Sabtu, 21 Desember 2013

Fanfiction Korean FF Beacause It's you [ Eunhyuk Series] Part 1






Title: Because It's You ( Saranghae But, Miwohada )
Rating : 13+
Genre : Romance,Family,Sad ( Happy Ending )
Alur : Maju,mundur,maju
Length : Chapter (belum di tentukan berapa part)
Cast :
* Kim Hye Sun ( Sun )
* Lee Hyuk Jae (Eunhyuk, Hyuk )
* Lee Dong Hyuk
* Lee Hyun Hee
* Lee Hyuk Jae’sMother
* Lee Hyuk Jae's Father
* Other Cast.
Writer : HTS

NOTE!!! Please,don’t share my FF without my permission.

Narasi :

Fanfiction ini di buka dengan pemandangan rumah mewah
yang tak tertandingi oleh siapapun. bahkan,rumah kediaman dari Kim Joo Won Secret Garden pun lewat.
Ya,kediaman itu adalah milik Lee Hyukjae Putra dari pewaris perusahaan terbesar di Korea melebihi Goo Jun Pyo di BBF dan Kim Tan di The Heirs.konon katanya,pada awal tahun millennium ini,ayah dari Kim Hyesun pernah menyelamatkan Hyukjae dari gempa dahsyat berskala 7.8 SR yang menimpa Seoul 13 tahun yang lalu.
Bencana alam yang menimpa Seoul yang berlangsung sekitar 20-30 detik ini namun, dengan dahsyat menyapu bersih kota ini sampai menghilangkan beratus-ratus nyawa manusia dan beratus-ratus korban luka-luka.
Namun sayangnya nyawa ayahnya tak tertolong.ayah dari Hyukjae sendiri sangat berterima kasih kepadanya atas menyelamatkan anaknya itu. Ia berjanji akan menjaga,melindungi,merawat Kim Hyesun putri satu-satunya jika terjadi masalah di detik terakhir kepergian ayahnya..
Sampai sekarang di usia 18 tahunnya Hyesun,dia masih menyimpan dendam kepada Hyukjae  karena menurutnya dia penyebab ayahnya meninggal. ‘Sudah jatuh tertimpa tangga pula.’ Pribahasa yang tepat untuk kondisi gadis itu saat ini.
Sudah hampir setengah lebih dari umurnya ia jalani hidup tanpa seorang Ayah. Ia kini harus menjalani hidup sebatangkara,karena ibunya wafat akibat penyakit yang di deritanya beberapa hari yang lalu.
Berita itu terdengar sampai ke telinga keluarga Hyukjae. orang tua Hyukjae sendiri berniat untuk menjodohkan Hyukjae dengan Sun,agar Sun sendiri bisa tinggal di rumahnya. ya,namanya dendam mau di apain lagi? Sun sendiri lebih memilih tinggal di Motel daripada setiap hari dari pada harus bertemu dengan Hyukjae. Kebetulan mereka sendiri satu sekolah. dan mereka juga satu kelas hanya saja Hyukjae lebih tua satu tahun dari Sun.
So…?
kita mulai ceritanya..




Part 1


            Suatu hari setelah mendengar kabar tentang kematian Ibu dari Sun, Ayah dan Ibu Hyuk langsung mencari dimana keberadaan Sun saat ini dengan menggunakan Mobil yang ia kendarai.
Mereka mencari keberadaannya selama berjam-jam sampai larut malam seperti ini. Hyuk sendiri tidak peduli dengan keadaan Sun saat ini,Apa yang sedang ia kerjakan,dimana ia tinggal sedang bersama siapa ? tak sedikitpun rasa khawatir tertanam pada otaknya.
Ia justru malah memainkan beberapa aplikasi yang tertanam pada telefon genggam sebesar 5 inch tersebut sambil menonton televisi acara kesukaannya. Walaupun tidak ada sedikit rasa kekhawatiran pada gadis teman lamanya itu,seharusnya ada sedikit rasa khawatir pada kedua orang tuanya yang telah mencarinya sejak berjam-jam.
Walaupun sudah berkenal sejak lama. Sun dan Hyuk di kelas bagaikan kedua orang yang sedang terlibat perang dunia. Keduanya sama-sama memiliki watak yang keras,angkuh dan dingin. tidak saling menyapa satu sama lain dan merasa saling tidak mengenali. Kedua insan ini bagaikan dua buah magnet yang saling di gabungkan dengan kutub yang sama. Tidak sedikitpun apapun yang mereka kerjakan memiliki persamaan pendapat,keduanya sama sama saling bertolak belakang dalam segala hal.
Untung saja mobil yang sedang di kendarai kedua orang tua Hyuk adalah mobil dengan versi terbaru di dunia. Jika menyebutkan merk mobil itu saja pasti banyak yang mengenal dari keluarga mana ia berasal. Mobil dengan harga ratusan juta dolar ini hanya ada 20 di dunia. Pasti sudah tertanam bagaimana keindahan lekuk-lekuk bagian dari mobil ini.
Jika tidak ada pendingin ruangan di dalam mobil itu. pasti sudah terlihat jelas lelehan keringat yang menempel pada kedua orang tua Hyuk yang mencari gadis ini sejak tadi siang.
Astaga, untungnya Dewi Fortuna masih berpihak kepada mereka saat ini. akhirnya Keluarga Hyuk menemukan gadis itu sejak duduk termenung di pinggir jalan membawa dua buah koper besar di tangannya.

"Ne,Gwenchana Ahjussi,Ahjuma.
aku bisa tinggal di motel,atau menyewa rumah di dekat sini. " Tolak Kim Hyesun dengan keras saat bertemu kedua orang tua Hyuk yang menawarinya tinggal di rumah mereka.
" Aigoo, itu memerlukan biaya yang sangat besar. Rumah kami masih memiliki banyak ruang yang kosong. Lagipula,kami sudah berjanji kepada mendiam ayah mu untuk menjagamu." Ujar Ibu Hyuk. Kalimat itu yang terus menjadi alasan setiap terjadi hal seperti ini. Entah apa yang ada di fikiran wanita paruh baya itu,Hyesun saja sudah bosan mendengar kalimat kalimat itu berkali-kali.
“Arraseo, tapi Gwenchana. Nan Jeongmal Gwenchana." Hyesun menolak untuk keduakalinya. Sebenarnya,mau-mau saja ia menerima ajakan dari wanita paruhbaya itu. Terlebih lagi,ia tidak tahu ingin kemana ia untuk tidur malam ini. Namun,jika ia menerima ajakannya itu berarti ia harus tinggal satu rumah dengan orang yang paling di bencinya di dunia ini. Aish, membayangkan wajahnya saja sudah membuatnya menjadi ngeri. Apalagi harus tinggal satu atap dengan orang itu? bagaimana jika tersebar gosip antara mereka berdua? Apa wanita paruh baya itu tidak memikirkan hal ini?
"Aishh! kami akan merasa bersalah jika kau hidup sendiri menderita dan kesepian." ucap Ibu Hyuk menasehati yang masih duduk di kursi mobilnya dengan pintu mobil yang terbuka.
"Jeongmal,mianhae." Ucap Sun menundukan tubuhnya.
"Kau belum menemukan tempat tinggal bukan?
tinggallah beberapa bulan di rumah kami,kau bisa bekerja dan mencari tempat tinggal nanti disana. apa tidak apa-apa kalau kau tidur di jalanan?” Ancam Ibu Hyuk, “Tapi kami tidak akan memaksa.jika kau perlu bantuan,telefon saja kami.sudah ya,kami pergi dulu." Lanjut Ibu Hyuk yang ingin menutup pintu mobilnya.

" Aishh!! betul katanya... "Batin Sun dengan rasa bimbang memenuhi otaknya saat ini, terjadi perang di hati Sun saat ini. Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menerima tawaran itu,mungkin saja Namja mengerikan itu berfikir mengajaknya untuk memulai perang dunia. Tapi,jika ia menolaknya ia ingin tidur dimana? Kedua orang tua Sun adalah anak tunggal. Ia juga tidak memiliki kakak maupun adik kandung,saudara saja ia tidak punya. Hanya paman,bibi dan neneknya. Mereka semua juga tinggal di luar negeri. Apa harus ia mengemis-ngemis agar orang lain merasa iba padanya? Ia masih memiliki harga diri setidaknya, "Ahjumma! Ahjumma!" Panggil Sun dengan berteriak saat mobil yang membawa kedua orang itu baru pergi sekitar lima langkah dari asal ia berdiri tadi.
“Ne,Waeyo? " Ibu Hyuk lantas menghentikan mobilnya dan membuka pintu baja itu dan bertanya.
"A-apa di..sana a-ada k-kamar Kosong?
mungkin aku akan tinggal beberapa hari…saja. " ucap Sun denggan terbata. Mendengar hal yang baru saja di katakannya tadi.
“Aigoo! Gadis ini berfikir sangat lama. Masuklah dan bawa kedua kopermu.” lantas wanita paruh baya itu langsung menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya.

--o0o--
            Aigoo, apa yang baru saja ia duduki? Ini pertama kalinya bagi Sun menduduki mobil semewah dengan harga ratusan juta dolar seperti ini. Orang lain yang bisa duduk disini saja pasti sudah bangga apa lagi bagi Sun ? Pantas saja harga mobil ini tidak murah. Kemewahan,gaya,kenyamanan sangatlah menjadi beberapa faktor yang membuat harga mobil ini setinggi langit.
Apa yang harus ia lakukan saat ini? Tanya Sun dalam hati. Susana di dalam sana menjadi canggung. Ah,ia sepertinya punya ide!
“A-ahjumma..” Panggil Hyesun lembut yang memulai pembicaraan agar tidak menjadi canggung seperti sebelumnya.
"Ada apa ? apa yang ingin kau tanyakan ? kau tidak ingin berubah fikirankan.” Tuntut wanita paruh baya itu mencurigai yang membuat Sun menjadi takut, “Sampai disana kau bisa bertemu Lee Hyukjae dan Lee Donghyuk.” Lanjut penjelasan ibu Hyuk kepada sun.
"Ne, Ahjumma." Jawab Sun sambil menyimpulkan sedikit senyuman pada bibirnya," Geundae,Nugu Lee Donghyuk?” tanya Sun sedikit penasaran.
“Dia adiknya,dia itu masih kecil saat umurmu 13 tahun. Dulu kalian sering bermain bersama dengan Hyuk juga tentunya.” Ucap Ibu Hyuk dengan bersemangat. Tapi,seketika wajahnya menjadi suram. Ah,sepertinya ia ingin mengatakan suatu hal, “Hyuk-ku sampai saat ini belum punya kekasih. Apa kau menyukainya? Hmmm? jika iya,lebih baik langsung menikah saja."

" Ani,ani,ani!" teriak Sun spontan mendengar jawaban dari wanita itu. ia merasa apa yang dikatakannya barusan tadi sedikit kasar, ia langsung melipat bibirnya dan menunduk sedikit malu. atau karena keceplosan ? hanya dia yang tahu.
"Hyaa! cobalah kau dekati dia. mungkin dia akan tertarik." Ibu Hyuk memberikan sedikit saran.
"Hmmmm.." Tidak ada lagi yang harus ia katakan. Daripada berujung seperti tadi, lebih baik ia membungkan mulutnya di tambah senyuman. Itu mungkin ide terbaik untuk saat ini.
“Nahhhh. Nona Kim,kita sudah sampai." Ucap Ayah Hyuk dengan formal.
"Ne,Jeongmal Gamsahamnida. Tidak perlu berbicara terlalu formal seperti itu,Ahjussi.
panggil Sunea (Sun-Ya) atau Hyesun saja tidak apa-apa."  Ucapnya di akhiri dengan senyuman lagi.
"Ne,sebentar lagi Hyuk akan datang membawakan kopermu." Ujar Ibu Hyuk setelah keluar dari mobil mewah itu bak ratu kerajaan fikir Hyesun saat ini.
"Ani.tidak usah Ahjumma.aku bisa membawa sendiri.
Aku tidak ingin kedatanganku membawakan petaka bagi Hyuk." Tolak Hyesun.
"Gwenchana." Ratu kerajaan yang ada di fikiran Hyesun melangkahkan kakinya bergerak sampai di depan pintu."Hyuk-ie." panggil Ibu Hyuk yang melihat anaknya berada di depannya.
"Ne,waeyo? Eomma,sepertinya ada tamu baru." Sahut Namja yang menggunakan T-shirt ketat namun panjang lengannya hampir menutupi jarinya itu sambil memegangi Gadget di tangannya. Ia menggunakan celana santai namun panjang,dengan di hiasi rambut bergaya blonde berwarna putih. Aish,Lantas saja Hyuk bertanya seperti itu. Sun dengan sengaja membelakanginya sehingga hanya terlihat punggung dan rambut indah terurainya saja berpura-pura mengambil koper miliknya.
Apa yang harus aku lakukan ? batin Hyesun saat ini. Ia tak mungkin harus berdiri disana terus menerus.
“Oh? Kau tidak mengenalinya? Cepat dekati dia dan membawakan kopernya,dia teman kecilmu.” Suruh Ibu Hyuk pada anaknya. Bagaikan seorang Ratu terhadap pengikutnya,tapi bukankah memang anaknya harus menurut pada orang tuanya? Pikir Hyesun di sela-sela pembicaraan mereka. Sepertinya Sun terlalu banyak membaca buku Dongeng saat kecil.
Hyuk mulai berjalan satu,dua langkah dari asalnya. Ia juga penasaran siapa gadis yang terus membelakanginya itu. Namun, tersentak ia terhenti akibat ulah ayahnya sekarang.
"Tolong bawakan jaket Appa kedalam." Suruh Ayah Hyuk langsung memberikan jaketnya pada anaknya itu. Kali ini,seperti seorang Raja pada budaknya. Fikir Hyesun walau tanpa melihat kejadian itu.

"Aishh,Appa!" Decak kesal Hyuk menerima segala perlakuan kedua orang tuanya itu. meski ia terkadang menuruti perintah kedua orang tuanya itu,tapi tidak biasanya. Ini terlalu berlebihan bagi Hyuk saat ini.
Hyuk berjalan beberapa langkah lagi sampai tinggal sedikit jarak diantara mereka.
Sun yang belum menyadari keberadaan Hyuk saat ini tiba-tiba menurunkan kedua kopernya dan berbalik sehingga saling menatap satu sama lain dengan Namja di depannya.
“N-neo..” Seketika jari telunjuknya refleks menunjuk wajah gadis di depannya itu, “Aigoo!! Eomma! Apa yang ada di fikiranmu saat ini, kenapa dia berada disini?” Teriak Hyuk yang langsung menatap kedua orang tuanya.
Gadis di depan Hyuk ini hanya bisa diam menerima kata-kata kasar yang terucap olehnya.
Ah,ia tahu. Pasti ini kiamat bagi Hyuk menyadari Sun berada disini.
“Jaga mulutmu Hyuk-ie! Ia akan tinggal mulai saat ini.”Jawab Ibu Hyuk dengan santai, “Jangan hanya diam! Cepat sambut dan membawakan kopernya!” seru Ibu Sun yang menuntun suaminya masuk kedalam.
“EOMMA!!! Kenapa dia disini?
Eomma,Eomma… apa kesalahanku? Kenapa kau membawa hari mengerikan ini padaku?” Rengek Hyuk yang langsung duduk dengan gaya seperti anak berumur lima tahun yang tidak di belikan sebuah permen.
Eomma dan Appanya hanya diam seolah tidak terjadi apa-apa hanya masuk kedalam dengan santai.
“M-mianhae.” Ucap Sun lalu menundukan wajahnya lagi. Ah, jadi seperti ini gayamu ketika menangis. Batin Hyesun. Ah, ia ingin sekali menertawakan di depannya saat ini. Ia ingin sekali memotretnya dan menyebarkan lewat SNS agar teman-temannya bisa mengetahui ekspresi lucunya saat ini. Tapi disisi lain, bagaikan Neraka yang ia mulai di injaknya sekarang,ia bisa merasakan hawa perang merasuki tubuhnya.
Menyadari ekspresi Sun yang di liat  Hyuk saat ini. Ia tersadar lalu berdiri dan menepuk-nepuk bajunya yang tidak kotor, ia juga tahu pasti dalam hatinya Sun sedang tertawa puas melihatnya seperti ini.
“Donghyuk-Ah!” Panggil Hyukjae pada adik satu-satunya itu.
Mendengar Hyungnya memanggil namanya. Donghyuk langsung berjalan kearahnya dengan mata yang tak mau lepas dari PS yang sedang ia mainkan.
“Noona!” Namja berumur 10 tahun itu berlari setelah melihat Noona yang sudah tidak ia lihat selama bertahun-tahun itu langsung memberikan pelukan tiba-tiba padanya.
"Noona,kenapa baru kesini sekarang? Aku menunggu sejak lama ingin bertemu dengan Noona.” Ucap Donghyuk yang masih tak mau lepas memberikan pelukannya pada Noonanya itu. Ya,mungkin itu cara melepas rasa rindu itu.
“Berbohong!” Decak kesal Hyuk dengan suara sangat pelan namun, tetap saja suara itu masih di dengar oleh Sun.
“Aku juga merindukanmu.” Ucap Sun sambil mengacak-acak rambut Donghyuk seolah-olah dia adalah adiknya, “Ck! Jangan seperti itu pada adikmu, berhentilah bersikap kekanak-kanakan.” Lanjutnya yang kemudian menatap Hyukjae.
Ah, memangnya aku tidak tahu arti kekanak-kanakan itu ? batin Hyukjae. Ya, kau boleh tertawa puas Hyesun-Ah. namun, mulai saat ini kau akan memasuki nerakamu.
Ya, jangan fikir aku tak mendengarmu. Aku tahu,sekarang adalah masa terberat dalam hidupku. Batin Sun seolah-olah mereka saling mengetahui isi hatinya satu sama lain.
“Donghyuk-Ah. bukankah kau sangat sangat merindukan Noona tersayangmu itu?” tanya Hyuk pada dongsaengnya.
“Ne,Hyung. Waeyo?” tanya Donghyuk yang melepaskan pelukannya lalu menatap sinis Hyungnya itu.
“Kalau kau begitu merindukannya. Tolong bawakan kopernya.” Suruh Hyukjae dengan santai di akhiri dengan senyuman palsu.
“Shireo! Apa Hyung tidak dengar apa yang di katakan Eomma?
Aku saja mendengarnya! Eomma menyuruhmu,bukan aku!” Seru Donghyuk, “Noona. Ayo kita lebih baik masuk kedalam saja.” Tuntunnya sambil menarik salah satu tangan Hyesun.
“Mianhae, tinggalkan saja jika kau tidak mau.” Ujarnya yang sedang di tuntun Donghyuk untuk masuk kedalam Kerajaan seorang putri tersebut.
“YAAA!! Donghyuk-Ah! Hyesun-Ah!” Panggil Hyukjae yang di abaikan oleh kedua orang itu.
Ah, siapa sebenarnya tuan muda rumah ini. Siapa pangeran kerajaan ini? Sudah jelas-jelas ada banyak pembantu di rumah ini. Kenapa masih menyuruh anaknya untuk melakukan segala hal? Batin Hyukjae yang kemudian membawa koper besar itu bagaikan seorang pesuruh kerajaan.
*Flashback
Di saat umur mereka menginjak usia lima tahun. Saat dimana Donghyuk adiknya belum ada, setelah kejadian gempa beberapa minggu yang lalu.
Ya, Hyesun kecil mulai saat ini menyimpan dendam pada Eunhyuk. Eunhyuk adalah panggilan Hyukjae saat masih kecil, namun mungkin di kelas masih ada beberapa yang memanggilnya dengan sebutan itu.
“Hyesun, Eomma ingin pergi sebentar. Tak lama, hanya beberapa jam saja. Kau tinggal disini ya? Jangan menganggu dan jangan pergi dari sini.”Ucap Eommanya di halaman belakang rumah Hyuk.
“Eomma janji tidak akan pergi lama?” Tanya Hyesun kecil yang bisa di dengar Hyukjae yang masih bersembunyi di balik tiang rumahnya.
“Ne. Eomma hanya sebentar, agar kau tidak sedih lagi.
bacalah buku ini.” Ucap ibunya memberikan sebuah buku cerita.
Ibu Hyesun mengecup kening Hyesun dan mengacak-acak rambutnya, “Eomma pergi dulu,ya ?” Ucap Ibu Hyesun lalu melangkahkan kaki dan pergi .
Hyesun terus memandangi sisa jejak-jejak telapak kaki ibunya yang sudah tidak terlihat batang hidungnya dari tempatnya duduk. Tiba-tiba permata cair keluar setetes demi setetes dari matanya. Ia menangis sangat kencang,menyadari ibunya sudah pergi. Ingin sekali Hyukjae datang dan mencoba menghentikannya menangis,tapi pasti Hyesun akan lebih menangis jika dirinya datang.
Setelah sekian lama Hyesun menangis,ia akhirnya berhenti menangis ketika menyadari di sampingnya ada sebuah buku dongeng bergambar besar berwarna pink. Ia tersenyum melihat indahnya buku dongeng pemberian ibunya dan membaca tulisan ‘Sleeping Beauty Princess Aurora’ pada judul buku itu.
Perlahan demi perlahan ia membuka lembar-lembar buku tersebut. Ia sangat senang melihat lembar buku itu yang berisi dongeng bergambarkan tentang ‘Sleeping Beauty Princess Aurora’ . ia membaca buku itu di liputi dengan senyuman indah di bibirnya.
Hyukjae ikut tersenyum melihat Hyesun yang senang dengan buku bacaan yang di bacanya itu. Ah,ingin sekali ia mendekatinya lagi. Membaca buku dongeng itu bersama dan bermain dengannya,tapi ia berfikir apa ia sudah melupakan tentang kejadian kematian ayahnya atau belum. Batin Hyukjae.
‘Princess Aurora pun tertidur sangat lama. Semua yang berada di Kerajaan terus menerus menangis tiada henti. Seorang Pangeran menyusuri hutan menemukan sebuah Kerajaan besar lalu… Ah?” Senyum yang tadinya terpancancar jelas di wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih saat menyadari air mata langit satu persatu jatuh membasahi dirinya dan buku dongeng dari Ibunya.
Hujan semakin deras membasahi Hyesun. Ia tidak ingin basah-basahan terkena air hujan,pasti Ibunya akan sangat marah jika melihatnya kuyub nanti. Ia berlari ke teras depan rumah Hyuk meninggalkan buku dongengnya terkena air hujan.
Hyesun duduk termenung di teras rumah Hyuk sambil melipat kedua kakinya yang merasa mulai kedinginan. Ia tidak peduli dengan buku dongeng yang tertinggalnya tadi,mungkin buku itu akan tetap baik jika di tinggalnya sebentar.
Suara petir terdengar keras beberapa kali sampai ke telinga Hyesun membuatnya takut dan menjerit ketakutan terus meneriakan ‘Eomma…Eomma…’ namun Ibunya belum datang. Ia terus menerus menutup telinganya sambil menangis.
Hujan masih terus menerus turun tidak berhenti di sertai angin kencang dan petir. Ya, di korea saat ini sedang di landa musim hujan. Kejadian seperti itu wajar saja terjadi.
Hyukjae menengok kekanan dan kekiri menyadari bahwa sudah tidak ada orang ataupun Hyesun. Ia berlari lalu duduk mengambil buku dongeng itu dan membuka halaman buku itu dan memulai membacanya. Tidak peduli seberapa deras hujan saat ini,tidak peduli sebasah apapun dirinya saat ini. Ia tersenyum membaca dongeng itu.padahal di halaman depannya saja sudah ada beberapa gambar yang mulai pudar terkena air hujan, huruf-huruf sudah mulai tak terlihat jelas hampir di semuah halaman buku itu,bahkan ada beberapa lembar yang menempel dan sudah mulai sobek.
Hyesun berjalan ke teras belakang rumah Hyuk karena sudah tidak terdengar lagi petir namun hujan masih turun. Ia berhenti dan merasa sangat kesal melihat Hyukjae sedang membaca buku miliknya tanpa izin. Ia ingin sekali pergi kesana dan memukul wajahnya,namun hujan belum berhenti. Ia hanya bisa berdiri kesal melihat temannya itu.
Hyukjae membalik halaman yang sudah menempel bagaikan di lem itu. “Hahh…?” Hyukjae merubah raut muka setelah menyadari 10 halaman terakhir sobek karenannya. Ia tidak tahu harus berbuat apa.
Hyukjae mengambil 10 halaman terakhir yang sudah sobek di buatnya itu. ia kemudian berlari dan menemukan sebuah kotak kayu yang cukup besar dan menaruh halaman yang belum di bacanya tadi ke dalamnya lalu menutup kotak kayu itu. Hyukjae lalu mencari kantung plastik untuk melapisi kotak kayu itu.
Menggunakan kedua tangannya sendiri Hyukjae lalu manaruh kotak itu di dekatnya dan menggali tanah yang mulai lunak terkena air hujan yang cukup membantu baginya. Ia menaruh kotak itu dalam lubang yang sudah di buatnya lalu memberi tanah untuk menguburnya kemudian ia berdiri dan meloncat-loncat agar tidak bisa di gali orang lain.
Hujanpun mulai reda,Hyesun langsung berlari dan menghampiri bukunya. Ia menangis sangat kencang yang menyadari sebagian halamannya yang belum di bacanya sudah hilang.
Hyukjae memberanikan dirinya untuk datang menghampiri Hyesun yang menangis.
“H-hyesun-Ah, M-mianhae.” Hyukjae memberanikan dirinya untuk meminta maaf Sambil menjulurkan salah satu tangannya yang masih kotor.
“Shireo. Aku tidak membutuhkan maafmu! Aku tidak ingin berteman denganmu lagi! Aku membencimu.” Ucap hyesun yang langsung menampis keras tangan Hyukjae dan berlari kencang sampai ke tempatnya duduk termenung tadi.
Di mulai dari ayahnya meninggal karenanya dan buku itu,Hyesun semakin membenci Hyukjae. Di setiap ulang tahunnya,Hyesun selalu di beri buku cerita oleh ibunya.namun setiap ia meninggalkan buku itu sebentar, Bukunya sudah hilang akibat ulah jahil Hyukjae.
Hyukjae terus menjahili Hyesun pada masa kecilnya. Di mulai dari menyobek,menghilangkan buku yang di bacanya, membuang sendalnya dll. mungkin Hyukjae fikir ulahnya ini tidak di ketahui orang lain,padahal Hyesun jelas melihat semua kejadian-kejadian itu.
Hal itu membuat Hyesun semakin membenci teman lamanya. Hampir seluruh cerita dongeng di dunia sudah dibaca oleh Hyesun,terkecuali ‘Sleeping Beauty’ ia tidak pernah lagi mau membaca cerita itu takut teringat dengan kejadian masalalunya.
* Flashback end.
--o0o--

Seorang pesuruh kerajaan datang membawakan dua buah koper besar di dekat tangga kerajaan itu. Ya, Hyesun dan keluarganya sedang duduk di sebuah sofa depan televise bagaikan melihat seorang putri bersama keluarga indahnya.
"Eomma,aku taruh di sini ya kopernya. aku lelah ingin ke kamar." Ucap Hyuk meninggalkan dua koper milik Hyesun dan beranjak ingin ke kamar yang berada di tingkat kedua rumahnya sehingga harus menaiki tangga.
“YA! Siapa yang menyuruhmu menaruhnya disini? Hmm?” Ucap Ibu Hyuk yang masih duduk di sofa itu.
“Eomma! aku kan sudah mengantarnya." Sahut  Hyukjae yang kemudian berhenti di tengah tangga itu.
"Eitss. tidak bisa, antar ini sampai ke dalam kamar Sun!" Seru perintah Ibunya lagi.
“Eomma! Gadis itukan sudah besar,ia bisa mengangkatnya sendiri!” Hyuk yang mulai kesal dengan tingkah Ibunya yang terus menerus menyuruhnya. Siapa sebenarnya anakmu? Kenapa menyuruh anaknya sendiri bagaikan pembantu? Batin Hyuk dalam hati.
“Dia adalah gadis! Ia sulit untuk membawanya ke atas.” Ibu Hyuk memberi alasan lagi, dari pada terus menerus mendengar Ibunya menceramahi terus menerus. Lebih baik ia menurut apa kata Ibunya dan membawakan kopernya ke atas.
Ah,sepertinya Sun sudah tidak melihat Hyukjae lagi. Mungkin ia sudah tidur di kamarnya. Batin Hyesun, “Ahjumma.” Panggil Hyesun memberanikan diri.
“Ne,ada apa ?” Balik tanya Ibu Hyuk menatapnya.
“Aku mohon. Jangan terus menerus menyuruh Hyukjae, aku bisa melakukan sendiri.
lagi pula, aku hanya tamu disini.” Ucap Sun agar Ibu Hyuk tidak menjadikan anaknya bagaikan budak karenanya.
“Aigoo! Aku menyuruhnya bukan karenamu,jadi kau tidak perlu takut itu semua kesalahanmu.
anak itu semakin hari semakin besar,aku harus membuatnya menjadi mandiri. Bagaimana jika ia menikah nanti? Kasihan sekali istrinya jika menghadapi orang seperti dia.” Ibu Hyuk memberi alasan yang sebenarnya.
“Huh,jadi begitu? Aku kira itu semua kesalahanku.” Ucap Sun merasa lega mendengar pernyataan wanita paruh baya di depannya.
“Ne. bukankah kau merasa lelah? Kau tidurlah,besok kau harus berangkat sekolah dengan Hyuk-ie.” Perintah Ibu Hyuk pada Sun.
“Ne. terima kasih,Ahjumma.” Ucap Hyesun berterimakasih, “Donghyuk,aku pergi dulu ya?” lanjutnya pada Donghyuk.
“Ne,Noona.” Donghyuk sempat tersenyum dan masih memainkan PSP kesayangannya.
Hyesun perlahan lahan melangkahkan kakinya mencicipi langkah demi langkah berada di tangga kerajaan. Ya, ini pertama kalinya ia melihat rumah semewah bagaikan kerjaan seperti ini. Walaupun sebelumnya ia pernah ke rumah ini. Tapi, rumah ini belum sebagus sekarang. Mungkin sudah di renovasi saat ia pindah rumah dulu.
Hyesun melambatkan sedikit langkah kakinya ketika melihat Hyukjae sudah menunggunya di dekat pintu kamar yang entah kamar siapa.
Sial, rasa apa yang di rasakannya kini? Gugup,takut,kesal, semuanya terkumpul menjadi satu mengalir dalam setiap darah tubuhnya.
"Ini kunci kamarnya."Ucap Hyuk pada Hyesun. Ah,jadi ia hanya ingin memberi kunci ini? Aku kira ia sudah mulai mengajakku untuk perang. Batin Hyesun.
"G-gumawo." Hyesun berterima kasih dengan mengucapkanya sedikit terbata. Entah apa yang gadis itu rasakan saat ini sambil menerima kunci.
“Kenapa ? kau merasa gugup? Atau merasa takut?” tanya Hyuk memberikan tatapan sedikit sinis pada gadis di depannya.
Hyesun tidak berani menatapnya. Ia tahu pasti Hyukjae sedang memberinya tatapan sinis itu. Sun hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit menundukan kepala.
"Baiklah,aku pergi." Namja itu membalikan tubuhnya untuk pergi ke kamarnya,jelas sekali bahwa kamar mahluk mengerikan itu berada di samping kamar Hyesun.
"Hyukjae…” Panggil Hyesun tiba-tiba. Ah,apa yang harus ia lakukan sekarang. Rasanya takut harus berdekatan dengan orang yang paling di bencinya itu.


===== TBC =====

Tidak ada komentar:

Posting Komentar