ada masalah apa? Aku sedang bekerja,kenapa menyuruhku untuk datang ke tempat seperti ini?” tanya Hyesun begitu polos pada Eunhyuk di hadapannya.
“Maaf. Sepertinya kau harus berhenti kerja paruh waktu dari sekarang,aku akan memberimu pekerjaan yang jauh lebih baik dari kerja paruh waktumu.” Jawab Eunhyuk begitu santai.
“MWO?” Jelaslah dia terkejut. Memangnya dia fikir dia siapa? Dengan seenaknya menyuruh orang berhenti bekerja.
“Ah,Eunhyuk-Ah. apa dia orangnya? Maaf aku datang sedikit terlambat.” Ucap sang Sutradara ketika melihat sosok gadis di samping Eunhyuk. Hyesun hanya bisa diam saat sang Sutradara memperhatikan penampilannya.
Sutradara itu memperhatikan lekuk tubuh Hyesun dari bawah sampai atas, “Ah,dia lebih cocok memerankan tokoh ini daripada Kim Jiwon.” Batin sang sutradara dalam hati.
“Ah,Eunhyuk! Kau pintar dalam memilih gadis,dia lebih cocok untuk memerankan tokoh ini daripada Kim Jiwon.Ini naskah untuk kalian berdua. Kalian boleh membacanya terlebih dahulu sebelum menandatangani kontrak.” Ucap Sutradara Jang memberikan dua naskah drama kepada Hyesun dan Eunhyuk.
“Kontrak?” Tanya Hyesun. Jelas saja dia terkejut saat sutradara mengatakan ‘Menandatangani kontrak’ dia sungguh tidak tahu apa-apa. Eunhyuk hanya memintanya datang dan tiba-tiba membicarakan kontrak seperti ini.
“Iya. Lebih baik kalian baca dulu naskah drama ini,aku sedang sibuk karena Drama Kim Soohyun mengalami masalah. Kalian baca dulu.. maaf karena kondisinya menjadi seperti ini,aku pergi dulu.” Ucap Sutradara Jang yang kemudian pergi. Ya,masalah Drama ini memang juga penting. Mungkin Drama yang di perankan Kim Soohyun benar-benar dalam keadaan genting sehingga mengharuskannya untuk pergi.
“N-ne.” Ucap Hyesun saat Sutradara akan beranjak pergi. Shock,ya itu yang di rasakan Hyesun saat ini, “Oppa, apa maksudmu saat ini? Aku tidak mengerti kenapa langsung membahas menandatangani kontrak seperti ini?” tanya Hyesun.
“Hyesun-Ah. kau ingat yangku katakan kemarin bukan? Kau ingin menaklukan Heechul hyung,sekarang aku sedang memberimu kunci pintu gerbang menuju tujuanmu datang kesini. Dengar, sebelumnya aku akan di pasangkan dengan Kim Jiwon. Namun aku menolak jadi sutaradara Jang memintaku untuk mencarikannya pengganti untuk Kim Jiwon. Aku membantumu dalam masalahmu dengan Heechul hyung. Dan sekarang kau mau membantukukan? Aku sangat tidak suka dengan Jiwon.” Ucap Eunhyuk yang langsung duduk di kursi dengan tangan memegang naskah drama di atas mejanya.
Hyesun kemudian juga ikut duduk di samping Eunhyuk, “Oppa! Aku juga ingin membantumu. Tapi aku juga sedang terlibat dengan pekerjaan paruh waktu di empat tempat yang berbeda setiap hari.”
“Empat tempat? Waw.Hyesun,kau harus berhenti dan mengambil pekerjaan ini. Pekerjaan ini lebih baik daripada pekerjaan paruh waktumu,kau tidak perlu terlalu lelah dalam bekerja jika mengambil pekerjaan ini.”
“Hmm,baiklah. Aku akan membaca naskah dulu.” Ucapnya sambil membuka lembaran demi lembaran naskah pertamanya. Ia membaca perlahan-demi perlahan kalimat yang ada di dalam naskah tersebut dan mulai mendalami perannya sebagai tokoh utama naskah itu.
Hyesun menyadari bahwa orang disampingnya yaitu Eunhyuk sepertinya terus menatapnya bukan membaca naskah yang ada di depan matanya itu. Hyesun belum menatap balik Eunhyuk karena masih serius dengan naskah yang ia baca.
“Oppa,kau tidak membaca naskahmu lebih dulu? Kenapa terus menatapku seperti itu? aku mulai terganggu,kau sebaiknya membaca dulu naskah itu.sebelum nanti menyesal karena ada adegan yang tidak kau sukai.” Sahut Hyesun sambil membalikan lembaran naskah itu ke halaman berikutnya.
“Tidak apa-apa. Apapun adegan dalam drama itu akan aku perankan dengan baik.” Jawabnya yang kemudian menekuk lengan kanannya membuat sudut 45° dan menaruh kepalanya bersender pada telapak tangannya yang masih menatap Hyesun.
“Oppa,aku mulai terganggu jika begitu.” Ucap Hyesun yang kemudian menatap balik Eunhyuk di sampingnya.
“Benarkah? Aku dengar dari Sutradara Jang katanya di episode 4 akan ada adegan ciuman antara kau dan aku.” Ucap Eunhyuk sambil menyimpulkan senyuman di bibirnya.
“MWO?” serunya kaget. Sontak saja ia begitu,Hyesun belum pernah berciuman dengan siapapun. Ia hanya ingin ciuman pertamanya untuk suaminya atau orang yang di cintainya dalam kehidupan nyata,bukan saling mencintai dalam drama.
“Kau belum baca semuanya? Aku juga,aku bahkan belum baca sedikitpun. Tapi Sutradara Jang memberitahuku ada adegan itu.untuk itu aku tidak mau bermain dengan Kim Jiwon dalam Drama ini.”
“Shireo! Aku tidak mau menerima drama ini. Aku tidak mau melakukan adegan itu!” tolak Hyesun dengan sedikit keras.
“Waeyo? Lagi pula,adegan itu bisa di cut. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak drama ini.”
“Ah,Syukurlah..” Hyesun sangat bersyukur Eunhyuk berkata seperti. Untung saja hal yang tidak di inginkannya tidak terjadi.
“Memangnya kenapa kau tidak ingin melakukan ciuman?” tanya Eunhyuk penasaran.
“Karena First Kiss ku hanya untuk calon suamiku atau setidaknya orang yang aku cintai,bukan kau Lee Hyukjae…” jawabnya dengan menyempitkan kedua bola matanya.
“Aku bisa menjadi suamimu dalam kehidupan nyata.” Daebak! Seorang Eunhyuk berkata seperti ini? Apa mungkin ia mulai tergoda dengan kecantikan Hyesun sampai berkata hal seperti itu?
“Aissshh! Kau bicara apa.” Ucap Hyesun yang memukul bahu Eunhyuk dengan naskah yang ia pegang tadi.
Tiba-tiba Sutradara Jang entah darimana asalnya datang membawa dua map dan sebuah pulpen. Sepertinya itu surat perjanjian untuk kontrak Drama yang akan di bintangi Hyesun dan Eunhyuk.
“Bagaimana? Kalian tertarik dengan drama itu?” tanya Sutradara Jang yang kemudian duduk di hadapan mereka.
“Hmmm, Ak…” ucap Hyesun terpotong yang langsung di sambung Eunhyuk.
“Hyesun dan aku akan mengambil Drama ini Sutradara Jang.dimana kami menandatangani kontrak?” tanya Eunhyuk melihat ke sekeliling.
“Ini…” Sutradara Jang memberikan dua map berisikan kontrak perjanjian, “Aku akan menghubungi kalian tentang lokasi syuting untuk esok.” Lanjutnya.
“Terimakasih,senang berbisnis denganmu.” Ucap Eunhyuk langsung menjabat tangan Sutradara Jang.
“Oppa.aku..” lagi-lagi Hyesun tidak jadi berbicara karena di potong Eunhyuk.
“Sutradara Jang sepertinya kami sudah menandatangani kontrak dan mungkin Hyesun ingin berbicara sesuatu denganku.Terima kasih,kami pergi.” Ucap Eunhyuk membungkukan badannya pada Sutradara Jang lalu menarik tangan Hyesun dengan sekuat tenaganya masuk ke dalam lift.
***
“Oppa,kenapa kau melakukan itu? aku belum selesai bicara dengan Sutradara Jang.” Ucap Hyesun di dalam lift. Tangan kiri Hyesun masih di genggam erat oleh Eunhyuk.
“Mianhae. Kau harus berhenti dari semua pekerjaan paruh waktumu.” Ucap Eunhyuk tiba-tiba. Ia lalu melepaskan genggamannya sampai membuat pergelangan tangannya menjadi merah. Mungkin Hyesun kesakitan sekarang.
“Oppa,tapi bagaimana? Aku sudah sangat nyaman dengan pekerjaan paruh waktuku,Aku juga tidak merasa terbebani. Aku juga takut untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku jika harus menghadapi Bosku.”
“Baiklah,aku antar kau sekarang ke tempatmu bekerja.” Ucap Eunhyuk. Pintu lift lalu terbuka. Mereka berdua keluar, “Kau bekerja di daerah mana?”
Hyesun menjadi geram dengan tingkah Eunhyuk. Ia menghentikan langkahnya di ikuti dengan Eunhyuk, “Oppa. Aku bisa melakukannya sendiri,aku tidak memerlukan bantuanmu. Aku harap kau mengerti.”
“Oh. Begitu ya? Mau ku antar pulang?” tawar Eunhyuk lagi. Entah karena ia menyukai Hyesun atau apa?
“Aku ingin pergi ke tempatku bekerja untuk mengundurkan diri. Oppa,urus pekerjaanmu sendiri. Aku pergi duluan…” ucapnya yang langsung pergi.
“Aish! Gadis itu!” Pekik Eunhyuk setelah di tinggal Hyesun.
***
Hyesun pergi ke tempatnya bekerja. Ia pergi ke salah satu tempat ia bekerja yang paling terdekat dari sini. Ia menemui Bosnya,ia berhenti bekerja dengan alasan kalau ia terdesak pekerjaan lain sehingga harus mengambil pekerjaan itu. awalnya Bosnya itu tidak mengizinkannya,karena Hyesun adalah pegawai yang paling rajin disana. Namun,Bosnya luluh dan membiarkannya bekerja di tempat lain.
Hyesun pergi ke tempatnya bekerja lainnya di MouseRabbit.lalu ke toko Ramyun dan terakhir ke Grill5taco. Ia mengundurkan diri sama seperti ia mengundurkan diri di tempat sebelumnya. Bosnya juga memaklumi keadaan Hyesun dan membiarkannya pergi.
***
Hyesun kembali ke rumah. Ia melihat Donghyuk, Oppanya itu sedang menikmati acara di televisi. Sebenarnya ia tak enak mengganggunya,namun jika tidak sekarang kapan lagi?
Ia memberanikan diri mendekati Oppanya. Donghyuk sudah tahu masalahnya dengan Kim Heechul,membuatnya sedikit lebih lega. Namun ia belum mengatakan apapun tentang Eunhyuk. Ini saat baginya untuk mengatakan hal itu.
“Oppa,ada yang ingin aku katakan.” Ucap Hyesun dengan lambat namun lembut.
“Waeyo? Katakanlah.” Ujar Donghyuk yang masih sibuk menonton acara di televisinya.
“Bukan seperti itu. ini cukup penting setidaknya.”
“Baiklah.” Ucap Donghyuk lalu berdiri menghampirinya,“Katakan.”
“Aku mengundurkan diri dari semua pekerjaan paruh waktuku.” Ucap Hyesun meundukan wajahnya.
“WAEYO? Kau mengundurkan diri? Kau tidak ingin bekerja?” tanya Donghyuk kaget. Aneh sekali kenapa Hyesun tiba-tiba seperti ini.
“Bukan seperti itu. Kau tahu masalahku dengan Heechulkan?” tanyanya yang membuat Donghyuk menganggukan kepalanya, “Aku bertemu dengan Eunhyuk dan tiba-tiba ia memerlukan bantuanku,aku mendapat tawaran membintangi drama dari SBS dengan Eunhyuk. Aku sudah menandatangani kontrak,besok aku mulai syuting sehingga harus berhenti bekerja paruh waktu. Aku minta maaf,tapi semuanya terjadi begitu saja. Jika kau melarangku aku tidak akan berangkat untuk syuting besok.” Ucapnya yang entah apa perasaannya saat ini.
MWO?” Teriak Donghyuk kaget. Mendengar Hyesun berhenti bekerja saja ia kaget setengah mati. Apa lagi mendengar kabar ini tiba-tiba olehnya,Bisa di marahi habis-habisan Lee Hyesun jika begini.
Hyesun pasrah dengan apapun yang akan di katakan Kakaknya nanti. Jikapun ia tidak mengizinkannya,Hyesun tidak akan mengambil pekerjaan itu dan mencari pekerjaan lagi. Tapi…

-------- TBC --------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar